sign up SIGN UP

Iran Bergejolak: Sederet Fakta Kematian Mahsa Amini, Ditangkap-Tewas karena Langgar Aturan Hijab

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 22 Sep 2022 12:00 WIB
Iran Bergejolak: Sederet Fakta Kematian Mahsa Amini, Ditangkap-Tewas karena Langgar Aturan Hijab
Mahsa Amini/Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Iran sedang dilanda gelombang unjuk rasa dari masyarakat akibat tewasnya seorang perempuan bernama Mahsa Amini yang ditangkap polisi moral karena melanggar aturan hijab. Kematian Mahsa Amini memicu protes dari masyarakat, terutama perempuan Iran.

Mahsa Amini ditahan oleh polisi Iran Teheran pada hari Selasa, lalu meninggal setelah mengalami koma pada hari Jumat. Lalu, siapakah sosok Mahsa Amini? Dan bagaimana penjelasan Iran atas kematiannya? Simak ulasannya di bawah ini.

Siapa Mahsa Amini?

Mahsa AminiMahsa Amini/ Foto: Twitter via The Guardian

Dilansir dari Vogue, Mahsa Amini yang dikenal dengan nama Jina, adalah seorang perempuan berusia 22 tahun dari kota barat Saqqez di provinsi Kurdistan, Iran. Polisi moral Iran menahannya di luar stasiun metro di Teheran dengan alasan tidak memakai hijab dengan benar. 

Sebelum peristiwa, Mahsa Amini dikabarkan sedang bepergian dengan keluarganya dari provinsi Kurdistan ke Teheran, ibu kota Iran, untuk mengunjungi kerabatnya. Lalu penangkapan pun terjadi. Saksi mata melaporkan bahwa Amini dipukuli di dalam mobil polisi.

Saksi mata juga menyatakan bahwa Amini dipukuli saat dibawa polisi ke pusat penahanan, hingga membuatnya mengalami cedera serius. Amini meninggal di rumah sakit setelah menghabiskan tiga hari dalam keadaan koma.

Mengapa Amini Ditahan oleh Polisi Moral di Iran?

Para pejabat Iran mengklaim bahwa Amini ditahan karena telah melanggar hukum negara tersebut, di mana mengharuskan perempuan menutupi rambut dengan jilbab dan anggota badan dengan pakaian longgar.

Peraturan yang tertuang dalam Undang-Undang tersebut mulai berlaku pada tahun 1981, namun sering kali ditegakkan secara sewenang-wenang. Sementara itu, ibu Amini telah mengklaim bahwa putrinya mengenakan jubah panjang yang longgar seperti yang dipersyaratkan.

Penjelasan Iran soal Kematian Amini: Serangan Jantung

Mahsa AminiMahsa Amini/ Foto: Twitter via The Guardian

Pasukan keamanan Iran telah mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa Amini meninggal karena serangan jantung di pusat penahanan. Padahal, keluarganya telah membantah klaim ini, mengatakan bahwa putri mereka dalam keadaan sehat ketika dia ditahan.

Polisi Iran menyebut kematian Mahsa Amini sebagai "insiden yang tidak menguntungkan" dan membantah bahwa Amini dilukai secara fisik dalam tahanan.

"Insiden itu sangat disayangkan bagi kami dan kami ingin tidak pernah menyaksikan insiden seperti itu," kata Komandan Polisi Greater Tehran Hossein Rahimi saat konferensi pers pada hari Senin, dilansir dari CNN.

Protes Masyarakat Iran

TEHRAN, IRAN - SEPTEMBER 18: A view of Iranian newspapers with headlines of the death of 22 years old Mahsa Amini who died after being arrested by morality police allegedly not complying with strict dress code in Tehran, Iran on September 18, 2022. (Photo by Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency via Getty Images)TEHRAN, IRAN - SEPTEMBER 18: A view of Iranian newspapers with headlines of the death of 22 years old Mahsa Amini who died after being arrested by morality police allegedly not complying with strict dress code in Tehran, Iran on September 18, 2022. (Photo by Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency via Getty Images)/ Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Protes pecah di luar konsulat Iran di Istanbul, serta di Teheran dan sekitarnya. Di kota Kerman, Iran, di mana perempuan diharuskan mengenakan jilbab di depan umum, banyak yang turun ke jalan untuk memprotes kematian Amini.

Sementara itu di tempat lain, beberapa perempuan terlihat membakar jilbab mereka dan meneriakkan, "Perempuan, hidup, kebebasan". Sementara itu, menurut laporan jurnalis BBC, Shayan Sardarizadeh, di Mashhad, seorang petugas berpakaian preman memukuli pengunjuk rasa perempuan di sisi jalan dengan tongkat ketika seorang perempuan mencoba melindungi yang lain dengan berdiri di depannya.

"Di Gonbad Kavous, provinsi Golestan, para wanita membakar jilbab mereka di api unggun saat pengunjuk rasa meneriakkan "jangan takut, kita semua bersama"," tulisnya melalui akun Twitternya, @Shayan86 pada Kamis (22/9).

Unjuk rasa protes kematian Mahsa Amini menelan korban jiwa. Dilaporkan ada lima orang yang tewas setelah pasukan keamanan Iran melepaskan tembakan dalam unjuk rasa di wilayah Kurdistan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id