Jangan Biarkan Sahabatmu Lewati 3 Batasan Ini, Tak Peduli Sedekat Apa pun Mereka!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 07 Feb 2026 11:30 WIB
Membuatmu Merasa Bersalah Karena Berkata Tidak
Persahabatan sehat tidak dibangun di atas rasa bersalah ketika seseorang menetapkan batas/Foto: Freepik

Banyak orang kerap mengabaikan batasan pribadi karena takut persahabatan mereka terganggu, padahal justru menetapkan batasan persahabatan yang sehat adalah tanda kedewasaan dan saling menghormati. Persahabatan sehat bukanlah hubungan yang membuat satu sama lain harus meleburkan diri sepenuhnya, melainkan hubungan di mana setiap pihak bisa tumbuh dengan adanya ruang dan penghargaan terhadap batas masing-masing.

Mengetahui kapan harus berkata “tidak” atau menjaga privasi bukanlah bentuk pengkhianatan, melainkan cara menjaga kualitas hubungan agar tetap harmonis dan langgeng. Mulailah sekarang untuk memahami dan menetapkan batasan dengan teman sejatimu berdasarkan artikel yang dilansir dari Global English Editing ini, agar persahabatan yang kamu jaga tetap sehat dan bermakna!

Tidak Menghargai Waktumu

Persahabatan sehat dibangun di atas sikap saling menghormati, termasuk dalam hal waktu. Perilaku yang meremehkan janji atau mengubah rencana sepihak menunjukkan kurangnya pertimbangan. Hubungan yang baik seharusnya berjalan dengan komitmen yang setara.
Persahabatan sehat menempatkan waktu sebagai hal yang sama berharganya bagi kedua pihak/Foto: Freepik/bristekjegor

Waktu adalah salah satu hal paling berharga dalam hidup, dan seorang teman sejati akan menghargai waktumu. Jika seorang teman selalu terlambat, membatalkan rencana di saat terakhir, atau mengharapkanmu menghentikan semua yang sedang kamu lakukan demi mereka, itu menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadapmu.

Persahabatan sehat harus bersifat dua arah, bukan satu pihak saja. Jika kamu selalu menyesuaikan jadwalmu untuk mereka, sedangkan mereka tidak pernah melakukannya untukmu, mungkin sudah waktunya untuk memulai percakapan tentang hal ini.

Membuatmu Merasa Bersalah Karena Berkata Tidak

Persahabatan sehat tidak dibangun di atas rasa bersalah ketika seseorang menetapkan batas/Foto: Freepik

Beberapa orang terkadang mencoba membuat orang lain merasa bersalah jika tidak bisa memenuhi permintaan mereka. Misalnya, jika seseorang menolak untuk bertemu atau meminjamkan uang, pihak lain mungkin mengingatkan bantuan yang pernah diberikan sebelumnya dengan kalimat-kalimat yang menimbulkan rasa bersalah.

Namun, persahabatan yang sehat tidak membuat orang merasa bersalah karena menetapkan batas. Sebab, berkata tidak bukan berarti tidak peduli, melainkan menunjukkan adanya batasan yang wajar.

Persahabatan seharusnya bebas dari manipulasi emosional. Jika seseorang terus-menerus menimbulkan rasa bersalah karena batasan yang ditetapkan, itu menandakan kurangnya penghormatan terhadap batas tersebut.

Mengabaikan Pertumbuhan Pribadimu

Persahabatan sehat ditandai dengan dukungan terhadap pertumbuhan pribadi masing-masing, bukan sikap yang menahan perkembangan/Foto: Freepik/tirachardz

Teman sejati selalu mendukung pertumbuhan satu sama lain, bukan menahan atau menghambatnya. Penelitian yang dilakukan oleh Thomas C. Corley—penulis, pembicara, konsultan kebiasaan sukses dan kekayaan, serta praktisi keuangan profesional—membuktikan bahwa orang-orang di sekitar kita memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan, pola pikir, bahkan kesuksesan yang kita raih.

Pertemanan yang berubah seiring pertumbuhan masing-masing adalah hal yang terbilang wajar, dan seorang teman sejati akan merayakan kemajuanmu, bukan membuatmu merasa bersalah karena berubah. Sebaliknya, jika seseorang terus-menerus mengecilkan pencapaianmu atau berusaha membuatmu tetap stagnan, kemungkinan besar mereka tidak menginginkan yang terbaik untukmu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE