sign up SIGN UP

Kontroversi Drama Korea Snowdrop Berdampak pada Rating 'Anjlok' Hingga Ditinggal Sponsor

Sierra Muktisari | Beautynesia
Selasa, 28 Dec 2021 11:00 WIB
Kontroversi Drama Korea Snowdrop Berdampak pada Rating 'Anjlok' Hingga Ditinggal Sponsor
Jakarta -

Drama Korea Snowdrop telah memulai penayangan perdananya sejak Sabtu, (18/12) lalu. Drama yang dibintangi Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In ini menjadi salah satu drama yang paling dinantikan para penggemar, terlebih karena proyek ini menjadi proyek pertama Jisoo BLACKPINK di mana ia mendapat peran utama.

Sayangnya, jauh sebelum penayangan resmi Snowdrop pun, serial yang satu ini telah menuai beberapa kontroversi yang membuat masyarakat Korea Selatan menyuarakan protes, bahkan hingga membuat petisi yang meminta agar Snowdrop tak ditayangkan. Di lain sisi, banyak juga pencinta drama Korea yang tetap ingin menyaksikan Snowdrop.

Reaksi yang beragam tersebut akhirnya terjawab ketika JTBC selaku rumah produksi Snowdrop tetap menayangkan drama Korea tersebut melalui saluran resminya dan juga platform streaming Disney+ Hotstar.

Dinilai sebagai Distorsi Sejarah

Petisi dilayangkan untuk menghentikan penayangan serial Snowdrop dan telah ditandatangani lebih dari 200 ribu orang pada Senin, (20/12) seperti melansir Allkpop. Snowdrop dianggap sebagai drama yang mendistorsi sejarah Korea Selatan.

Sebagai gambaran singkat, Korea Selatan memiliki sejarah pemerintahan kediktatoran militer di tahun 70-an-80-an dan banyak orang baik yang menjadi korban saat itu. Sejumlah pelajar dan orang dewasa bergabung dengan gerakan pro-demokrasi dan ANSP (Badan Perencanaan Keamanan Nasional), membunuh banyak orang tak bersalah dengan tuduhan komunis seperti melansir Allkpop.

Adegan di drama Korea SnowdropAdegan di drama Korea Snowdrop/ Foto: twitter.com/kdramassential

Pada episode perdana Snowdrop, terdapat perempuan yang tinggal di asrama, secara keliru menyelamatkan mata-mata pria dari gerakan pro-demokrasi. Selanjutnya, ketika salah seorang pemimpin laki-laki dari Badan Perencanaan Keamanan Nasional mengejar mata-mata yang diperankan oleh pemeran utama pria, dalam adegan tersebut, dimainkan sebuah lagu bersejarah yang digunakan untuk melambangkan gerakan pro-demokrasi Korea Selatan.

Jung Hae In di SnowdropJung Hae In di Snowdrop/ Foto: instagram.com/jtbcdrama

Terlebih, karakter yang diperankan Jung Hae In bernama Soo Ho merupakan sosok mata-mata yang menyamar sebagai mahasiswa. Hal tersebut dinilai menjadi sebuah pencemaran terhadap para demonstran yang meninggal pada Gerakan Demokrasi di tahun 80-an.

Respon JTBC dan Staff Produksi Terkait Snowdrop

Meski banyak petisi dilayangkan untuk menghentikan penayangan Snowdrop, JTBC dan staff produksi lainnya tetap memberi penjelasan bahwa Snowdrop tidak mendistorsi sejarah Korea di masa lalu. Melainkan, drama ini mengusung dark romance serta 'menyindir' situasi politik Korea Selatan pada tahun 1980-an di bawah pemerintahan otoriter.

Selain itu, pihak mereka menjelaskan kalau Snowdrop lebih berfokus pada romansa antara tokoh utama pria dan perempuan, dengan latar sejarah untuk keperluan drama, selebihnya hanya sebuah karangan fiksi belaka seperti melansir Newsen.

Para pemeran di drama Korea SnowdropPara pemeran di drama Korea Snowdrop/ Foto: soompi.com

Melansir Allkpop, salah satu staff produksi memberi pandangan melalui salah satu wawancara, bahwa mereka membuat plot cerita Snowdrop dengan mengingat agen NSA (Otoritas Keamanan Nasional di Korea Selatan) juga orang biasa.

Ada beberapa adegan yang menyindir pemerintah saat itu, tetapi tidak digambarkan sebagai orang yang sangat jahat. Di bagian akhir serial ini, ada adegan yang terkait dengan insiden tahun 1998 tanpa penggambaran negatif yang kuat tentang NSA.

Akibat keterangan dari potongan wawancara tersebut, masyarakat Korea justru makin mengecam penayangan drama Korea Snowdrop.

(sim/sim)

Our Sister Site

mommyasia.id