Kenapa Orang Jepang Sering Membungkuk Ketika Menyapa? Ternyata Ada Aturannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 15 Sep 2026 08:30 WIB
Sejarah Membungkuk di Jepang
Sejarah Membungkuk di Jepang/Foto: Magnific

Beauties, pernah lihat orang Jepang membungkuk saat menyapa? Mungkin kamu langsung berpikir, “Kenapa harus membungkuk segala?”

Ternyata, gerakan ini bukan sekadar kebiasaan. Orang Jepang sering membungkuk sebagai cara untuk menunjukkan rasa hormat, terima kasih, meminta maaf, hingga menyapa orang lain. Dilansir dariJapan Wanderlust, membungkuk bahkan menjadi salah satu gestur paling dasar dalam etika Jepang.

Mengapa Orang Jepang Sering Membungkuk?

Alasan Orang Jepang Sulit Membungkuk/Foto: Magnific

Coba perhatikan saat seseorang menyapa temannya di Jepang. Tidak selalu ada jabat tangan atau pelukan. Anggukan kecil saja sudah bisa menjadi bentuk salam.

Dalam situasi yang lebih formal, gerakannya tentu berbeda. Misalnya saat bertemu pelanggan, atasan, atau orang yang lebih senior.

Semakin dalam membungkuk, biasanya semakin tinggi tingkat penghormatan yang ingin ditunjukkan. Gerakan ini juga bisa menjadi semacam tone marker dalam komunikasi.

Ada beberapa makna yang bisa disampaikan lewat ojigi (membungkuk dalam bahasa Jepang). Mulai dari menyapa, berterima kasih, meminta maaf, sampai menunjukkan kerendahan hati.

Budaya ini juga berkaitan dengan reigi (tata krama atau etika). Karena itu, membungkuk bukan sekadar gerakan tubuh.

Buat wisatawan, kamu sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Membungkuk ringan atau mengangguk kecil biasanya sudah cukup sopan. Kamu juga bisa membalas ketika seseorang membungkuk kepadamu.

Sejarah Membungkuk di Jepang

Sejarah Membungkuk di Jepang/Foto: Magnific

Ternyata, budaya membungkuk di Jepang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Menurut sumber Japan Wanderlust, praktik ini berkembang sejak periode Asuka sekitar 538–710 Masehi.

Pada masa tersebut, para biksu Buddha membawa ritual membungkuk dari Tiongkok dan Korea. Awalnya, gerakan tersebut berkaitan dengan penghormatan dalam praktik keagamaan.

Memasuki periode Nara dan Heian, sekitar 710–1185, penggunaannya mulai meluas. Membungkuk kemudian menjadi bagian dari protokol sosial.

Pada periode Kamakura, budaya samurai membuat aturan membungkuk semakin terstruktur. Gerakannya mulai menunjukkan hubungan hierarki dan posisi sosial.

Aturan tersebut semakin ketat pada periode Edo, yaitu 1603–1868. Ada tiga tingkat membungkuk yang digunakan untuk menunjukkan perbedaan status sosial.

Masyarakat juga menggunakan gestur berbeda saat berhadapan dengan orang yang sederajat, atasan, hingga penguasa feodal. Tradisi tersebut kemudian tetap bertahan setelah Jepang memasuki era Meiji.

Kini, bentuknya memang lebih sederhana. Namun, fungsi dasarnya masih sama, yaitu menunjukkan rasa hormat, terima kasih, permintaan maaf, dan salam.

Jenis dan Aturan Membungkuk Ala Orang Jepang

Jenis dan Aturan Ojigi/Foto: Magnific

Nah, bagian ini yang sering bikin wisatawan bingung. Memangnya membungkuk ada tingkatannya? Jawabannya ada, ya, Beauties! Dilansir dari Japan Wanderlust ada tiga jenis utama:

1. Eshaku — sekitar 15 derajat

Ini merupakan bentuk membungkuk yang paling santai. Biasanya digunakan saat menyapa kenalan atau dalam interaksi sehari-hari.

2. Keirei — sekitar 30 derajat

Gerakan ini lebih formal. Keirei umum digunakan dalam situasi bisnis, perkenalan resmi, atau saat berbicara dengan orang yang lebih senior.

3. Saikeirei — sekitar 45 derajat

Ini merupakan bentuk membungkuk yang paling dalam di antara ketiganya. Biasanya digunakan untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi, permintaan maaf serius, atau rasa terima kasih yang mendalam.

Jadi, jangan asal membungkuk sedalam-dalamnya, ya. Situasi menentukan jenis ojigi yang tepat.

Apakah Ada Perbedaan untuk Perempuan dan Pria?

Perbedaan Ojigi/Foto: Magnific

Ternyata, ada juga perbedaan tradisional antara cara perempuan dan pria melakukan ojigi. Perbedaannya terutama terlihat dari posisi tangan dan kaki.

Perempuan secara tradisional meletakkan kedua tangan di depan tubuh atau di sekitar paha. Laki-laki biasanya membiarkan kedua tangan berada di samping tubuh.

Posisi kaki juga berbeda. Perempuan cenderung berdiri dengan kaki lebih rapat. Sementara itu, pria biasanya berdiri dengan kaki selebar bahu.

Dalam tradisi lama, perempuan juga dapat membungkuk sedikit lebih dalam untuk menunjukkan tingkat penghormatan yang sama.

Namun, aturan tersebut kini mulai berubah. Dalam lingkungan profesional modern, banyak tempat menggunakan standar membungkuk yang sama untuk pria dan perempuan.

Jadi, kalau suatu saat kamu berkunjung ke Jepang, tidak perlu takut salah gerakan. Perhatikan situasinya, ikuti gestur orang lain, lalu balas dengan membungkuk secara natural.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE