STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Mengapa Seseorang Mudah Melakukan Aksi Kekerasan dalam Hubungan? Ini Penyebabnya!

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Selasa, 06 Dec 2022 18:15 WIB
Mengapa Seseorang Mudah Melakukan Aksi Kekerasan dalam Hubungan? Ini Penyebabnya!

Banyaknya pemberitaan mengenai kasus kekerasan dalam hubungan pacaran dan rumah tangga menjadi tanda bahwa tindak kekerasan masih terus terjadi dan merupakan sebuah isu genting yang harus ditangani dengan tepat.

Dalam menjalin hubungan, sejatinya setiap pasangan ingin memiliki hubungan yang sehat, seperti mendapatkan cinta atau dukungan emosional. Faktanya, tak semua orang beruntung dalam jalinan asmaranya, karena adanya tindak kekerasan, seperti KDRT. Tindak kekerasan atau abusive yang diterima oleh korban pun bisa dalam bentuk fisik, seksual maupun psikis.

Dalam beberapa kasus, ada pasangan yang terbilang sangat mudah untuk melakukan tindak kekerasan tanpa penyebab pasti. Oleh beberapa orang, hal ini kerap dikaitkan dengan masalah kesehatan mental.

Lantas, apa yang menyebabkan seseorang mudah melakukan tindak kekerasan dalam hubungan? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Stres

Kekerasan fisik banyak terjadi pada kasus KDRTIlustrasi kekerasan dalam hubungan/Foto: Foto: Pexels.com/Martprodcution

Hal pertama yang bisa jadi penyebab seseorang mudah melakukan tindak kekerasan dalam hubungan adalah faktor stres. Kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan emosional.

Tak jarang, kontrol diri yang buruk dalam kondisi stres dapat membuat seseorang melakukan kekerasan terhadap pasangannya, seperti mendorong, memukul, hingga menghina. Dalam hubungan pernikahan, kondisi ini sering dihubungkan dengan masalah perekonomian.

Trauma yang Tidak Tertangani

Trauma yang Tidak Tertangani
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/

Setiap orang tentu memiliki traumanya sendiri-sendiri. Melansir dari Psychology Today, beberapa orang yang memiliki  trauma yang tidak tertangani dan belum mampu mengelola perasaannya terhadap trauma tersebut dapat menjadi faktor pemicu seseorang melakukan tindak kekerasan terhadap pasangan dalam hubungan.

Trauma bisa berasal dari trauma masa kecil, seperti melihat pertengkaran orangtua dan lingkungan. Sebab, menjadi korban kekerasan memungkinkan dirinya menjadi pelaku kekerasan pula saat dewasa. 

Cemburu dan Posesif

Cemburu dan Posesif
Cemburu/Foto: Freepik.com/Wayhomestudio

Banyak orang yang mengatakan bahwa sifat cemburu dan posesif adalah tanda sayang dari pasangan. Namun, pernyataan demikian tidak dapat selalu dibenarkan, lho, Beauties. Sebab, hal ini dapat membuatmu terjebak dalam toxic relationship yang dapat berujung pada kekerasan fisik maupun emosional.

Melansir dari CNN Indonesia, salah satu bentuk kecemburuan yang tak sehat dan sikap posesif dalam sebuah hubungan, misalnya pasanganmu membatasi kegiatanmu atau mengekangmu untuk melakukan aktivitas atau hobimu dengan alasan tidak percaya.

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE