Mengenal Food Desert, Ketika Penduduk Sulit Temukan Pangan Segar sehingga Bergantung dengan Makanan Instan

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Sabtu, 11 Jul 2026 08:00 WIB
Mengenal Food Desert, Ketika Penduduk Sulit Temukan Pangan Segar sehingga Bergantung dengan Makanan Instan
Food Desert dan Faktor Penyebabnya/Foto: Pexels/Joaquin Carfagna

Beauties, coba bayangkan tinggal di lingkungan yang sulit menemukan sayur atau buah segar. Sebaliknya, makanan instan justru jauh lebih mudah dijangkau.

Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah food desert. Istilah ini menggambarkan wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap makanan sehat.

Masalahnya bukan sekadar soal akses makanan sehat yang sulit dijangkau. Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi? Yuk, kenali lebih jauh tentang food desert dan faktor penyebabnya!

Apa Itu Food Desert?

Food Desert/Foto: Pexels/Andres Alaniz

Food desert adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan wilayah dengan akses terbatas terhadap makanan sehat dan bergizi. Kondisi ini biasanya terjadi di daerah dengan tingkat ekonomi rendah atau fasilitas yang masih terbatas.

Menurut laman Britannica, istilah food desert mulai dikenal pada awal 1990-an di wilayah Skotlandia bagian Barat. Saat itu, banyak warga di pemukiman padat kesulitan menjangkau tempat yang menyediakan bahan makanan segar.

Situasi seperti ini biasanya terjadi di kawasan yang jauh dari supermarket atau toko bahan makanan besar. Akibatnya, masyarakat menjadi lebih sulit menemukan sayur, buah, atau bahan makanan segar lainnya.

Kalau pilihan makanan sehat sulit dijangkau, apa yang biasanya paling mudah ditemukan? Banyak orang akhirnya lebih sering mengandalkan makanan olahan atau makanan cepat saji.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi pola makan masyarakat. Dampaknya tidak hanya pada kebiasaan makan, tetapi juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan.

Faktor Penyebab Food Desert

Faktor Penyebab Food Desert/Foto: Freepik/freepik

Faktor Ekonomi dan Kemiskinan

Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama mengapa food desert bisa terjadi. Ketika pendapatan terbatas, pilihan makanan pun ikut terbatas.

Banyak keluarga dengan kondisi ekonomi yang sulit harus lebih berhati-hati saat membeli bahan makanan. Akibatnya, makanan segar seperti sayur atau buah sering kali bukan menjadi pilihan utama.

Di sisi lain, harga makanan sehat memang cenderung lebih mahal dibandingkan makanan olahan. Situasi ini membuat sebagian orang lebih memilih makanan yang lebih murah dan mudah ditemukan.

Food desert juga sering muncul di wilayah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Di lingkungan seperti ini, jumlah supermarket atau toko bahan makanan segar biasanya jauh lebih sedikit. Kalau pilihan yang tersedia hanya makanan praktis dan murah, masyarakat tentu akan memilih yang paling mudah dijangkau.

Keterbatasan Transportasi

Akses transportasi juga menjadi faktor lain yang sering tidak disadari. Tidak semua orang memiliki kendaraan pribadi untuk pergi berbelanja makanan.

Ketika supermarket berada cukup jauh dari tempat tinggal, perjalanan untuk membeli makanan sehat bisa menjadi lebih sulit. Kondisi ini sering terjadi di wilayah pedesaan atau kawasan pinggiran kota.

Bayangkan jika harus menempuh jarak jauh hanya untuk membeli sayur atau buah segar. Banyak orang akhirnya memilih membeli makanan dari toko terdekat yang lebih mudah dijangkau.
Akibatnya, pilihan makanan sehari-hari menjadi semakin terbatas. Tentunya situasi ini bisa memengaruhi kualitas pola makan masyarakat.

Food Swamp

Di beberapa wilayah, makanan cepat saji justru lebih mudah ditemukan dibandingkan makanan sehat. Kondisi ini sering disebut sebagai food swamp.

Istilah ini menggambarkan lingkungan yang dipenuhi restoran cepat saji atau toko makanan olahan. Sementara pilihan makanan sehat seperti buah, sayur, atau bahan segar jauh lebih sedikit.

Kalau di sekitar tempat tinggal lebih banyak makanan cepat saji, tentu orang akan lebih sering mengonsumsinya. Tanpa disadari, lingkungan seperti ini bisa membentuk kebiasaan makan sehari-hari.

Sebuah studi pada 2020 juga menemukan adanya perbedaan pengalaman antar kelompok masyarakat. Sekitar 38% lebih banyak orang kulit hitam merasa tinggal di lingkungan food swamp dibandingkan orang kulit putih.

Kebiasaan Makan

Kurangnya akses terhadap makanan bergizi dalam waktu lama bisa memengaruhi kebiasaan makan seseorang. Pola makan ini biasanya terbentuk sejak lama dan tidak mudah diubah begitu saja.

Di banyak wilayah food desert, makanan cepat saji atau makanan instan lebih mudah ditemukan. Pada akhirnya, makanan praktis tersebut menjadi pilihan yang paling sering dikonsumsi.
Seiring waktu, kebiasaan ini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Bahkan ketika pilihan makanan sehat mulai tersedia, perubahan pola makan akan sulit berubah.

Dampak Food Desert

Dampak Food Desert/Foto: Freepik/freepik

Food desert tidak hanya berkaitan dengan makanan saja. Kondisi ini juga berhubungan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Melansir laman Verywell Health, menurut studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, keterbatasan akses makanan sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Contohnya seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

Selain itu, berdampak juga pada asupan nutrisi. Saat tubuh kekurangan nutrisi seperti zat besi, vitamin A, atau yodium dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, meningkatkan risiko infeksi, hingga pertumbuhan dan perkembangan yang lambat.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperbesar kesenjangan kesehatan antar wilayah. Hal inilah yang membuat isu food desert semakin banyak dibahas oleh para peneliti.

Beauties, food desert bukan sekadar tentang ketersediaan makanan. Ada banyak faktor sosial dan ekonomi yang ikut memengaruhi kondisi ini.

Ketika akses makanan sehat terbatas, pilihan masyarakat pun menjadi semakin sempit. Itulah mengapa isu ini sering dikaitkan dengan kesehatan dan kesenjangan sosial.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.