Mengenal Astrid Linder, Pembuat Boneka Uji Tabrak Perempuan Pertama di Dunia

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Selasa, 26 May 2026 07:00 WIB
Apresiasi Dunia atas Inovasi Keselamatan Transportasi
Astrid Linder bersama rekannya saat menghadiri Global Ministerial Conference on Road Safety oleh WHO/ Foto: Instagram/muarc_research

Pernah merasa kursi pengemudi atau sabuk pengaman di mobil terasa kurang pas saat digunakan? Kalau iya, kamu tidak sendirian, Beauties. Selama berpuluh-puluh tahun, fitur keamanan kendaraan memang dirancang berdasarkan bentuk tubuh pria, sehingga sering kali tidak memberikan perlindungan maksimal bagi perempuan.

Beruntungnya, ada seorang perempuan inspiratif bernama Astrid Linder yang berani mendobrak bias ini demi melindungi nyawa jutaan perempuan. Beliau adalah Profesor Keselamatan Lalu Lintas di Swedish National Road and Transport Research Institute (VTI) dan Adjunct Professor di Monash University yang mengembangkan boneka uji tabrak perempuan pertama di dunia pada tahun 2022 lalu.

Dirangkum dari CNN World dan Monash University, yuk, kenalan lebih dekat dengan inovasi hebat dari Astrid Linder berikut ini!

Kenapa Fitur Keamanan Mobil Sering Tidak Ramah Perempuan?

Fitur keamanan mobil sering tidak ramah perempuan/ Foto: Freepik/Freepik

Dunia otomotif memiliki celah dalam hal kesetaraan gender, terutama pada pengujian keselamatan. Studi dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak terjebak dalam kendaraan saat kecelakaan. Perempuan juga berisiko cedera 73 persen lebih tinggi (43 persen cedera serius dan 71 persen cedera sedang) dan kematian 17 persen lebih tinggi dibandingkan pria. 

Hal ini berkaitan dengan pengujian keselamatan resmi yang umumnya hanya menggunakan boneka uji tabrak yang dimodelkan dari tubuh rata-rata pria. Kalaupun ada boneka perempuan, biasanya berupa versi kecil dari boneka pria yang hanya mewakili 5 persen perempuan terkecil, bukan rata-rata tubuh perempuan pada umumnya. 

Padahal, perempuan memiliki fisik yang berbeda seperti pinggul yang lebih lebar dan panggul yang lebih besar. Perempuan juga terbiasa duduk lebih dekat dengan kemudi agar kaki bisa menjangkau pedal. Astrid menyadari bahwa perbedaan ini mengubah titik beban tubuh saat terjadi benturan yang tidak terdeteksi oleh boneka uji pria.

Inovasi Boneka Uji Tabrak Berbasis Anatomi Perempuan

Inovasi female crash test dummy oleh Astrid Linder/ Foto: Instagram/innovationhelsingborg

Setelah meneliti keselamatan kendaraan selama hampir 20 tahun, Astrid menyadari standar keselamatan tidak akan pernah adil tanpa data tubuh perempuan. Ia lalu memelopori pembuatan female crash test dummy untuk membuktikan bahwa model perempuan bisa dibuat dengan cara yang sama seperti model pria.

Desain bonekanya dibuat dengan fleksibilitas sesuai anatomi perempuan dan diambil dari basis data individu milik Michigan University. Lalu dibuat model digital dan diuji melalui ratusan simulasi tabrakan virtual sebelum akhirnya dibuatkan versi fisik untuk pengujian nyata.

Fokus utamanya adalah simulasi tabrakan dari belakang dengan tingkat keparahan rendah. Ini terkait dengan perempuan yang lebih berisiko cedera leher akibat kekuatan otot leher yang lebih lemah dan struktur tulang belakang yang lebih fleksibel dibanding pria.

Pengujian secara fisiknya dilakukan dengan menempatkan kursi di atas kereta luncur, mendorongnya dengan kecepatan tertentu, lalu mengukur percepatan serta memantau gerakan kepala, badan, dan leher dengan sensor. Data ini memungkinkan industri otomotif merancang kursi dan sandaran kepala yang benar-benar melindungi perempuan secara optimal. 

Apresiasi Dunia atas Inovasi Keselamatan Transportasi

Astrid Linder bersama rekannya saat menghadiri Global Ministerial Conference on Road Safety oleh WHO/ Foto: Instagram/muarc_research

Inovasi Astrid Linder telah membuka mata dunia akan pentingnya kesetaraan gender dalam keselamatan transportasi. Pada tahun 2023, beliau meraih penghargaan dalam kompetisi EU Champions of Transport Research dan masuk ke dalam daftar 100 perempuan paling menginspirasi versi BBC. 

Karyanya juga ditampilkan dalam buku karya Caroline Criado Perez berjudul Invisible Women: Exposing Data Bias in a World Designed for Men. Puncaknya, pada tahun 2025, ia berhasil masuk dalam daftar Forbes Global 50 Over 50. 

Kisah Astrid Linder ini menunjukkan bahwa dedikasi yang diimbangi data ilmiah mampu memastikan teknologi dan standar keselamatan otomotif diciptakan secara setara, demi mewujudkan dunia yang lebih aman bagi semua orang tanpa memandang gender.

Sangat menginspirasi, ya, Beauties? Mari kita dukung terus inovasi yang ramah bagi perempuan agar setiap perjalanan dan aspek kehidupan lainnya terasa lebih aman dan nyaman!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE