Latih Atasi Konflik, Ini 6 Kalimat Bijak Orang Tua saat Anak Bertengkar

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Rabu, 12 Aug 2026 18:00 WIB
“Perilaku buruk orang lain bukan alasan untuk perilakumu sendiri”
Kalimat bijak orang tua saat anak berantem/ Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Melihat anak-anak bertengkar, baik dengan saudara kandung di rumah, sepupu, maupun teman di sekolah, sering kali menguji kesabaran orang tua. Respons spontan kita biasanya langsung menjadi wasit yang datang untuk menentukan siapa yang salah lalu menjatuhkan hukuman.

Padahal, konflik adalah laboratorium pertama bagi anak untuk belajar bernegosiasi. Dibanding menentukan siapa yang benar, mengubah peran menjadi mediator yang netral akan jauh lebih mendidik untuk jangka panjang.

Dirangkum dari laman Hand in Hand Parenting dan Greater Good Science Center, berikut adalah 6 kalimat bijak yang bisa orang tua gunakan untuk melatih anak menyelesaikan konfliknya sendiri di berbagai situasi. Yuk, kita simak!

“Perilaku buruk orang lain bukan alasan untuk perilakumu sendiri”

Kalimat bijak orang tua saat anak berantem/ Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Saat anak membela diri dengan alasan, "Tapi dia duluan yang merebut mainanku!" atau "Dia duluan yang mengejek!", kalimat ini adalah rem terbaik. Kalimat ini melatih anak untuk berhenti saling menyalahkan dan merasa benar sendiri. Anak didorong untuk mulai bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

“Apakah itu salah satu aturan main kita?”

Kalimat bijak orang tua saat anak berantem/ Foto: Pexels/Anastasia Shuraeva

Ketika orang tua mengumpulkan anak-anak untuk bicara, emosi anak mungkin masih meluap-luap sehingga mereka mulai saling berteriak. Jangan ikutan marah, Beauties.

Ingatkan mereka pada kesepakatan awal (seperti tidak boleh memotong pembicaraan atau tidak boleh berteriak) dengan pertanyaan ini agar situasi kembali tenang. Melalui kalimat ini, anak akan belajar memahami aturan dasar dan menaatinya dengan baik.

“Bisa kamu ulangi apa yang baru saja dikatakan [nama teman/saudaranya] dan bagaimana perasaannya?”

Kalimat bijak orang tua saat anak berantem/ Foto: Pexels/Mikhail Nilov

Konflik sering kali terjadi terus-menerus karena anak hanya fokus pada egonya sendiri. Dengan meminta anak mengulang kalimat lawan bicaranya, mereka melatih kemampuan untuk mendengar aktif dan melaporkan secara akurat. Ini juga akan memicu rasa empati anak untuk melihat masalah dari sudut pandang orang lain.

“Apa solusi yang bisa kalian diskusikan bersama?”

Kalimat bijak orang tua saat anak berantem/ Foto: Pexels/Artempodrez

Alih-alih langsung memberikan jalan keluar instan (seperti menyita mainannya), lemparkan kembali masalahnya kepada mereka tanpa menghakimi. Kalimat ini akan mendorong anak untuk menggali lebih dalam cara mereka memecahkan masalah dengan mencoba dan melihat hasilnya. Ketika anak-anak diajak berpikir untuk mencari solusi bersama, mereka biasanya akan jauh lebih berkomitmen untuk mematuhinya.

“Kamu hebat bisa bicara dengan jelas saat kamu sedang kesal”

Kalimat bijak orang tua saat anak berantem/ Foto: Pexels/Anna Shvets

Jangan hanya hadir saat mereka sedang berteriak. Ketika konflik sudah mereda dan mereka berhasil menahan diri untuk tidak memukul atau mengejek, berikan apresiasi. Pujian spesifik ini akan memotivasi mereka untuk mempertahankan perilaku tenang tersebut di kemudian hari.

“Setiap lingkungan dan situasi punya kondisi yang berbeda, kita harus menghargainya”

Kalimat bijak orang tua saat anak berantem/ Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Kalimat ini sangat berguna saat anak protes membanding-bandingkan aturan, misalnya: "Kenapa kakak boleh pulang sore sedangkan aku tidak?" atau "Kenapa di rumah teman boleh main game sepuasnya?". Ini membantu anak paham bahwa perbedaan perlakuan atau aturan terjadi karena menyesuaikan situasi, tingkat usia, dan tempatnya berada, bukan karena ketidakadilan.

Beauties, mempraktikkan metode mediasi ini memang membutuhkan waktu ekstra di awal. Namun, ini adalah investasi agar anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu menyelesaikan masalah dengan siapa pun mereka berinteraksi nantinya. 

Hubungan yang sehat bukanlah hubungan yang sepi dari konflik, melainkan hubungan yang tahu bagaimana cara menyelesaikan perbedaan secara bijak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE