Jangan Bersihkan 6 Benda Ini dengan Pemutih, Ini Alasannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Minggu, 15 Feb 2026 21:30 WIB
Stainless Steel
Stainless Steel/Foto: Freepik

Membersihkan dengan pemutih sering dianggap solusi paling ampuh untuk rumah yang higienis dan bebas kuman. Banyak orang merasa lebih aman ketika aroma tajam pemutih tercium setelah sesi bersih-bersih selesai. Namun, Beauties, tidak semua benda di rumah cocok diperlakukan dengan cara ini, karena hasilnya justru bisa merugikan.

Di balik kesannya yang serba bisa, cairan kimia keras memiliki reaksi berbeda pada setiap permukaan. Jika salah langkah, bukan hanya tampilan yang rusak, tetapi juga daya tahan material bisa menurun drastis. Nah, supaya kamu tidak keliru, yuk, pahami enam benda yang sebaiknya tidak dibersihkan dengan pemutih dilansir dari Bolde.

Stainless Steel

Stainless Steel/Foto: Freepik

Stainless steel memang memberi kesan modern dan elegan di dapur maupun kamar mandi. Namun, bahan ini ternyata sensitif terhadap kandungan klorin yang ada pada cairan pemutih. Saat terkena bahan tersebut, lapisan pelindungnya bisa bereaksi dan memicu korosi halus yang sulit diperbaiki.

Menurut Consumer Reports, penggunaan pembersih yang tidak sesuai dapat mempercepat kerusakan permukaan logam. Akibatnya, tampilan mengkilap berubah kusam, bahkan muncul bercak permanen. Sebagai alternatif, kamu bisa memakai pembersih khusus stainless steel atau campuran cuka dan air, lalu keringkan dengan lap lembut agar kilapnya tetap terjaga.

Permukaan Kayu

Permukaan Kayu/Foto: Freepik

Kayu memiliki serat alami dan kandungan minyak yang menjaga kekuatannya. Saat terkena cairan pemutih, minyak alami ini bisa hilang sehingga warna kayu memucat dan strukturnya melemah. Dalam jangka panjang, kayu dapat menjadi rapuh dan mudah retak.

Selain merusak tampilan, zat kimia keras juga dapat meresap ke dalam pori kayu. Jika itu terjadi, perbaikannya tidak sederhana dan sering kali membutuhkan pengamplasan ulang. Pilihan terbaik adalah menggunakan sabun lembut, air hangat, atau pembersih khusus kayu agar keindahan alaminya tetap terjaga.

Kain Berwarna

Kain Berwarna/Foto: Freepik

Banyak orang tergoda menggunakan pemutih untuk menghilangkan noda membandel di pakaian. Sayangnya, untuk kain berwarna, langkah ini bisa berujung bencana. Warna kain dapat luntur tidak merata dan meninggalkan bercak yang sulit disamarkan.

American Cleaning Institute menegaskan bahwa pemutih klorin hanya aman untuk kain putih tertentu. Jika digunakan pada kain berwarna, serat tekstil bisa melemah dan cepat rusak. Pilihlah deterjen khusus warna atau pemutih non-klorin agar pakaian tetap cerah dan awet.

Dinding yang Dicat

Dinding yang Dicat/Foto: Freepik

Membersihkan noda di dinding sering terasa mendesak, apalagi jika terlihat mengganggu. Namun, menggunakan pemutih pada dinding bercat dapat membuat warna cat memudar atau mengelupas. Hasilnya, dinding tampak belang dan tidak rata.

Para ahli dari Painting and Decorating Contractors of America menyarankan pembersih ringan untuk dinding interior. Dengan sabun lembut dan air, kotoran bisa terangkat tanpa merusak lapisan cat. Cara ini jauh lebih aman dan menghemat biaya perbaikan di kemudian hari.

Permukaan Aluminium

Permukaan Aluminium/Foto: Freepik

Aluminium sering dianggap kuat dan tahan lama, sehingga banyak orang mengira aman dibersihkan dengan apa saja. Padahal, pemutih dapat memicu reaksi kimia yang membuat aluminium kusam dan rapuh. Dalam kondisi tertentu, reaksi ini bahkan bisa menghasilkan gas berbahaya.

American Society of Metals menjelaskan bahwa setiap logam memiliki karakter unik. Menggunakan bahan pembersih yang tidak sesuai dapat menurunkan kualitas material. Sabun ringan atau pasta soda kue dan air menjadi pilihan aman untuk menjaga aluminium tetap bersih dan fungsional.

Peralatan di Dapur

Peralatan di Dapur/Foto: Freepik

Meja dapur, talenan, dan area persiapan makanan harus bersih, tetapi juga aman. Pemutih memang membunuh kuman, namun residunya berisiko tertinggal dan mencemari makanan. Jika tertelan, residu ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Pendekatan terbaik adalah menggunakan bahan pembersih food-grade atau larutan cuka dan air. Cara ini efektif membersihkan tanpa meninggalkan zat berbahaya. Dengan memilih produk pembersih yang tepat, kamu bisa menjaga dapur tetap higienis sekaligus aman untuk keluarga.

Dengan memilih produk pembersih yang sesuai dan lebih lembut, kamu tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga memperpanjang usia barang di rumah. Jadi, mulai sekarang, lebih cermatlah saat membersihkan, karena keputusan kecil bisa berdampak besar pada kenyamanan dan keamanan rumahmu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.