Kenapa Orang Bisa Merasa Nyaman saat Dipeluk? Ini Penjelasannya
Beauties, pernahkah kamu merasakan nyamannya saat dipeluk? Setiap orang pasti pernah, meskipun hanya sekali. Di balik hangatnya sebuah pelukan, ternyata ada hormon tubuh yang bekerja. Hormon itulah yang membuat seseorang merasakan ketenangan selama dipeluk.
Banyak yang mengklaim bahwa seseorang setidaknya mendapatkan empat kali pelukan dalam sehari. Bagi mereka, pelukan bisa menghilangkan stres. Namun, berapa pelukan yang dibutuhkan dan adakah waktu idealnya?
Sentuhan Fisik Berupa Pelukan Melepaskan 4 Hormon Ini
Sentuhan Fisik Berupa Pelukan Melepaskan 4 Hormon Ini
Pelukan adalah salah satu bentuk love language physical touch yang dapat memicu efek fisiologis yang kuat. Ketika kamu menerima atau memberi pelukan (dengan persetujuan), otak akan melepaskan sejumlah neurotransmiter dan hormon yang mengatur mood supaya lebih bahagia.
"Hormon itu (peningkat suasana hati) adalah endorfin, dopamin, serotonin, dan oksitosin," kata ahli saraf Dave Rabin, MD, PhD, mengutip Oprah Daily.
Dari keempat hormon yang bekerja, sebuah penelitian menunjukkan bahwa oksitosin adalah hormon yang paling berperan. Hormon yang disebut hormon cinta ini membantu meningkatkan hubungan romantis dan ikatan emosional, bahkan membantu mengelola stres serta kecemasan.
Oksitosin, serotonin, endorfin, dan dopamin adalah empat hormon kebahagiaan utama yang saling bekerja sama mengatur suasana hati dan kesejahteraan mental. Masing-masing memiliki peran yang berbeda.
- Serotonin berperan dalam meregulasi suasana hati menjadi lebih stabil dan mengurangi kecemasan.
- Dopamin berperan dalam memberikan rasa senang dan motivasi.
- Oksitosin adalah hormon cinta yang muncul saat kita berinteraksi secara positif dengan orang lain. Oksitosin membantu meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat ikatan sosial dan emosional dengan orang lain.
- Endorfin, hormon yang memiliki efek meredakan rasa sakit secara alami sehingga membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa bahagia.
Bagaimana Pelukan Bisa Memberikan Ketenangan dan Kenyamanan?
Ilustrasi orang berpelukan/Foto: Freepik.com/freepik
Saat seseorang mendapat pelukan atau belaian, sentuhan itu mengaktifkan jaringan neuron sensorik di kulit yang disebut C-taktil aferen. Setelah mendapat rangsangan, reseptor tersebut kemudian memberi tahu otak untuk melepaskan oksitosin, mengurangi kortisol, dan meningkatkan dopamin.
Ada beberapa bukti lain bahwa berpelukan juga dapat mengurangi rasa sakit. Berpelukan mengaktifkan dua komponen penting dalam tubuh yaitu opioids endogen dan endokannabinoid.
Keduanya, menurut Dr. Rabin, adalah molekul pereda nyeri alami yang ampuh dalam tubuh. Endokannabinoid juga dikenal karena kemampuannya melawan peradangan dan meningkatkan ketahanan terhadap stres.
Berapa Banyak Pelukan yang Dibutuhkan Orang dalam Sehari?
Ilustrasi orang berpelukan/Foto: Freepik.com/freepik
Pelukan bagi sebagian orang adalah bentuk cinta dan kebutuhan mereka untuk bertahan hidup. Seorang terapis keluarga, Virginia Satir membeberkan tentang banyaknya pelukan yang biasa orang butuhkan dalam sehari.
"Kita membutuhkan 4 pelukan sehari sebagai penawar depresi, 8 pelukan sehari untuk kestabilan mental, dan 12x pelukan untuk pertumbuhan psikologis," kata Satir, mengutip Huffpost. Kok banyak banget sampai 12x pelukan dalam sehari? Meskipun terdengar banyak, itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.
Terus, berapa lama pelukan yang benar-benar bisa memberikan ketenangan? Pelukan selama 10-20 detik dinilai sudah cukup untuk melepaskan hormon oksitosin yang membuat tubuh merasa lebih baik.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!