Jadilah Suportif! Ini 6 Tips Membantu Teman yang Terjebak dalam 'Abusive Relationship'

Dwi Lindah Permatasari | Beautynesia
Senin, 19 Feb 2024 22:30 WIB
4. Jangan Menyalahkan Teman
Jangan Menyalahkan Teman/Foto: Freepik/gpointstudio

Beauties, kekerasan dalam sebuah hubungan tentu bukanlah hal yang dibenarkan dengan alasan apa pun. Jika kamu merasa teman atau seseorang yang kamu kenal berada di dalam hubungan yang tidak sehat dan penuh kekerasan, kamu perlu bertindak sesuatu.

Namun, kamu mungkin kebingungan jika ingin membantu, lantaran merasa seolah-olah ini bukan tempat kamu untuk ikut campur.

Jangan khawatir, kamu bisa membantu mereka secara sederhana dengan memulai percakapan. Merangkum dari One Love, ini beberapa tips untuk membantu kamu berbicara dengan teman yang terjebak dalam abusive relationship.

1. Memulai Percakapan dengan Nada Positif dan Tenang

Pertama, temukan waktu yang tepat untuk berbicara empat mata dengan teman kamu dalam suasana pribadi. Mulailah percakapan dengan memberikan afirmasi positif dan penyataan pujian kepada teman kamu seperti, “Kamu selalu menyenangkan berada di dekatmu. Aku merindukanmu!”

Setelah teman kamu merasa nyaman, kamu bisa mulai dengan tenang menyuarakan keprihatinan kamu terhadapnya. Kemungkinan besar mereka akan merasa seolah-olah segala sesuatunya sudah cukup kacau dalam hidup mereka. Jadi, untuk memberikan bantuan terbaik kepada mereka adalah dengan menjadi pendukung tetap yang dapat mereka ajak bicara secara terbuka dan damai.

Jika kamu tidak panik dan melakukan yang terbaik untuk membuat mereka merasa aman, kemungkinan besar mereka akan terus meminta nasihat kamu. Kamu tentu tidak ingin menakut-nakuti teman kamu dengan rasa khawatir, memulai pertengkaran, atau bahkan menyalahkannya.

2. Bersikap Suportif

Membantu teman yang sedang bersedih mendapatkan validasi emosi dapat dilakukan dengan tidak memberikan masukan untuk sementara waktu

Bersikap Suportif/Foto: Freepik

Tips yang kedua adalah bersikap suportif. Dengarkan teman kamu dan biarkan dia terbuka mengenai situasinya sesuai keinginannya. Jangan memaksakan pembicaraan. Mungkin sulit bagi teman kamu untuk membicarakan hubungannya, tetapi ingatkan dia bahwa dia tidak sendirian dan kamu bersedia membantunya.

3. Fokus pada Perilaku Tidak Sehat

Fokus pada Perilaku Tidak Sehat/Foto: Unsplash/Aleksandra Sapozhnikova

Fokus utama percakapan harus pada perilaku tidak sehat dalam hubungan dan memberi temanmu ruang yang aman untuk membicarakannya. Terkadang, naluri kita adalah ingin segera memberi label pada hubungan tersebut sebagai “abusive” untuk menunjukkan betapa parahnya situasi tersebut.

Namun, naluri ini dapat menyebabkan temanmu mundur dan menutup diri. Sebaliknya, fokuslah pada perilaku spesifik yang kamu lihat dan bagaimana perasaan mereka terhadap perilaku tersebut. Misalnya, katakan sesuatu seperti, “Sepertinya pasanganmu sering ingin mengetahui keberadaanmu dan selalu mengirim pesan dan menelepon. Bagaimana perasaanmu?”

Ucapan seperti ini bisa menunjukkan dengan tepat perilaku tertentu dan membuat teman kamu memikirkan bagaimana perasaannya. Kamu juga dapat dengan lembut menunjukkan bahwa perilaku tersebut tampak tidak sehat dan jujurlah tentang perasaan kamu jika seseorang melakukannya kepada dirimu.

Ini adalah salah satu pertama yang bisa membantu teman untuk memahami perilaku apa yang pantas dan tidak pantas dalam suatu hubungan. Bantulah mereka untuk memahami sendiri bahwa ada sesuatu yang salah dalam hubungan mereka. Dan akui bahwa perasaan mereka adalah hal yang wajar.

4. Jangan Menyalahkan Teman

Jangan Menyalahkan Teman/Foto: Freepik/gpointstudio

Sangat sedikit orang yang berada dalam hubungan yang penuh kekerasan mengakui bahwa dirinya adalah korban. Kemungkinan besar bahkan mereka tidak ingin dipandang seperti itu. Jika kamu ingin membantunya, jadikan diri kamu mudah dijangkau secara emosional dan siap membantu teman kamu.

Salah satu cara untuk meyakinkan teman bahwa kamu tidak menghakiminya adalah dengan menormalkan situasi. Berbicara secara terbuka tentang pengalaman kamu dengan masalah hubungan akan membantu mereka merasa seolah-olah tidak sendirian.

Selain itu, bantulah teman kamu memahami bahwa perilaku yang dialaminya tidak normal, dan bukan salahnya jika pasangannya bertindak seperti itu. Setiap orang bertanggung jawab atas perilakunya masing-masing. Apa pun alasannya, pelecehan dan kekerasan tidak pernah baik dalam suatu hubungan.

5. Membiarkan Teman Mengambil Keputusan Sendiri

Membiarkan Teman Mengambil Keputusan Sendiri/Foto: Freepik

Jika teman kamu berada dalam hubungan yang penuh kekerasan, hal terakhir yang ingin kamu lakukan pasti menyuruhkan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Sayangnya, pelecehan dan kekerasan dalam hubungan sangatlah kompleks. Teman kamu mungkin akan mengalami semacam trauma atau terlalu setia terhadap orang yang melakukan pelecehan.

Selain itu, teman kamu sudah berurusan dengan pasangan yang mengontrol dan manipulatif. Jadi, hal terakhir yang mereka perlukan adalah kamu dengan secara tegas memberi tahu dia apa yang harus dilakukan.

6. Menawarkan Solusi Alternatif

Menawarkan Solusi Alternatif/Foto: Freepik/pressfoto

Cara terbaik untuk kamu yang ingin membantu teman terbebas dari hubungan yang penuh kekerasan adalah menawarkan mereka pilihan. Jangan mendorong salah satu dari mereka secara khusus, tapi beri tahu teman kamu bahwa kamu akan mendukungnya apapun keputusannya.

Jika teman kamu berencana mengakhiri hubungan dengan pasangannya, kamu harus membuat rencana keselamatan bersamanya. Karena saat paling berbahaya dalam hubungan yang penuh kekerasan dapat terjadi bahkan setelah putus.

Selain itu, yakinkan teman kamu bahwa dia adalah pemegang kendali hidupnya dan buatlah dia merasa dapat mengendalikan situasi tersebut. Jika situasi semakin berbahaya, kamu bisa segera menghubungi pihak berwenang untuk menyelamatkan temanmu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE