sign up SIGN UP

Mengenal Fatphobia, Rasa Takut yang Dialami Orang-orang Bertubuh Besar dan Cara Mengatasinya

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 23 Sep 2022 18:15 WIB
Mengenal Fatphobia, Rasa Takut yang Dialami Orang-orang Bertubuh Besar dan Cara Mengatasinya
caption

Tidak dapat disangkal bahwa fatphobia telah berdampak negatif pada sekelompok besar orang dalam populasi kita. Beberapa waktu lalu, postingan Instagram Britney Spears juga diduga menyindir isu fatphobia. Tapi, apa sebenarnya fatphobia itu? Dan bagaimana cara melawannya?

Melansir Body Matters, fatphobia adalah ketakutan dan stereotip di sekitar orang-orang bertubuh besar. Ini juga dapat digambarkan sebagai bias terhadap mereka. Pembawa acara podcast The Rebel Eaters Club sekaligus penulis Virgie Troval mengatakan dengan lebih gamblang bahwa fatphobia adalah bentuk kefanatikan dan bentuk diskriminasi yang mengatakan bahwa orang gemuk lebih rendah secara fisik, intelektual, moral, dan kesehatan.

Fatphobia, Stigma Negatif untuk Orang Gemuk

Mengenal fatphobia
Mengenal lebih jauh tentang fatphobia/Foto: Freepik.com/shurkin_son

Orang gemuk mungkin memiliki keyakinan bahwa mereka dikenal malas atau tidak disiplin, serakah atau egois, kurang pantas mendapatkan hal-hal yang mungkin dimiliki orang lain, dan secara pribadi disalahkan atas masalah kesehatan apa pun yang mereka alami.

Penting untuk dicatat bahwa fatphobia tidak hanya melibatkan keyakinan dan perilaku individu, tetapi komunitas secara keseluruhan dan menunjukkan bagaimana kebijakan dan bias telah dibuat untuk meminggirkan orang dalam tubuh yang lebih besar.

Mengapa Ada Fatphobia?

Mengenal fatphobia
Alasan adanya fatphobia/Foto: Freepik.com/master1305

Melansir Good Housekeeping, ada beberapa faktor yang memicu fatphobia. Secara historis, berat badan dipandang sebagai representasi kekayaan dan kelas. "Pada saat makanan langka, berat badan dipandang sebagai hal yang positif," kata Mary Himmelstein, asisten profesor di Kent State University yang mempelajari bagaimana stigma berat badan mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Bagi orang-orang berpenghasilan rendah saat ini, mereka cenderung memilih makanan padat kalori yang paling mudah diakses dan terjangkau. "Kurus sekarang dianggap sebagai kelas atas," tambahnya.

Troval menambahkan ini juga tentang kontrol sosial. "Ada kepercayaan jika kamu berdiet atau makan dengan cara tertentu, kamu dapat mengontrol kesehatan kamu dan dapat mengontrol berapa lama kamu akan hidup." Ini tidak benar dan sulit diterima orang, terutama bagi mereka yang tidak sadar akan budaya diet yang salah informasi.

Bagaimana Fatphobia Mempengaruhi Individu?

Mengenal fatphobia
Fatphobia dalam mempengaruhi individu/Foto: Freepik.com/ASphotofamily

Fatphobia memiliki dampak serius bagi individu. Pengalaman fatphobia sering menyebabkan individu mengembangkan keyakinan bahwa pendapat orang lain itu benar, yang mengarah ke pandangan yang berubah tentang diri sendiri.

Bias berat badan yang terinternalisasi dapat mempengaruhi individu dari segala usia, jenis kelamin, ukuran, dan etnis. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ini mungkin memiliki dampak yang lebih besar pada mereka yang memiliki berat badan lebih tinggi, perempuan, dan orang muda.

Bias yang terinternalisasi ini memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental individu, sering kali menyebabkan:

  • Tingkat ketidakpuasan tubuh dan citra diri negatif yang lebih besar.
  • Insiden depresi dan kecemasan yang lebih tinggi.
  • Tingkat percaya diri yang rendah.
  • Makan tidak teratur.
  • Menghindari olahraga atau aktivitas fisik.
  • Perasaan terisolasi.

Fatphobia dan Stigma Berat Badan Tidak Membaik

Mengenal fatphobia
Fatphobia dan stigma berat badan/Foto: Freepik.com/kues1

Sebuah studi tahun 2019 yang menganalisis 4,4 juta tes bias implisit dan eksplisit menemukan bahwa dalam satu dekade, bias eksplisit terhadap orang-orang yang kelebihan berat badan telah menurun dan semua bias implisit lainnya telah meningkat. Bias berat implisit meningkat sekitar 40 persen antara tahun 2004 dan 2010.

"Pada dasarnya, apa yang mereka temukan adalah bahwa untuk sebagian besar sikap lain yang kita anggap merugikan, sikap terhadap orang-orang bertubuh lebih besar sebenarnya tidak berubah atau bahkan meningkat," kata Himmelstein. Sebagian dikarenakan bias berat badan sering dibungkus dengan kekhawatiran.

Cara Melawan Fatphobia

Mengenal fatphobia
Melawan fatphobia/Foto: Freepik.com/master1305

Menghadapi pikiran dan keyakinan adalah langkah pertama untuk melawan bias berat badan. Pastikan bahwa kamu memperlakukan diri sendiri dengan belas kasih dan selalu berbicara kepada diri sendiri dengan kebaikan dan mempertanyakan semua pikiran negatif yang mungkin merayap masuk.

Perlu diingat bahwa ini bukan tentang menghilangkan pikiran negatif sama sekali, tapi tentang mulai menantangnya saat muncul. Bersabarlah dengan diri sendiri dan pahami bahwa ini hanyalah satu langkah menuju penerimaan diri.

Penting untuk memastikan bahwa kamu mengikuti berbagai tipe tubuh yang beragam dan nyata. Dengan melakukan upaya aktif untuk mulai mengikuti orang-orang dari beragam sifat di media sosial, kamu lebih bisa menerima diri sendiri dan orang lain.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id