Mengenal Doomjobbing, saat Terlalu Banyak Melamar Kerja Justru Bisa Berdampak Buruk
Mencari pekerjaan memang bukan proses yang mudah. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam membuka situs lowongan, mengirim puluhan lamaran, lalu kembali mengulang proses yang sama keesokan harinya. Rasa jenuh, lelah dan ketidakpastian akan muncul di tengah-tengah mencari pekerjaan.
Belakangan, kebiasaan ini bahkan memiliki istilah tersendiri, yaitu doomjobbing. Lalu, apa sebenarnya arti doomjobbing dan mengapa banyak orang mulai membicarakannya? Yuk, simak penjelasannya, Beauties!Â
1. Apa Itu Doomjobbing?
Apa Itu Doomjobbing?/Foto: Pexels/Vitaly Gariev
Menurut The Guardian, doomjobbing merupakan istilah yang terinspirasi dari doomscrolling. Bedanya, jika doomscrolling menggambarkan kebiasaan terus-menerus membaca berita atau konten di media sosial, doomjobbing merujuk pada kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam mencari lowongan kerja.
Aktivitas ini juga melibatkan melamar sebanyak mungkin posisi, tetapi sering kali tanpa strategi yang jelas. Akibatnya, muncul rasa lelah dan kehilangan rasa percaya diri saat mencari pekerjaan.
2. Mengapa Doomjobbing Bisa Terjadi?
Mengapa Doomjobbing Bisa Terjadi/Foto: pexels.com/www.kaboompics.com
Kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif, terutama di Indonesia, membuat banyak pencari kerja merasa membuka situs lowongan dan mengirim lamaran adalah cara teraman agar tidak kehilangan kesempatan.
Sayangnya, kebiasaan tersebut sering kali hanya memberikan ilusi bahwa kita sedang membuat kemajuan. Padahal lamaran dikirim tanpa penyesuaian dengan posisi atau perusahaan yang dituju, yang berakhir datangnya penolakan terus-menerus atau bahkan tidak adanya respons yang memicu rasa frustrasi dan kelelahan emosional.
3. Bagaimana Menghindari Doomjobbing?
Cara Menghindari Doomjobbing/Foto: pexels.com/Yan Krukau
Dilansir dari USA Today, salah satu cara menghindari doomjobbing adalah mengutamakan kualitas dibanding kuantitas saat melamar pekerjaan. Mengirim puluhan lamaran yang sama, tidak disarankan karena lebih baik untuk kita memilih posisi yang benar-benar sesuai dengan CV, serta membatasi waktu untuk mencari lowongan setiap hari. Dengan cara ini, proses mencari kerja dapat terasa lebih terarah sekaligus membantu menjaga kesehatan mental selama menjalani proses rekrutmen.
Beauties, ini menjadi pengingat bahwa walau mencari pekerjaan adalah proses yang panjang dan melelahkan, bukan berarti kita harus mengabaikan rasa lelah dan jenuh itu. Tahu kapan beristirahat adalah kunci agar mental tetap terjaga saat mencari pekerjaan. Tetap semangat, ya!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
|
Pilihan Redaksi
|