Mencegah Panic Buying, Supermarket di Dunia Batasi Pembelian

Astari Dewi Larasati | Beautynesia
Selasa, 24 Mar 2020 10:00 WIB
Mencegah Panic Buying, Supermarket di Dunia Batasi Pembelian
https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/0456746048938d8dae31a8f9c7f09767.jpeg
Wabah virus corona yang menyebar ke belahan dunia, membuat beberapa negara melakukan lockdown dan gerakan stay at home. Dengan adanya hal ini membuat orang-orang memborong barang dengan jumlah yang banyak atau biasa disebut panic buying.

Panic buying adalah istilah saat orang membeli barang dengan jumlah yang sangat banyak. Hal ini bisa kamu buktikan akhir-akhir ini. Dengan menyebarnya virus corona di dunia, membuat beberapa negara memutuskan untuk lockdown seperti Italia.
 


Adapula gerakan stay at home seperti yang dilakukan Indonesia. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran virus corona dan demi keselamatan serta kesehatan banyak orang. Namun hal ini juga menimbulkan dampak yang cukup besar lho.
 


Karena orang-orang sudah dibatasi untuk keluar rumah, mereka justru membeli barang dengan jumlah yang banyak. Kebanyakan barang yang dibeli adalah sembako, frozen food, tisu, hingga hand sanitizer.
 


Foto: Istimewa

Hal ini pun berdampak kepada jumlah stok barang yang tadinya cukup untuk semua orang menjadi sangat menipis. Sehingga enggak semua orang dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Justru orang yang sangat membutuhkan menjadi susah mendapatkan barang.
 


Oleh karena itu, supermarket dari berbagai belahan dunia memutuskan untuk membatasi pembelian tiap barangnya. Seperti pengecer makanan di Inggris, Tesco, Ocado, dan Sainsbury’s mengeluarkan kebijakan tersebut.
 


Foto: Istimewa

Hal yang serupa juga diterapkan beberapa supermarket di Amerika Serikat dan Australia. Mereka mengaku pembelian paling cepat habis saat ini adalah kertas toilet, sabun hingga susu kemasan. Mereka memutuskan untuk membatasi pembelian masing-masing produk hanya dua per pelanggan.
 


Sementara Tesco membatasi seluruh produk dan hanya memperbolehkan pembelian maksimal tiga produk per pelanggan. Sedangkan Senada supermarket asal Jerman hanya memperbolehkan pembelian maksimal empat produk per pelanggan.
 


Foto: Istimewa

Supermarket Saindbury’s akan menutup gerai pizza serta daging untuk dijadikan gudang demi menampung produk yang mendesak. Mereka juga membuat kebijakan hanya melayani pelanggan lanjut usia di jam-jam yang sudah ditentukan dan mendapat prioritas akses pengiriman online.
 


Mereka juga berharap agar masyarakat berbelanja dengan jumlah yang sewajarnya untuk membantu menjaga ketersediaan stok barang untuk semua orang. Selain itu, ada kebijakan baru yaitu, antrian virtual.
 


Foto: Istimewa

Biasanya, antrian bisa hampir selama dua jam. Namun karena antri menjadi hal yang sebaiknya dihindari saat social distancing, antrian virtual pun diberlakukan. Ada juga gerai yang melayani pemesanan via telepon, bagi orang yang enggak punya akses internet.
 


(arm2/arm2)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.