Jangan Berbicara dengan Orang Asing Masih Jadi Saran Baik untuk Anak? Ini Kata Psikolog...

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Sabtu, 22 Aug 2026 11:00 WIB
Begini Tanggapan Psikolog tentang Larangan Anak Bicara dengan Orang Asing
Interaksi anak dengan orang tak dikenal/Foto: Magnific.com/Pvproductions

Siapa di antara Beauties yang waktu kecil atau sekarang masih suka dinasihati untuk jangan berbicara dengan orang asing? Nasihat itu tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar karena konteks keamanannya bias.

Beberapa psikolog justru mengimbau para orang tua agar tidak menerapkan cara ini. Melarang anak berbicara dengan orang asing akan menyulitkan mereka untuk meminta bantuan ketika dalam keadaan darurat.

Begini Tanggapan Psikolog tentang Larangan Anak Bicara dengan Orang Asing

Interaksi anak dengan orang tak dikenal/Foto: Magnific.com/Pvproductions

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti, menyebut bahwa melarang anak untuk tidak berkomunikasi dengan orang asing sulit diterapkan, apalagi pada anak balita. Anak balita masih sulit memahami apa yang disebut orang tak dikenal.

“Itu konsep abstrak. Kalau anak diajarkan begitu, dia tidak mau berbicara kepada siapa pun. Lebih baik kita ajari saja kepada siapa ia harus berbicara dan kapan boleh bicara,” kata Anna Surti, menukil CNN Indonesia.

Kenalkan pada anak beberapa sosok yang bisa dimintai bantuan ketika ia sedang dalam kesulitan, seperti guru, ibu-ibu yang membawa anak, kakek, nenek, atau orang yang berseragam seperti petugas keamanan.

Saat mengenalkan orang tersebut jangan hanya sekadar lisan, tetapi juga tunjukkan dan latih anak untuk mengenalinya secara langsung. Selain itu, lempar skenario terburuk ketika anak terpisah dari orang tuanya. Tanyakan pada siapa ia harus meminta tolong dan mengapa orang tersebut.

Tracy Walder yang merupakan mantan agen khusus FBI dan CIA turut bersuara. “Jika seorang anak mendapati dirinya sendirian dan dalam kesulitan atau sangat membutuhkan bantuan, mereka perlu tahu bahwa meminta bantuan kepada orang asing itu diperbolehkan,” tegasnya, melansir Parents.

Lebih lanjut, ia mengatakan agar orang tua memberi tahu anak untuk tidak pernah pergi ke mana pun atau menerima apa pun dari orang asing.

Menyeimbangkan Naluri Sosial dan Keamanan Itu Kunci

Interaksi anak dengan orang tak dikenal/Foto: Magnific.com/Freepik

Alih-alih to the point membatasi interaksi anak dengan orang tak dikenal, lebih baik sadarkan dan tanamkan mindset ‘tetaplah ramah pada siapa pun, tetapi jangan terlalu mudah percaya’.

“Penting untuk mengajarkan anak-anak perbedaan antara orang yang mereka kenal dan percayai dengan orang yang tidak mereka kenal, dan bagaimana interaksi mereka seharusnya berbeda,” kata psikolog sekaligus pakar parenting, Reena B. Patel, LEP., BCBA.

Tidak apa-apa membiarkan anak membangun percakapan di tempat umum, tetapi berikan mereka contoh nyata tentang apa yang perlu diwaspadai terkait perilaku, lalu apa yang harus dilakukan.

Psikolog Reena B. Patel menyebut ada beberapa aturan dasar yang perlu diketahui oleh anak-anak ketika bertemu orang asing, mengutip Parents:

  • Orang dewasa umumnya tidak meminta bantuan anak-anak.
  • Anak-anak tidak boleh mengikuti orang yang tidak dikenal jika tiba-tiba diajak ke suatu tempat tanpa ada dampingan dari orang tua/wali. Jangan terlalu mudah menerima apa pun dari orang asing.
  • Amati bagaimana orang dewasa bertindak vs. apa yang mereka katakan.
  • Jika merasa tidak nyaman dengan suatu interaksi, anak tidak perlu terlibat hanya demi kesopanan. Tingkat keterlibatan anak adalah pilihan mereka sendiri. Menyadari perasaan dan lingkungan sekitar adalah salah satu cara menjaga diri untuk tetap aman.

Manfaat Membangun Percakapan dengan Orang Asing

Interaksi anak dengan orang tak dikenal/Foto: Magnific.com/Prostooleh

Tinjauan penelitian yang dilansir Psychology Today menyatakan bahwa berbicara dan mendengarkan orang asing dapat mengurangi kesepian, membangkitkan emosi positif, meningkatkan kesejahteraan, menciptakan peluang belajar yang tidak terduga, dan meningkatkan kreativitas.

Selain memberikan manfaat secara personal, membangun obrolan dengan orang yang belum dikenal dapat bermanfaat juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Berinteraksi dengan orang-orang di luar lingkaran pergaulan biasanya menawarkan peluang untuk mengurangi kesenjangan sosial dan membangun kesamaan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE