Kisah Inspiratif Alysa Liu, Gen Z Peraih Emas di Winter Olympics Milano Cortina 2026

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Selasa, 24 Feb 2026 14:00 WIB
Lahir dari Keluarga yang Tak Biasa
Kisah inspiratif Alysa Liu. Alysa Liu lahir dari keluarga yang tak biasa/Foto: instagram.com/alysaxliu

Alysa Liu tengah mencuri perhatian di media sosial. Di usia yang sangat muda yaitu 16 tahun, ia sudah mencetak sejarah untuk Amerika Serikat atas kemenangannya dengan meraih medali emas di Winter Olympics Milano Cortina 2026. Ia menjadi simbol kebangkitan generasi baru atlet muda.

Kisah hidup Alysa Liu begitu menarik untuk diikuti. Di balik prestasinya yang gemilang, ada kisah tentang tekanan, pencarian jati diri, bahkan keberanian untuk mengambil keputusan besar yang mungkin tidak semua orang bisa lakukan. 

Lahir dari Keluarga yang Tak Biasa

Kisah inspiratif Alysa Liu. Alysa Liu lahir dari keluarga yang tak biasa/Foto: instagram.com/alysaxliu

Latar belakang keluarga Alysa Liu bisa dibilang tidak biasa dan jarang disorot publik. Ayah Alysa, Arthur Liu, memilih menjadi ayah tunggal melalui proses surrogacy (ibu pengganti). Ia memiliki beberapa anak melalui donor sel telur dan ibu pengganti anonim. 

Melansir dari laman Slate, keputusan menjadi ayah tunggal tersebut dilakukan dengan teknologi reproduksi modern yang masih relatif jarang, terutama bagi pria lajang, Beauties. Keluarga menjadi bagian penting dalam hidup Alysa. Keluarganya hadir dan merayakan bersama kemenangannya.

Anak Ajaib dan Keputusan Pensiun

Kisah inspiratif Alysa Liu. Anak ajaib dan keputusan pensiun karena burnout/Foto: instagram.com/alysaxliu

Alysa Liu kerap dijuluki sebagai anak ajaib karena ia memulai skating sejak usia 5 tahun, ia menunjukkan bakat yang luar biasa dan membuatnya menjadi juara nasional termuda AS pada usia 13 tahun. Mengutip laman RUSSH, ia pernah menyebut masa kecilnya “sangat tidak normal” karena di usia remaja sudah berlatih setiap hari, latihan di asrama, dan hidup hampir sepenuhnya berolahraga. Di usianya yang masih muda, ia memikul beban yang sangat berat dengan tekanan dan ekspektasi banyak orang untuk sebuah kemenangan.

Setelah tampil di Olimpiade Musim Dingin 2022 dengan meraih medali perunggu di World Figure Skating Championships 2022, Alysa membuat keputusan yang mengejutkan dunia. Di usia 16 tahun ia mengumumkan pensiun dini dari figure skating. Bukan karena cedera, tetapi karena burnout atau kelelahan mental. Ia ingin merasakan hidup sebagai remaja biasa, jauh dari tekanan kompetisi yang menuntunnya untuk memberikan penampilan terbaik.

Selama 2 tahun masa hiatus, Alysa fokus pada kehidupan di luar skating dan sorotan media yang kala itu sangat tidak disukainya. Alysa mulai menjalani kehidupan seperti remaja pada umumnya. Melansir dari The Guardian, ia mulai kuliah di UCLA dan mempelajari psikologi. Ia mendaki gunung di Himalaya bersama teman-temannya. 

Momen Comeback yang Berani

Kisah inspiratif Alysa Liu. Momen comeback yang berani, kebahagiaan jadi yang utama/Foto: instagram.com/alysaxliu

Pada tahun 2024, Alysa memutuskan untuk kembali berkompetisi. Namun, kali ini ia akan mengontrol penuh atas kariernya sendiri. Melansir dari The Guardian, Alysa ingin tampil lebih berani, ia memilih tim pelatih sendiri, kostum, musik sendiri, hingga penampilan, termasuk gaya rambut yang membuatnya unik. Ia juga mengurangi aktivitas di media sosial dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga. Ia mengeksplorasi hobi yang membuat ia terus berkembang, kreatif, dan merasa utuh menjadi diri sendiri, tak hanya sebagai atlet.

Momen comeback saat dirinya menjuarai Kejuaraan Dunia di Boston 2025 lalu, ia menjadi perempuan Amerika pertama yang memenangkan ajang tersebut sejak 2006. Hingga pada Olimpiade Musim Dingin 2026 yang juga tak berjalan mulus seperti adanya masalah hak cipta musik dan kostum yang tetap harus dihadapi. Namun, bagi Alysa, medali emas bukan menjadi tujuan utamanya saat itu, ia hanya ingin masuk tim Olimpiade dan menampilkan seni skating-nya. 

Comeback Alysa bukan hanya karier tetapi menjadi dirinya yang baru. Ia lebih sadar diri, lebih protektif pada ruang pribadinya, dan berkomitmen untuk terus bahagia. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan yang ia temukan kembali jauh lebih penting daripada gelar apapun. Comeback-nya jadi bukti bahwa kegembiraan bisa menjadi kekuatan daripada harus tertekan.

Kisah Alysa tak hanya sekedar perjalanan atlet muda yang luar biasa. Ada kebahagiaan diri dan kesehatan mental yang harus jadi prioritas, tak perlu memikirkan tekanan dan pandangan dari banyak orang, yang pasti menikmati setiap proses dan hasil akhir bisa mengikuti. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE