Mengapa Tanggal Bulan Ramadan Selalu Maju Setiap Tahun? Ini Penjelasannya

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 18 Feb 2026 09:00 WIB
Mengapa Tanggal Bulan Ramadan Selalu Maju Setiap Tahun? Ini Penjelasannya
Alasan kenapa tanggal Ramadan selalu maju setiap tahun/ Foto: Unsplash.com/Rumman Amin

Bulan Ramadan sudah di depan mata, akan dilaksanakan mulai Kamis, 19 Februari 2026. Umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh ampunan dan keberkahan ini. Namun, pernahkah kamu bertanya, kenapa tanggal puasa selalu berbeda-beda setiap tahunnya?

Kalau diperhatikan, awal Ramadan selalu maju sekitar 10 atau 12 hari lebih awal setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena penanggalan dalam Islam menggunakan kalender Hijriah, sehingga penanggalannya tidak pernah sama jika dilihat dari kalender Masehi.

Lantas, apa kaitannya dengan kalender yang digunakan tersebut? Dilansir dari detikHikmah, berikut rangkuman informasinya.

Alasan Puasa Ramadan Terus Maju Setiap Tahun

Alasan puasa Ramadan terus maju setiap tahun/ Foto: Freepik.com.freepik

Secara spesifik, penetapan awal puasa Ramadan didasarkan kalender Hijriah. Berbeda dengan kalender Masehi yang menjadikan matahari sebagai patokannya, kalender yang digunakan umat Islam ini berdasarkan pada pergerakan bulan.

Menariknya, di antara kalender solar (matahari) dan kalender lunar (bulan) terdapat perbedaan jumlah hari. Dalam kalender Hijriah, satu tahun terdiri dari 354-355 hari. Sementara kalender Masehi berdasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari, di mana lamanya perjalanan sekitar 365-366 hari.

Perbedaan jumlah hari dalam setahun Hijriah dan Masehi tersebut yang menyebabkan pelaksanaan ibadah Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha, selalu maju 10 sampai 12 hari dari tahun sebelumnya jika dilihat dalam kalender Masehi. Namun, apabila dilihat pada kalender Hijriah, bulan Ramadan selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahunnya.

Perbedaan Metode Penentuan Awal Puasa Ramadan

Perbedaan metode penentuan awal puasa Ramadan/ Foto: Unsplash.com/Sid Calachandran

Perbedaan cara menentukan awal puasa Ramadan juga terjadi antara pemerintah, organisasi Islam, dan negara-negara Arab. Di Indonesia sendiri, pemerintah menetapkan awal Ramadan dengan menggunakan dua cara. Pertama, melalui pengamatan langsung terhadap bulan sabit pertama (rukyatul hilal). Kedua, dengan perhitungan ilmu falak atau astronomi yang dikenal dengan metode hilal.

Dalam penetapannya, pemerintah juga berpedoman pada kriteria terbaru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Kriteria ini menyebutkan bahwa hilal dianggap terlihat apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan jarak sudut antara bulan dan matahari (elongasi) minimal 6,4 derajat.

Di sisi lain, organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah memiliki metode masing-masing dalam menentukan awal puasa Ramadan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggunakan metode hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Metode ini menggabungan antara perhitungan astronomi dan pengamatan langsung hilal di berbagai lokasi yang telah ditentukan.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan dengan metode hisab hakiki wujudul hilal. Dalam metode ini, awal bulan baru ditetapkan apabila posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, meskipun ketinggiannya hanya sekitar 0,1 derajat. Jika syarat ini terpenuhi, maka keesokan harinya sudah dianggap sebagai tanggal 1 Ramadan.

Adapun di negara-negara Arab, penetapan awal Ramadan biasanya diumumkan setelah dilakukan pengamatan hilal pada tanggal 29 Syakban.

Awal Puasa Ramadan 2026

Perkiraan awal puasa Ramadan 2026/ Foto: Freepik.com/rawpixel-com

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 Hijrah pada Rabu, 18 Februari 2026. Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran pada 20 Maret 2026.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE