Kostum Halloween Anak Ini Dicap Rasis oleh Netizen, Kenapa?

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Senin, 31 Aug 2026 14:00 WIB
Jual Kostum Halloween Rasis untuk Anak-anak, Supermarket Ini Tuai Kritik / Foto: instagram.com/scholarshipcollegemama

Menjelang bulan Oktober, masyarakat Amerika Serikat semangat mempersiapkan perayaan Halloween, Beauties. Sebagian orang totalitas mempersiapkan kostumnya dari beberapa bulan sebelum Oktober agar tampil sempurna sesuai karakter pilihannya. Sebagian orang lainnya memilih untuk pakai kostum instan yang tersedia di supermarket.

Baru-baru ini, perusahaan Target tuai kritikan lantaran penjualan kostum Halloween untuk anak-anak yang kontroversial. Melansir dari NPR, kostum yang dijual dengan nama "Kids' Glows Under Blacklight Circus Clown Halloween Costume' itu menyerupai pakaian badut sirkus dengan warna hitam-oranye. Kostum juga termasuk topi dan topeng bergambar senyum menyeringai dengan gigi-gigi besar. Sementara dalam promosinya, Target menampilkan anak kecil berkulit hitam mengenakan kostum tersebut.

Netizen pun berpendapat bahwa kostum dan gambar promosi itu mengingatkan pada karikatur dari pertunjukan minstrel era Jim Crow. Karikatur menanamkan stereotipe ke dalam budaya populer serta melegitimasi diskriminasi, segregasi, dan kekerasan rasial.

Usai viral dikecam, Target pun telah menghilangkan kostum kontroversialnya dari etalase penjualan. Mereka juga meminta maaf kepada publik karena telah menjual pakaian yang disebut-sebut membangkitkan karikatur rasis minstrel.

"Sebagai perusahaan, kami menyadari kesalahan kami dan kami sangat menyesal. Kostum tersebut menyinggung perasaan dan seharusnya tidak pernah menjadi bagian dari koleksi produk kami. Produk ini sudah tidak lagi dijual," bunyi pernyataan Target.

"Kami menyadari bahwa hal ini sangat menyakitkan bagi para tamu, anggota tim, dan mitra kami yang berkulit hitam. Menghapus kostum tersebut merupakan langkah awal yang penting, dan perusahaan sedang menelaah secara mendalam bagaimana hal ini bisa terjadi serta apa yang perlu diubah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali."

(dmh/dmh)