Kata Ahli Saraf, Suka Menunda-nunda Bukan Berarti Malas atau Kurang Motivasi! Ini Penyebab Sebenarnya
Menunda-nunda pekerjaan sering dikaitkan dengan rasa malas dan kurangnya motivasi. Akhirnya, anggapan ini membuat kita rentan melakukan self blaming alias menyalahkan diri sendiri karena merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang harusnya dilakukan.
Menurut ahli saraf Anne-Laure Le Cunff, PhD, menunda-nunda sering kali memberikan kita sebuah beban emosional. Perasaan tidak mampu menyelesaikan tugas membuat kita sulit kembali ke jalur yang benar, Beauties.
Le Cunff menjelaskan suka menunda-nunda pekerjaan sebenarnya adalah sinyal dari otak bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik saat ini.Â
"Alih-alih mengabaikan sinyal itu, alih-alih mencoba untuk terus maju dan menyalahkan diri sendiri dalam prosesnya, bagaimana jadinya jika kita coba mendengarkan sinyal itu?"Â ungkapnya, dikutip dari CNBC Make It.
Ada cara yang dinilai Le Cunff lebih ampuh dalam menghadapi sikap suka menunda-nunda, yaitu bersikap ingin tahu terhadap akar dari kebiasaan ini. Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!
Identifikasi Akar Permasalahan
Identifikasi Akar Permasalahan/Foto: Freepik.com/freepik
Le Cunff menciptakan sistem "triple check" yang membantu kita mengevaluasi mengapa kita cenderung menghindari suatu pekerjaan dengan menunda-nunda menyelesaikannya. Sistem triple check ini akan mengungkap apakah masalah kita berasal dari pikiran, hati, atau tangan.
Jika penundan ini berasal dari pikiran, artinya pada tingkat rasional, kita tidak sepenuhnya yakin bahwa kita harus mengejarkan tugas atau pekerjaan itu sejak awal. Sementara itu, aspek hati mengacu pada perasaan kita.
"Jika masalahnya berasal dari hati, itu berarti bahwa pada tingkat emosional, Anda tidak merasa pekerjaan atau tugas ini akan menyenangkan atau mengasyikkan," ucap Le Cunff.
Terakhir, jika masalahnya berasal dari tangan, itu berarti kita tidak percaya bahwa kita memiliki alat atau keterampilan yang tepat, dan jaringan dukungan yang tepat untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Setelah kita mengidentifikasi mengapa kita menghindari suatu tugas, kita bisa mencari cara untuk keluar dari sikap menunda-nunda ini, Beauties.
Cara Menghentikan Kebiasaan Menunda-nunda
Cara Menghentikan Kebiasaan Menunda-nunda/Foto: Freepik.com/benzoix
Jika masalah menunda-nunda berasal dari pikiran, Le Cunff menyarankan untuk mundur sejenak dan mengevaluasi apa yang terasa tidak tepat tentang pekerjaan tersebut.
Misalnya, jika kita menunda-nunda menyelesaikan tugas karena tidak yakin apakah tugas tersebut selaras dengan tujuan strategis proyek, kita bisa mencoba menelaah dari awal dan mendefinisikan ulang tugas tersebut.
"Anda dapat kembali ke awal dan mendefinisikan ulang tugas tersebut dan melihat apakah itu pendekatan yang tepat," kata Le Cunff.
Sementara itu, jika ada tugas yang kamu tunda karena terasa kurang menarik atau menantang, saran terbaik Le Cunff adalah buat lingkungan kerja jadi menyenangkan.
"Mungkin ajak kolega favorit Anda dan lakukan sesi kerja bersama, atau pergi ke kedai kopi favorit Anda untuk mengerjakan tugas tersebut," katanya.
Jika kita cenderung menunda-nunda ketika merasa kewalahan atau tidak siap, Le Cunff menyarankan untuk menghubungi teman atau kolega yang dipercayai untuk meminta nasihat.
"Saya selalu mengatakan kepada orang-orang, angkat tangan, mintalah bantuan," katanya. Dukungan ini bisa berupa pelatihan, bimbingan, atau meminta perusahaan untuk mensponsori kursus daring, Beauties. "Apa pun yang Anda butuhkan agar merasa memiliki sumber daya untuk menyelesaikan pekerjaan.”
Sistem triple check ini dapat membantu kita mengusir rasa malu karena kebiasaan menunda-nunda. Kita juga mengubah perasaan takut dan menyalahkan diri sendiri menjadi aksi mencari tahu, layaknya seorang detektif saat menyelesaikan kasus yang harus dipecahkan.
“Ini benar-benar beralih dari perasaan takut dan menyalahkan diri sendiri karena tidak melakukan hal yang seharusnya Anda lakukan, menjadi bertindak sedikit lebih seperti seorang ilmuwan, seperti seorang detektif, dan melihatnya sebagai teka-teki yang harus dipecahkan,” tutupnya.
Tertarik mencoba sistem triple check ini, Beauties?
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!