Keseringan Scrolling Sosmed? Ini 6 Tanda Brain Rot yang Bikin Otak Makin Tumpul

Maura Valysha Carmelie | Beautynesia
Kamis, 15 Jan 2026 10:30 WIB
1. Fokus Hilang dan Mudah Teralihkan
Brain rot menurut para ahli ditandai dengan turunnya fokus akibat doomscrolling. Bahaya brain rot ini bikin otak sulit berkonsentrasi setelah scrolling sosmed berlebihan/Foto: freepik.com/wayhomestudio

Beauties, pernah nggak kamu merasa sehabis scrolling Instagram, TikTok, atau video singkat lainnya selama berjam-jam, tiba-tiba otak berasa berkabut, konsentrasi hilang, atau malah seperti nggak bisa berpikir panjang lagi? Itu bukan hanya perasaan saja!

Fenomena ini punya nama: brain rot. Ini bisa terjadi karena kebiasaan scrolling media sosial yang berlebihan. Istilah brain rot bahkan masuk Oxford Word of the Year 2024 sebagai refleksi global dari perubahan konsumsi konten cepat di era digital. 

Menurut berbagai studi riset, kebiasaan scroll tanpa henti, doomscrolling, dan paparan konten digital berkualitas rendah bisa menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, rentang perhatian yang makin pendek, serta mental fog yang buat fokus dan produktivitas menurun. Nah, biar kamu bisa cek diri sendiri sebelum otak makin “terbakar”, berikut 6 tanda brain rot yang wajib Beauties tahu. Yuk, simak sampai akhir!

1. Fokus Hilang dan Mudah Teralihkan

Brain rot menurut para ahli ditandai dengan turunnya fokus akibat doomscrolling. Bahaya brain rot ini bikin otak sulit berkonsentrasi setelah scrolling sosmed berlebihan/Foto: freepik.com/wayhomestudio

Kalau Beauties sering merasa susah buat fokus baca teks panjang, nonton video panjang, atau bahkan memikirkan hal serius, itu bisa jadi salah satu tanda brain rot. Menurut Revere Health, konsumsi konten pendek terus-menerus membuat otak terbiasa pada reward cepat dan dampak negatifnya adalah rentang perhatian yang makin pendek. 

Studi yang dilakukan Poles, A. (2025) menunjukkan konsumsi media sosial yang berat dapat menyebabkan stimulasi berlebihan dan penurunan kontrol kognitif, sehingga kemampuan fokus jangka panjang menurun.

2. Cepat Bosan & Gampang Beralih Topik

Salah satu penyebab brain rot adalah paparan konten pendek nonstop. Menurut ahli, kebiasaan ini menurunkan daya tahan fokus dan mempercepat kebosanan/Foto: freepik.com/cookie_studio

Beauties pernah nggak nonton 30 detik TikTok dan langsung skip karena “bosan”? Menurut penelitian Yousef, A. dkk (2025), otak yang terlalu sering menerima konten cepat bisa kehilangan kemampuan untuk bertahan di satu topik atau tugas yang panjang. Ini mirip dengan gejala attention fatigue di mana otak terlalu sering beralih fokus sehingga jadi lelah.

3. Kesulitan Menyimpan & Mengingat Informasi

Dampak brain rot pada memori muncul saat otak terbiasa scrolling cepat. Ahli menyebut konsumsi konten dangkal bisa mengganggu kemampuan menyimpan informasi/Foto: freepik.com/8photo

Salah satu efek yang dikaitkan dengan brain rot adalah gangguan memori jangka pendek dan jangka panjang, terutama saat otak terbiasa mencari kepuasan instan dari konten yang mudah dan dangkal. Ini mirip temuan penelitian Poles, A. (2025) yang menunjukkan bahwa terlalu banyak screen time bisa menyebabkan fragmentasi memori dan kesulitan konsolidasi informasi penting.

4. Selalu Cek Notifikasi & Reward Loop Dopamin

Doomscrolling adalah pola scroll tanpa henti yang memicu ketergantungan dopamin. Menurut para ahli, ini termasuk bahaya brain rot yang paling umum/Foto: freepik.com/stockking

Menurut Inspira Health, penggunaan sosial media yang terus-menerus memicu sistem reward di otak. Setiap swipe, like, atau video baru memberikan dopamine hit kecil yang buat kita susah berhenti. Lama-lama otak jadi terbiasa pada stimulus cepat ini, dan kualitas perhatian atau pemrosesan info yang lebih mendalam jadi menurun.

5. Perasaan “Kabut Otak” atau Mental Fog

Brain rot menurut para ahli sering memunculkan mental fog akibat overstimulasi digital. Salah satu dampak brain rot adalah pikiran terasa lambat dan tidak jernih/Foto: freepik.com/8photo

Brain rot sering digambarkan sebagai perasaan “kabut di kepala” setelah terlalu lama scrolling, di mana otak terasa berat, pikiran melambat, atau susah mikir jernih. Inspira Health menjelaskan bahwa paparan konten cepat tanpa jeda istirahat bisa memicu mental fatigue yang nyata, membuat produktivitas turun dan penilaian jadi kurang tajam.

6. Kesulitan Menyelesaikan Tugas Serius

Dampak negatif scroll TikTok yang berlebihan dapat melemahkan fungsi eksekutif otak. Ini menjadi penyebab brain rot yang bikin produktivitas menurun/Foto: freepik.com/wayhomestudio

Kalau Beauties merasa sangat sulit menyelesaikan tugas yang butuh konsentrasi tinggi (misalnya belajar, menulis, kerja panjang) setelah berjam-jam scrolling, itu termasuk gejala umum brain rot. Menurut review jurnal Yousef, A. dkk (2025), konsumsi konten digital berlebihan menghambat fungsi eksekutif otak, seperti perencanaan, pengambilan keputusan, dan kontrol diri.

Kalau Beauties merasa banyak dari tanda-tanda di atas cocok dengan pengalamanmu, bisa jadi itu saatnya mulai menerapkan kebiasaan digital detox, misalnya batasi screen time, pilih konten berkualitas, atau sisihkan waktu tanpa gadget setiap hari.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang dapat ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE