Mengenal Financial Anxiety, Ketakutan Finansial yang Jarang Dibahas

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 25 Jan 2026 20:00 WIB
Siapa yang Paling Rentan?
Ilustrasi mengelola finansial/Freepik: shurkin-son

Beauties, banyak orang menganggap masalah uang cuma soal saldo rekening atau tagihan yang menumpuk. Namun, di balik itu ada kecemasan yang lebih dalam, yakni Financial anxiety, atau ketakutan finansial.

Financial anxiety bisa muncul tanpa disadari dan memengaruhi pikiran, keputusan, bahkan kesehatan mental sehari-hari. Beberapa orang mungkin merasa panik saat menghadapi pengeluaran tak terduga atau cemas memikirkan masa depan finansial mereka.

Fenomena ini sering luput dari perhatian, karena orang cenderung menutupi kekhawatiran soal uang. Padahal, financial anxiety bisa memengaruhi hubungan, kualitas hidup, dan kebiasaan sehari-hari. Yuk, kenali lebih dalam di sini agar kamu tahu lebih jauh!

Apa Itu Financial Anxiety?

Ilustrasi financial anxiety/Freepik: benzoix

Istilah financial anxiety merujuk pada bentuk kecemasan yang muncul karena kekhawatiran terus‑menerus tentang situasi keuangan seseorang, termasuk ketakutan kehilangan pekerjaan, gagal memenuhi kewajiban keuangan, atau tidak mampu merencanakan masa depan yang stabil.

Definisi ini didukung oleh Research Gate Net yang menjelaskan bahwa financial anxiety adalah kecemasan finansial sebagai kondisi yang dapat memicu perilaku menghindari realitas keuangan, mirip dengan gejala fobia, yang pada akhirnya malah memperburuk keadaan finansial seseorang. 

Misalnya, Beauties, kamu baru menerima gaji tapi sudah ada banyak tagihan yang harus dibayar, mulai dari listrik, air, cicilan motor, hingga kebutuhan sehari-hari. Rasanya selalu deg-degan memikirkan apakah uang itu cukup sampai akhir bulan. Pikiran ini bikin susah fokus bekerja atau bahkan bikin kamu menunda membeli kebutuhan penting karena takut saldo cepat habis. 

Penyebab Utama Financial Anxiety

Ilustrasi penyebab financial anxiety/Freepik: freepik

Beberapa faktor yang sering memicu financial anxiety antara lain ketidakpastian ekonomi, pengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan, beban utang yang tinggi, serta pengalaman finansial negatif di masa lalu. Bahkan dilansir dari Dorn Sife menunjukkan bahwa kejadian finansial sulit sejak masa kanak‑kanak dapat meninggalkan “jejak” psikologis yang muncul kembali sebagai kecemasan dan kesepian di masa dewasa.

Selain faktor ekonomi eksternal, penyebab finansial anxiety juga bisa berasal dari diri sendiri, seperti kurangnya pengetahuan soal pengelolaan uang atau kebiasaan menunda membuat anggaran. Kebiasaan ini membuat seseorang merasa tidak siap menghadapi pengeluaran tak terduga, sehingga kecemasan terus muncul.

Perpaduan antara faktor internal dan eksternal ini membuat financial anxiety terasa seperti lingkaran yang sulit diputus, karena setiap tekanan baru selalu memicu kekhawatiran yang sudah ada sebelumnya.

Gejala dan Dampak Financial Anxiety

Ilustrasi dampak financial anxiety/Freepik: benzoix

Financial anxiety seringkali tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya bisa sangat nyata pada kesehatan mental, perilaku, dan kualitas hidup. Individu dengan financial anxiety biasanya mengalami kecemasan berkepanjangan, sering merasa khawatir tentang kondisi uang meski keadaan relatif stabil, serta mengalami gangguan tidur karena stres finansial.

Selain itu, kecemasan finansial juga dapat memicu isolasi sosial dan hubungan terganggu karena rasa malu atau takut mengungkapkan kondisi keuangan. Perilaku menghindar, seperti menunda membayar tagihan, menutup mata terhadap utang, atau menghindari perencanaan keuangan, sering muncul sebagai bentuk respons psikologis.

Dalam International Journal of Bank Marketing dijelaskan bahwa financial anxiety juga bisa memicu pembelian impulsif sebagai pelarian dari kekhawatiran, yang justru memperburuk utang dan stres. Dampak jangka panjangnya, seperti kualitas hidup menurun dan stres berkepanjangan, bahkan bisa meninggalkan jejak psikologis hingga usia tua. 

Siapa yang Paling Rentan?

Ilustrasi mengelola finansial/Freepik: shurkin-son

Dilansir dari PMC dan Science Direct, financial anxiety tidak mengenal gender, usia, atau status ekonomi, tetapi beberapa kelompok teridentifikasi lebih rentan, terutama:

  • Generasi muda / Gen Z dan Milenial, yang sering menghadapi ketidakpastian pekerjaan dan biaya hidup tinggi. 
  • Orang dengan pendapatan rendah atau tidak stabil, karena setiap perubahan kecil dalam pendapatan dapat meningkatkan kekhawatiran.
  • Individu dengan sedikit tabungan darurat, karena kurangnya buffer finansial memperbesar rasa takut akan krisis tak terduga. 

Cara Mengelola Financial Anxiety

Ilustrasi mengelola finansial/Freepik: benzoix

Beauties, walaupun financial anxiety terasa menekan, ada beberapa pendekatan dari penelitian Financial Health Network yang bisa membantu menguranginya:

1. Pendidikan Finansial

Mempelajari dasar‑dasar manajemen uang seperti budgeting, tabungan darurat, atau mengelola utang terbukti membantu mengurangi kecemasan karena memberi kontrol lebih besar atas keadaan finansial. Penelitian menunjukkan perilaku finansial positif, seperti menabung dan membuat anggaran, berperan besar dalam mengurangi kecemasan finansial. 

2. Bicarakan dengan Profesional

Psikolog atau penasihat finansial dapat membantu menyusun strategi untuk menangani kekhawatiran dan stres secara struktural, bukan hanya menenangkan sesaat. 

3. Buat Anggaran dan Perencanaan

Melakukan perencanaan finansial yang realistis membantu menciptakan rasa aman dan mengurangi ketidakpastian yang sering menjadi akar kecemasan. 

4. Pendekatan Sehat untuk Mental

Teknik relaksasi, seperti meditasi atau olahraga, dapat membantu meringankan stres psikologis yang berakar dari kekhawatiran finansial. 

5. Prioritaskan Kebutuhan

Fokus pada kebutuhan utama dulu seperti makanan, listrik, dan sewa rumah sebelum memenuhi keinginan sekunder, sehingga rasa cemas bisa berkurang.

6. Pisahkan Rekening atau Tabungan

Memiliki rekening terpisah untuk kebutuhan sehari-hari, darurat, dan tabungan membuatmu lebih mudah mengatur uang dan mengurangi stres saat pengeluaran datang.

7. Hindari Perbandingan dengan Orang Lain

Membandingkan kondisi finansial dengan teman atau tetangga bisa memperparah kecemasan. Fokus pada kemampuanmu sendiri untuk menata keuangan.

8. Gunakan Alat atau Aplikasi Pengelola Keuangan

Catatan digital, aplikasi budgeting, atau reminder otomatis membantu memantau pengeluaran dan membuat pengelolaan uang lebih terstruktur.

Beauties, ingatlah bahwa financial anxiety bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal agar kamu lebih memperhatikan kesehatan finansial dan mental. Yuk, jadikan pengelolaan finansial bukan hanya soal angka, tetapi juga soal rasa aman dan kontrol atas masa depanmu!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE