Jangan Terlalu Baik pada 5 Situasi dalam Hidup Ini, Menurut Ilmu Psikologi

Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 27 Mar 2026 13:30 WIB
5. Saat Melindungi Kesehatan Mentalmu
Ilustrasi dimanfaatkan/Foto: Pexels/Polina Tankilevitch

Sejak kecil kita diajarkan untuk selalu bersikap baik, kepada siapa pun dan kapan pun. Sebab, kepercayaan tumbuh bahwa kebaikan mendatangkan banyak hal baik dan keberuntungandalam hidup.

Namun, tak bisa dimungkiri bahwa terkadang kebaikan yang dilakukan tidak selalu berbuah manis. Sering kali, hal ini justru membuat kita lebih mudah dimanfaatkan dan diabaikan orang lain.

Menurut ilmu psikologi, kebaikan yang berlebihan bisa berdampak merusak hubungan, kesehatan mental, dan pribadimu. Karena itu, kamu perlu memahami bahwa ada sejumlah situasi yang sebaiknya kamu tidak perlu terlalu baik.

Melansir Expert Editor, disarankan jangan terlalu baik pada 6 situasi dalam hidup ini, menurut ilmu psikologi. Simak!

1. Saat Orang Berulang Kali Tidak Menghormati Batasanmu

kamu tidak perlu terlalu baik pada orang yang berulang kali tidak menghormati batasanmu.

Ilustrasi bertengkar/Foto: pexels.com/KeiraBurton

Ilmu psikologi mengatakan batasan sangat penting untuk hubungan yang sehat. Batasan bukanlah tembok yang keras, tetapi pagar dengan gerbang yang bisa kita kendalikan.

Ketika seseorang tidak memiliki pagar untuk menjaga dirinya sendiri, maka orang lain akan mudah masuk tanpa permisi. Mereka tidak lagi menghormatimu, yang bisa berdampak buruk untuk dirimu sendiri.

Karena itu, kamu tidak perlu terlalu baik pada orang yang berulang kali tidak menghormati batasanmu. Kamu perlu bersikap tegas, jelas, dan lugas padanya agar ia bisa menghormatimu.

2. Saat Seseorang Memanfaatkan Kebaikanmu

Berbuat baik adalah hal indah. Namun, dampak buruk yang tak bisa dimungkiri adalah dimanfaatkan.

Ilustrasi dimanfaatkan/ Foto:freepik.com/drobotdean

Berbuat baik adalah hal indah. Namun, dampak buruk yang tak bisa dimungkiri adalah dimanfaatkan.

Mereka akan mudah mengambil segala keuntungan yang bisa didapatkan darimu, entah soal keuangan atau perilaku baikmu. Bukan berarti tidak boleh berbuat baik, tetapi penting mengenali mana yang mereka sadar dibantu dengan yang tidak tahu malu terus meminta bantuan.

Sekali atau dua kali mungkin kamu akan membantunya dengan ikhlas. Namun, lihatlah saat kamu sedang tidak membantu, orang yang suka memanfaatkan cenderung akan langsung marah jika kamu menolaknya.

3. Saat Berurusan dengan Orang Toksik

terlalu baik pada anggota keluarga yang bermasalah sering kali justru mendukung perilakunya. Saat terus-menerus memaafkan, bukan berarti kamu sedang menjaga keharmonisan keluarga, tetapi itu menjaga disfungsi.

Ilustrasi kumpul keluarga/Freepik: freepik

Kita dapat bertemu dengan orang toksik kapan pun dan di mana pun, termasuk anggota keluarga sendiri. Namun, menurut ilmu psikologi, perilaku dan orang toksik tidak bisa diterima hanya karena berasal dari seseorang yang memiliki DNA yang sama denganmu.

Di Jepang, ada fenomena yang disebut “keterasingan keluarga” di mana anak-anak dewasa memutuskan hubungan dengan orang tuanya yang melakukan kekerasan. Apa yang dulunya tidak terpikirkan dalam budaya Jepang kini dipandang sebagai langkah yang diperlukan untuk kesehatan mental.

Menurut para psikolog, terlalu baik pada anggota keluarga yang bermasalah sering kali justru mendukung perilakunya. Saat terus-menerus memaafkan, bukan berarti kamu sedang menjaga keharmonisan keluarga, tetapi itu menjaga disfungsi.

Mungkin mereka yang berlaku buruk akan selalu mengatakan “Tapi kita kan keluarga”. Yap, hubungan keluarga memang penting, tetapi kesehatan mental dan kebahagiaanmu juga jauh lebih penting. Tetapkan batasan yang tegas untuk melindungi dirimu.

4. Seseorang Melakukan Diskriminasi atau Pelecehan

Jangan bersikap baik pada seseorang yang terang-terangan melakukan diskriminasi atau pelecehan padamu.

Ilustrasi bullying/Foto: Freepik: freepik

Jangan bersikap baik pada seseorang yang terang-terangan melakukan diskriminasi atau pelecehan padamu. Pasalnya, saat kamu bersikap baik padanya, hal itu justru akan membiarkan masalah terus berlanjut.

Mereka bisa menjadi lebih berani dan bersikap semaunya padamu. Jika kamu tidak menghentikannya sesegera mungkin, kamu akan lebih banyak tersakiti dan terganggunya kesehatan mentalmu.

Katakan dengan tegas bahwa kamu tidak suka pada apa yang dilakukannya. Kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk menghentikan perilakunya juga.

5. Saat Melindungi Kesehatan Mentalmu

Saat kamu terbiasa menyenangkan orang lain dengan selalu mengatakan “ya”, tetapi dirimu sendiri tidak bahagia, artinya kamu telah menyakiti diri şendiri.

Ilustrasi dimanfaatkan/Foto: Pexels/Polina Tankilevitch

Beauties, kamu hanya memiliki dirimu sendiri. Karena itu, bersikap baiklah dengan selalu melindungi kesehatan mentalmu.

Saat kamu terbiasa menyenangkan orang lain dengan selalu mengatakan “ya”, tetapi dirimu sendiri tidak bahagia, artinya kamu telah menyakiti diri sendiri. Psikologi mengatakan, kebiasaan menyenangkan orang lain terus-menerus dapat memicu kecemasan, depresi, dan kelelahan.

Kesehatan mentalmu adalah hal yang paling dibutuhkan. Tidak ada yang salah saat kamu berlaku egois untuk melindungi dirimu sendiri dari kebiasaan dimanfaatkan orang.

Itu dia sederet situasi dalam hidup yang sebaiknya kamu tidak terlalu baik. Salah satunya sering kamu lakukan, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE