Jangan Keliru! Yuk Kenali Tentang Toxic Posivity dan Dampak Buruknya

Lifia Mawaddah Putri | Beautynesia
Jumat, 14 Aug 2020 19:00 WIB
Toxic Positivity/freepik.com

Ketika teman atau keluarga sedang sedih, memberi semangat memang penting. Biasanya, seseorang akan memberikan kata-kata positif untuk menghibur teman yang sedang sedih. Memiliki pikiran dan sikap yang positif memang enggak salah. Tapi, kadar pikiran positif yang terlalu banyak juga enggak baik dan berbahaya lho! Sikap positif yang berlebihan ini lebih populer dikenal dengan sebutan toxic positivity. Sayangnya, masih banyak yang keliru tentang hal ini. Oleh sebab itu, yuk kenali lebih dalam tentang toxic positivity!

Apa Itu Toxic Positivity


Toxic Positivity/freepik.com

Toxic positivity adalah sebuah istilah yang cukup populer dimana seseorang memberi semangat pada temannya yang sedang ditimpa musibah, atau kepada diri sendiri. Orang-orang yang menyebarkan toxic positivity biasanya meminta kita untuk tidak merasa sedih dan merana di dunia ini. Mereka enggak akan peduli dengan perasaanmu dan akan menyuruhmu untuk bersyukur pada apa yang kamu miliki. Padahal, enggak selamanya kata-kata ini baik lho! Kita juga harus menerima perasaan kita meskipun itu adalah emosi yang negatif.

Tanda-Tanda Toxic Positivity


Toxic Positivity/freepik.com

Ada beberapa tanda toxic positivity yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti menyembunyikan perasaan yang sebenarnya, mencoba bersikap biasa saja, menganggap remeh pengalaman orang lain, serta merasa bersalah pada perasaan negatif yang sedang dirasakan. Sikap ini pun sering enggak disadari seseorang sebagai toxic positivity. Selain sikap, banyak sekali perkataan yang juga enggak disadari seseorang bahwa itu adalah bentuk toxic positivity. Misalnya seperti “Lihat, masih banyak yang jauh enggak beruntung dibanding kamu!”, “Jangan bersedih, kamu pasti bisa melewati ini dengan mudah” dan masih banyak lagi.

Tidak Baik Untuk Kesehatan


Toxic Positivity/freepik.com

Enggak semua orang bisa melampiaskan emosinya dengan baik. Sebagian orang bahkan memilih untuk memendam emosinya agar semuanya tampak baik-baik saja. Tapi, hal ini justru enggak baik untuk kesehatan lho! Emosi yang dipendam lama kelamaan bisa menumpuk dan kemudian membebani mentalmu. Jadi, cobalah untuk berdamai dengan perasaanmu sendiri. Jika kamu merasa membutuhkan bantuan ahli, jangan ragu untuk mendatangi psikolog untuk berkonsultasi.

Lakukan Ini Untuk Melawannya!


Toxic Positivity/freepik.com

Kamu enggak perlu mendengarkan hal yang enggak ingin kamu dengar. Kalau kamu sedang merasa sedih, ketahui dan terimalah emosi tersebut. Enggak selamanya perasaan sedih itu enggak baik. Jadi, izinkanlah dirimu untuk merasa sedih. Kamu bisa bersyukur dengan apa yang kamu miliki. Tapi, kamu juga boleh mengakui hal-hal yang membuatmu merasa sedih atau terpuruk. Jika kamu sudah mengetahui alasan kegundahanmu, mulailah untuk mencari solusi untuk menyelesaikannya. Dengan begini, masalah yang kamu hadapi pun justru akan menguatkan mentalmu dan mendewasakan pikiranmu.

(arm2/arm2)
Loading ...