Kenali 3 Kalimat yang Sering Diucapkan Anak Tidak Bahagia Menurut Para Ahli

Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 28 Jul 2026 22:00 WIB
“Aku Takut Tidak Akan Ada yang Mengerti Aku”
Ilustrasi anak tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Beauties, apakah kamu sering merindukan masa anak-anak dan berpikir ingin kembali ke masa itu?

Banyak orang dewasa yang beranggapan bahwa kembali menjadi anak-anak adalah hal menyenangkan. Dunia anak-anak yang hanya sibuk bermain dianggap seru, karena tidak perlu lelah memikirkan tugas harian atau pekerjaan.

Padahal kenyataannya tidak demikian, tidak sepenuhnya menyenangkan juga. Memahami dan mengekspresikan emosi bukan hal yang mudah bagi anak-anak.

Mereka tidak seperti orang dewasa yang sudah memiliki banyak pengalaman dan kosakata untuk mengungkapkan isi hatinya. Anak-anak sering kali bingung untuk menjelaskan apa yang dirasakan. Alhasil, mereka cenderung bungkam atau mengungkapkan emosinya lewat kalimat tersirat.

Perlu disadari, masalah emosional pada anak bukan hal yang bisa disepelekan. Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diperkirakan 1 dari 5 anak dan remaja pernah mengalami masalah kesehatan mental, emosional, atau perilaku dalam hidup mereka.

Di sinilah pentingnya orang dewasa untuk mengenali kalimat yang sering diucapkan anak-anak tidak bahagia. Melansir YourTango, ini dia beberapa ungkapan yang perlu diwaspadai. Simak!

“Aku Takut Tidak Akan Ada yang Mengerti Aku”

Seorang anak yang sering diabaikan akan memiliki keraguan bahwa mereka bisa dipahami dan diperhatikan. Ketakutan tidak bisa diterima oleh orang di sekitarnya tersebut akan terasa membebani, yang perlahan membuat mereka menarik diri.

Ilustrasi anak tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Seorang anak yang sering diabaikan akan memiliki keraguan bahwa mereka bisa dipahami dan diperhatikan. Ketakutan tidak bisa diterima oleh orang di sekitarnya tersebut akan terasa membebani, yang perlahan membuat mereka menarik diri.

Bagi orang dewasa, mungkin tidak menjadi masalah besar jika dijauhi orang sekitar karena memiliki keyakinan “Nanti bertemu dengan orang yang tepat.” Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk anak-anak.

Oleh karena itu, penting untuk memberikan safe space bagi anak. Mereka perlu diberi kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri dilihat, didengar, dan dihargai.

“Aku Takut Meminta Bantuan”

saat anak mengatakan bahwa dirinya takut meminta bantuan. Hal ini bisa berakar dari kebiasaan untuk dipaksa kuat, yang akhirnya membuat mereka harus mampu mengatasi segalanya sendiri.

Ilustrasi anak tidak bahagia/Foto: Magnific.com

Waspadai saat anak mengatakan bahwa dirinya takut meminta bantuan. Hal ini bisa berakar dari kebiasaan untuk dipaksa kuat, yang akhirnya membuat mereka harus mampu mengatasi segalanya sendiri.

Psikolog klinis Eileen Kennedy-Moore menjelaskan bahwa mengetahui kapan dan bagaimana cara meminta bantuan adalah keterampilan hidup penting yang sering kali sulit dikuasai anak-anak. Perasaan cemas dan pemikiran negatif dapat menghambat anak untuk mengomunikasikan apa yang mereka butuhkan.

Anak-anak yang tidak bahagia memiliki ketakutan bahwa dirinya menjadi beban untuk orang terdekatnya. Alhasil, mereka berjuang sendiri dan memendam emosinya sendirinya. Padahal seharusnya, seorang anak tidak merasa perlu menutup diri hanya demi takut membebani orang dewasa.

“Aku Tidak Peduli”

Kalimat anak tidak bahagia selanjutnya adalah mengucapkan “Aku tidak peduli”. Namun, dalam kalimat tersebut bukan berarti mereka marah atau tidak mau berusaha.

Ilustrasi anak tidak bahagia/Foto: Magnific.com/pvproductions

Kalimat anak tidak bahagia selanjutnya adalah mengucapkan “Aku tidak peduli”. Namun, dalam kalimat tersebut bukan berarti mereka marah atau tidak mau berusaha.

Psikiater anak Candida Fink menjelaskan bahwa saat anak mengalami emosi yang kuat, tubuh mereka bereaksi sama seperti orang dewasa, yakni otot menjadi tegang, napas memendek, dan detak jantung meningkat. Kondisi fisik yang tegang ini membuat anak kesulitan untuk berpikir jernih dan mengontrol emosinya.

Anak yang mengucapkan kalimat tersebut memiliki arti bahwa mereka merasa kewalahan dan kelelahan secara mental. Sikap acuh juga adalah caranya melindungi diri dari perasaan kecewa. Mereka tidak yakin bagaimana cara mengatasinya, sehingga memilih untuk menutup diri sepenuhnya.

Beauties, itu kalimat yang sering diucapkan anak-anak tidak bahagia yang penting untuk dikenali. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE