Mengenal Fenomena El Nino di Indonesia, Simak Dampak hingga Langkah Menghadapinya

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Senin, 16 Mar 2026 09:15 WIB
Dampak Fenomena El Nino
Mengenal Fenomena El Nino. Dampak berbagai sektor saat El Nino terjadi/Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Fenomena El Nino menjadi fenomena perubahan iklim yang mempengaruhi kondisi cuaca di dunia, termasuk Indonesia. Fenomena ini diprediksi akan kembali melanda Indonesia pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Hal ini bisa memicu musim kemarau lebih panjang dan kekeringan di sejumlah wilayah.

Kemunculan El Nino menjadi perhatian serius karena berakibat pada sektor pertanian dan ketersediaan air. Oleh karena ini, penting bagi masyarakat untuk memahami apa itu El Nino, dampak, dan langkah yang bisa dilakukan agar siap  menghadapinya.

Dampak Fenomena El Nino

Mengenal Fenomena El Nino. Dampak berbagai sektor saat El Nino terjadi/Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Perubahan iklim yang terjadi berkepanjangan bisa berdampak pada kehidupan. Edvin Aldrian, profesor di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN dilansir dari laman BRIN menjelaskan bahwa El Nino bisa mengakibatkan beberapa dampak buruk seperti kekeringan parah yang disertai potensi peningkatan kebakaran hutan, kekurangan air, dan menyebabkan kekeringan di waduk, danau dan sungai. Dampak dari kekeringan tersebut, Indonesia harus mengimpor beras, pembuatan pompa dan juga irigasi serta sumber daya air. 

Prof. Edvin juga menjelaskan bahwa terdampak dampak positif dari El Nino, yaitu industri rumput laut yang akan mendapatkan keuntungan karena kondisi air laut yang dingin, maka transportasi darat dan laut akan mendapatkan manfaat dari kondisi bebas badai. Dalam sektor pertanian, seperti palawija, bawang merah, tembakau dan hutan jati akan diuntungkan karena peningkatan produksi. Dalam sektor pariwisata juga akan semakin ramai jika musim kemarau. 

El Nino juga berdampak pada kesehatan. Arti Novelia Trisnawati, SH MMB dari Pusat Krisis Kesehatan yang dilansir dari laman Universitas Airlangga menjelaskan bahwa El Nino bisa berdampak pada kesehatan, jika terjadi bencana kebakaran hutan, maka bencana tersebut bisa berdampak pada kesehatan. Beberapa peningkatan risiko penyakit seperti malaria, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.

Perubahan iklim di Indonesia juga berdampak pada gangguan kesehatan jiwa. Hal tersebut berdasarkan penelitian UNESCO yang menjelaskan bahwa manusia bisa mengalami tekanan emosi, stres, cemas, hingga depresi karena perubahan iklim.

Musim Kemarau Lebih Awal

Mengenal fenomena El Nino. BMKG prediksi musim kemarau lebih awal di Indonesia/Foto: pexels.com/Andre Manuel

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau 2026 lebih awal. Fenomena El Nino berpotensi terjadi pada pertengahan tahun. Melansir dari laman resmi BMKG, beberapa wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal yaitu sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua. 

Musim kemarau di Indonesia diprediksi mulai pada April 2026. Wilayah tersebut mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih panjang dari biasanya. Puncak musim kemarau menjangkau lebih banyak wilayah dan terjadi pada bulan Agustus 2026. Beberapa wilayah seperti sebagian Lampung, Jawa, dan NTT masih mengalami musim kemarau pada periode September 2026.

Langkah Persiapan Menghadapi El Nino

Mengenal fenomena El Nino. Menyusun langkah persiapan menghadapinya dari berbagai lapisan/Foto: pexels.com/Pixabay

BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi dari berbagai kemungkinan sepanjang musim kemarau yang akan terjadi tahun ini yang dilakukan baik oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga lapisan masyarakat.

Pada sektor pertanian, penting untuk menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas yang lebih hemat air, tahan kekeringan, serta siklus panen yang lebih singkat. Manajemen air juga perlu diperhatikan, dengan penguatan sektor sumber daya air dengan revitalisasi waduk dan menjamin ketersediaan air bersih bagi berbagai kebutuhan.

Pemerintah daerah diharapkan bisa meningkatkan kesigapan terkait penurunan kualitas udara dan sektor hutan untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan. Terakhir, BMKG juga menegaskan untuk segera melakukan langkah persiapan bagi para pemangku kepentingan untuk meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia.

Bagi masyarakat, bisa mulai melakukan kebiasaan hemat air dan bijak menggunakan air, menanam pohon di sekitar rumah untuk menyejukkan suhu udara yang lebih panas saat El Nino dan membantu menjaga cadangan air tanah. Menjaga kesehatan dengan asupan nutrisi dan gunakan masker jika kualitas udara memburuk karena potensi debu dan polusi yang tinggi. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE