Mengenal "Deadzoning", Tren Liburan 2026 yang Ajak Kamu Lepas dari Media Sosial

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 27 Apr 2026 10:00 WIB
Tips Melakukan Deadzoning agar Tetap Seru
Tips melakukan Deadzoning/Foto: Freepik.com/Freepik

Bayangkan sebuah pagi di mana hal pertama yang kamu genggam bukanlah ponsel yang penuh notifikasi, melainkan secangkir kopi hangat sambil menatap kabut yang turun di lembah. Di tahun 2026 ini, banyak orang tampak mulai lelah dengan tuntutan untuk selalu terkoneksi setiap detik hingga akhirnya muncul sebuah gerakan organik yang kini viral dengan sebutan Deadzoning.

Tren ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah pernyataan berani untuk mengambil kembali kendali atas waktu dan ketenangan pikiran dari hiruk-pikuk dunia digital yang tidak pernah tidur. Fenomena Deadzoning menjadi pelarian yang sangat dicari oleh masyarakat urban yang merasa burnout akibat paparan media sosial yang berlebihan.

Alih-alih mencari tempat wisata yang Instagrammable dengan sinyal 5G yang kencang, orang-orang kini justru memburu destinasi yang masuk dalam zona blank spot. Siapkan diri kamu untuk mengeksplorasi bagaimana cara mematikan bisingnya dunia luar demi menemukan kembali suara hati yang selama ini tertimbun komentar netizen.

Apa Itu Deadzoning?

Deadzoning adalah konsep liburan tanpa akses atau penggunaan media sosial untuk membantu mengurangi stres digital dan meningkatkan kualitas hidup.
Pengertian Deadzoning, tren liburan 2026/Foto: Unsplash.com/Marjan Blan

Istilah Deadzoning pertama kali muncul sebagai evolusi dari konsep digital detox yang sudah dikenal sebelumnya. Melansir dari Huffpost, tren ini setingkat lebih menantang karena melibatkan pemilihan destinasi yang secara geografis memang tidak terjangkau oleh sinyal seluler atau internet sama sekali alias dead zone.

Fokus utama dari Deadzoning adalah memberikan ruang bagi otak untuk beristirahat dari dopamin instan yang didapat melalui scrolling. Di tahun 2026, kesadaran akan kesehatan mental semakin meningkat, dan orang-orang menyadari bahwa melihat kehidupan orang lain lewat layar justru menambah kecemasan.

Dengan berada di zona mati sinyal, kamu diajak untuk kembali melakukan aktivitas analog seperti membaca buku fisik, menulis jurnal, atau sekadar bercakap-cakap secara mendalam dengan teman perjalanan tanpa interupsi denting pesan masuk.

Cara Memulai Deadzoning bagi Pemula

Cara memulai Deadzoning bagi pemula/Foto: Unsplash.com/Nick Seagrave

Memulai Deadzoning tidak bisa dilakukan secara impulsif tanpa persiapan, terutama bagi kamu yang sudah terbiasa hidup dengan ketergantungan teknologi tinggi. Langkah pertama yang paling krusial adalah melakukan penurunan dosis penggunaan media sosial beberapa hari sebelum keberangkatan agar otak tidak kaget saat benar-benar kehilangan akses internet.

Selain itu, kamu harus memastikan semua urusan pekerjaan dan tanggung jawab mendesak sudah selesai, sehingga tidak ada beban pikiran yang mengikuti saat berada di area tanpa sinyal. Langkah selanjutnya dalam mempraktikkan Deadzoning adalah memberi tahu keluarga atau orang terdekat mengenai rencana perjalanan kamu.

Jelaskan bahwa kamu akan sulit dihubungi untuk jangka waktu tertentu. Kamu juga disarankan untuk membawa peralatan navigasi manual seperti peta cetak atau mengunduh offline maps karena kamu tidak bisa mengandalkan aplikasi navigasi real-time saat memasuki wilayah yang tidak terjangkau jaringan komunikasi.

Lokasi yang Cocok untuk Deadzoning

Lokasi terbaik untuk Deadzoning adalah tempat yang minim sinyal dan dekat dengan alam agar membantu proses detoks digital.
Lokasi yang cocok untuk Deadzoning/Foto: Unsplash.com/Bigyan Khanal

Memilih lokasi yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan tren Deadzoning agar kamu tidak tergoda untuk terus mencari bar sinyal di pojok ruangan. Destinasi seperti taman nasional yang terletak jauh di pedalaman, lembah pegunungan yang dikelilingi tebing tinggi, atau pulau kecil yang belum terjamah infrastruktur telekomunikasi adalah pilihan terbaik. Di Indonesia sendiri, kawasan seperti pedalaman Kalimantan, desa-desa tradisional di NTT, atau kawasan kaki gunung yang belum terpasang menara pemancar bisa jadi pilihan.

Selain faktor ketiadaan sinyal, lokasi Deadzoning yang ideal juga harus memiliki daya tarik alam yang menenangkan agar kamu tidak merasa bosan. Pilihlah tempat yang menawarkan aktivitas fisik atau visual yang kuat, seperti jalur pendakian yang menantang, pantai dengan suara ombak yang dominan, atau penginapan bergaya eco-resort yang mengusung konsep menyatu dengan alam.

Tips Melakukan Deadzoning agar Tetap Seru

Tips melakukan Deadzoning/Foto: Freepik.com/Freepik

Beauties, agar momen Deadzoning tidak berakhir dengan rasa bosan yang menyiksa, pastikan kamu membawa media hiburan analog yang selama ini sering kamu abaikan. Novel yang belum sempat selesai dibaca, set alat lukis portabel, atau board games bisa menjadi penyelamat saat waktu luang terasa begitu lambat.

Intinya adalah mengganti interaksi digital dengan interaksi fisik yang lebih nyata, baik itu berinteraksi dengan benda-benda hobi maupun berinteraksi dengan penduduk lokal di sekitar lokasi tempat kamu menginap.

Tips terakhir dalam menjalankan Deadzoning adalah jangan lupa untuk membawa kamera saku atau kamera analog jika tetap ingin mengabadikan momen. Menggunakan kamera terpisah dari ponsel akan mencegah kamu untuk secara tidak sengaja membuka aplikasi lain.

Fokuslah pada kualitas momen yang kamu rasakan, bukan pada seberapa bagus foto tersebut jika diunggah ke feeds. Ingatlah bahwa tujuan utama kamu adalah memulihkan energi, jadi biarkan tubuh kamu beristirahat secara total dari tuntutan estetika digital dan nikmatilah kebebasan yang sesungguhnya.

Menghilang sejenak dari radar dunia bukan berarti kamu tertinggal, melainkan cara terbaik untuk menemukan kembali diri kamu yang mungkin hilang di balik algoritma. Jadi, kapan terakhir kali kamu benar-benar menghilang dari dunia maya untuk merasa lebih hidup di dunia nyata, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE