Masih Terasa Lelah, 5 Tanda yang Tunjukkan Me Time Kamu Belum Efektif

Norma Rini | Beautynesia
Minggu, 30 Aug 2026 20:00 WIB
2. Kamu Mengorbankan Waktu Tidur demi Me Time
Perempuan sedang menonton serial hingga larut malam sambil terlihat mengantuk/Foto: pexels.com/https://kaboompics.com

Beauties, pernah nggak kamu sengaja meluangkan waktu untuk me time, tetapi setelah selesai justru masih merasa capek, gelisah, atau bahkan semakin kehilangan energi?

Misalnya, kamu menghabiskan waktu berjam-jam scrolling media sosial, menonton drama sampai larut malam, atau rebahan seharian. Sekilas aktivitas itu memang terasa menyenangkan karena memberikan jeda dari rutinitas. Namun, ketika harus kembali bekerja atau menjalani aktivitas keesokan harinya, tubuh dan pikiran tetap terasa lelah.

Kalau pernah mengalaminya, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengira me time berarti melakukan apa pun yang disukai. Padahal, menurut psikologi, me time yang benar bukan hanya memberikan rasa senang sesaat, tetapi juga membantu memulihkan energi fisik dan emosional.

Psikolog klinis Dr. Saundra Dalton-Smith, penulis buku Sacred Rest, menjelaskan bahwa rasa lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Seseorang juga bisa mengalami kelelahan emosional, sosial, mental, bahkan sensorik. Karena itu, jenis istirahat yang dibutuhkan setiap orang belum tentu sama.

Selain itu, American Psychological Association (APA) menyebutkan bahwa pemulihan dari stres membutuhkan aktivitas yang benar-benar membantu tubuh dan pikiran keluar dari tekanan, bukan sekadar mengalihkan perhatian untuk sementara.

Artinya, jika setelah me time kamu masih merasa kosong, mudah emosi, atau tidak bersemangat, mungkin yang perlu diperbaiki bukan durasi me time-mu, melainkan cara kamu menghabiskannya. Nah, berikut beberapa tanda bahwa me time yang kamu lakukan belum benar-benar efektif menurut psikologi. Simak!

1. Me Time-mu Selalu Diisi dengan Scroll Media Sosial

Ilustrasi perempuan sedang scrolling media sosial di tempat tidur/Foto: pexels.com/cottonbro

Beauties, tidak ada yang salah dengan membuka media sosial untuk mencari hiburan. Namun, jika hampir seluruh waktu me time dihabiskan untuk scrolling tanpa tujuan, aktivitas ini justru bisa membuat otak tetap bekerja.

Saat membuka media sosial, otak terus menerima berbagai informasi, mulai dari berita, video pendek, komentar, hingga unggahan orang lain. Akibatnya, otak tetap aktif memproses rangsangan baru meski tubuh sedang beristirahat.

Menurut American Psychological Association, paparan informasi yang terus-menerus dapat meningkatkan beban mental dan membuat seseorang lebih sulit merasa benar-benar rileks, terutama ketika media sosial memicu kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Kalau setelah satu jam scrolling kamu justru merasa semakin lelah atau suasana hati memburuk, bisa jadi itu tanda bahwa aktivitas tersebut belum memberikan pemulihan yang benar-benar dibutuhkan oleh pikiranmu.

Sesekali, cobalah mengganti waktu scrolling dengan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca buku, berjalan santai, atau sekadar menikmati suasana tanpa distraksi dari layar.

2. Kamu Mengorbankan Waktu Tidur demi Me Time

Perempuan sedang menonton serial hingga larut malam sambil terlihat mengantuk/Foto: pexels.com/https://kaboompics.com

Setelah seharian bekerja atau mengurus berbagai aktivitas, malam hari sering menjadi satu-satunya waktu yang terasa benar-benar milik sendiri. Tidak sedikit orang yang sengaja tidur lebih larut demi menikmati me time.

Fenomena ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination, yaitu kebiasaan menunda waktu tidur untuk mendapatkan kembali waktu luang yang terasa hilang sepanjang hari.

Menurut para ahli di Sleep Foundation, kebiasaan ini memang bisa memberikan kepuasan sesaat karena seseorang merasa akhirnya memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kurang tidur justru meningkatkan risiko kelelahan, sulit berkonsentrasi, suasana hati memburuk, hingga produktivitas menurun.

Beauties, me time seharusnya membuat tubuh lebih segar, bukan malah mengurangi waktu istirahat yang sangat dibutuhkan. Jika setiap pagi kamu bangun dengan tubuh yang semakin lelah setelah "me time" semalaman, mungkin sudah saatnya mencari cara lain untuk mengisi waktu bagi diri sendiri tanpa mengorbankan kualitas tidur.

3. Saat Me Time, Kamu Masih Memikirkan Pekerjaan

Perempuan sedang duduk sendirian di sofa, tetapi masih sibuk memikirkan pekerjaan/Foto: pexels.com/Ron Lach

Beauties, apakah kamu pernah merasa sedang menikmati waktu sendiri, tetapi pikiran justru terus memikirkan pekerjaan yang belum selesai?

Misalnya, kamu masih mengecek email kantor, membalas chat pekerjaan, atau terus memikirkan tugas yang harus dikerjakan besok. Akibatnya, tubuh memang sedang beristirahat, tetapi otak tidak pernah benar-benar mendapatkan jeda.

Menurut American Psychological Association (APA), proses pemulihan dari stres membutuhkan psychological detachment, yaitu kemampuan untuk melepaskan diri sementara dari tuntutan pekerjaan. Ketika pikiran terus dipenuhi urusan kantor, tubuh akan lebih sulit memasuki kondisi rileks yang dibutuhkan untuk memulihkan energi.

Jika me time masih diisi dengan memikirkan deadline atau pekerjaan yang belum selesai, jangan heran jika rasa lelah tetap bertahan. Sesekali, cobalah membuat batas yang jelas antara waktu bekerja dan waktu untuk diri sendiri.

4. Kamu Memilih Aktivitas yang Sebenarnya Tidak Mengisi Energi

Perempuan berkumpul dengan teman meski tampak kelelahan/Foto: pexels.com/Wolrider YURTSEVEN

Kebanyakan orang menganggap me time harus selalu dihabiskan dengan pergi ke kafe, berbelanja, atau berkumpul bersama teman. Padahal, belum tentu aktivitas tersebut benar-benar membuatmu merasa lebih segar.

Menurut psikolog klinis Dr. Saundra Dalton Smith, setiap orang memiliki kebutuhan istirahat yang berbeda. Ada yang membutuhkan social rest, yaitu beristirahat dari interaksi sosial, sementara yang lain justru memperoleh energi ketika menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

Artinya, me time yang efektif bukan mengikuti tren atau kebiasaan orang lain, melainkan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh diri sendiri.

Jika setelah pulang dari suatu kegiatan kamu justru merasa lebih lelah, mudah marah, atau ingin menyendiri lebih lama, mungkin aktivitas tersebut bukanlah bentuk me time yang paling sesuai untukmu.

Beauties, sesekali cobalah bertanya pada diri sendiri, "Aktivitas apa yang benar-benar membuatku merasa lebih tenang dan berenergi?" Jawaban setiap orang bisa saja berbeda, dan itu adalah hal yang wajar.

5. Setelah Me Time, Kamu Tetap Tidak Merasa Lebih Baik

Ilustrasi perempuan masih merasa lelah kesokan harinya meski sudah me time/Foto: pexels.com/Keira Burton

Tanda paling jelas bahwa me time belum efektif adalah ketika tidak ada perubahan pada kondisi fisik maupun emosional setelah melakukannya.

Mungkin kamu sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk diri sendiri, tetapi tetap merasa mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, tidak bersemangat, atau bahkan semakin lelah.

Tujuan utama me time bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan membantu tubuh dan pikiran kembali ke kondisi yang lebih seimbang. Penting untuk sesekali mengevaluasi apakah aktivitas yang kamu lakukan benar-benar membuatmu merasa lebih baik.

Bentuk self-care yang efektif seharusnya membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan mendukung kesehatan fisik maupun mental dalam jangka panjang. Self-care juga tidak harus mahal atau rumit. Tidur yang cukup, berjalan kaki, membaca buku, menulis jurnal, atau melakukan hobi sederhana pun bisa memberikan manfaat jika sesuai dengan kebutuhan diri.

Beauties, jangan terpaku pada anggapan bahwa me time harus selalu terlihat produktif atau mengikuti apa yang sedang tren di media sosial. Me time yang efektif adalah waktu yang benar-benar membuatmu merasa lebih tenang, lebih segar, dan siap menjalani aktivitas dengan energi yang kembali terisi.

Jadi, kalau selama ini kamu merasa sudah sering me time tetapi tetap kelelahan, mungkin bukan durasinya yang perlu ditambah, melainkan cara kamu menghabiskan waktu tersebut yang perlu dipertanyakan.

Coba kita tanyakan kepada diri sendiri, sebenarnya aktivitas apa yang sebenarnya benar-benar kita inginkan dan bisa recharge energi baik fisik dan mental.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE