Ini Tata Cara Salat Sunah Nisfu Syakban dan Doanya, Kapan Dilaksanakan?

Nisrina Salsabila | Beautynesia
Jumat, 23 Feb 2024 10:30 WIB
Ini Tata Cara Salat Sunah Nisfu Syakban dan Doanya, Kapan Dilaksanakan?
Amalan malam Nisfu Syakban/Foto: Freepik.com/desEYEns

Malam Nisfu Syakban merupakan waktu ditutupnya kitab perjalanan hidup setiap manusia, dan akan dibuka lembaran baru untuk tahun yang akan datang. Keutamaan malam Nisfu Syakban yakni semua dosa manusia akan dihapuskan oleh Allah SWT bagi siapapun yang memohon ampun, dan menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa.

Oleh karena itu, Muslim dianjurkan untuk mengerjakan amalan berupa salat sunah, puasa, membaca doa Nisfu Syakban, membaca surah Yasin, dan beristigfar pada malam Nisfu Syakban.

Nisfu Syakban adalah salah satu malam mulia yang diperingati setiap tanggal 15 Syakban. Pada tahun ini, malam Nisfu Syakban 1445 H akan jatuh antara tanggal 24 Februari 2024. Bagi umat Islam yang ingin menunaikan salat tersebut, berikut ini adalah panduan tata cara salat Nisfu Syakban lengkap beserta doanya.

Tata Cara Salat Nisfu Syakban

Salat Nisfu Syakban/Foto: Unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan

Ibadah salat Nisfu Syakban dikerjakan pada malam Nisfu Syakban, atau pada 24 Februari 2024 malam, selepas salat Magrib atau salat Isya. Salat sunah dua rakaat ini boleh dilakukan secara sendiri maupun berjamaah. Adapun tata cara salat Nisfu Syakban sama seperti mengerjakan salat dua rakaat pada umumnya.

Mengutip CNN Indonesia, berikut bacaan niat salat Nisfu Syakban:

Ushallii sunnatan nisfu sya’baana rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya salat sunah Nisfu Syakban dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Doa Nisfu Syakban

Doa malam Nisfu Syakban/Foto: Freepik.com/freepik

Waktu terbaik membaca doa Nisfu Syakban adalah setelah salat Maghrib dan setelah membaca surah Yasin sebanyak tiga kali.

Meski amalan ini tidak memiliki landasan hadis khusus yang mengatakan bahwa Rasulullah menganjurkan bacaan ini, Syekh Muhammad bin Darwisy dalam Kitab Asna Al Mathalib mengatakan tidak ada salahnya bagi muslim untuk mengamalkannya. Sebagian ulama-ulama di Indonesia juga sering membaca surah Yasin di malam Nisfu Syakban.

Dikutip dari laman NU Online Jabar, berikut doa Nisfu Syakban:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaik, yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn.

Allāhumma in kunta katabtanā 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt.

Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.” 

“Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada lauhulmahfuz sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di lauhulmahfuz kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.”

“Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata—sementara perkataan-Mu adalah benar—di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya lauhulmahfuz.’ Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

****
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE