Mengenal Lagom, Filosofi Hidup Seimbang dari Swedia ala Skandinavian

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Senin, 03 Aug 2026 07:00 WIB
4. Mengapa Lagom Masih Relevan hingga Kini?
Mengapa Lagom Masih Relevan Hingga Kini?/Foto: Pexels/Juliane Monari

Setiap negara memiliki cara pandang yang berbeda tentang menjalani hidup. Seperti Jepang yang terkenal dengan Ikigai, Swedia juga memiliki Lagom, sebuah filosofi yang mengajarkan pentingnya hidup dalam porsi yang pas alias tidak berlebihan, tetapi juga tidak kekurangan.

Lantas, seperti apa konsep Lagom yang hingga kini masih menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Swedia? Yuk, kenalan lebih dekat, Beauties! 

1. Apa Itu Filosofi Lagom?

Apa Itu Lagom?/Foto: pexels.com/Efrem Efre

Dilansir dari Nordic Nest, menjelaskan arti kata Lagom, yang merupakan bahasa Swedia yang berarti "tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit, tetapi secukupnya", yang dimaknai dengan mengajak seseorang untuk mencari keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, hubungan sosial, hingga cara menikmati waktu luang.

Lagom justru menekankan pentingnya menemukan porsi yang terasa cukup bagi diri sendiri, dibandingkan harus mengejar sesuatu secara berlebihan. Di tengah gaya hidup yang serba cepat, konsep ini mengingatkan bahwa perlunya hidup yang seimbang tanpa harus terus mengejar banyak hal. 

2. Lagom Tidak Sama dengan Hidup Serba Minimalis

Lagom Tidak Sama dengan Hidup Serba Minimalis/Foto: pexels.com/Dilruba Sarıçimen

Banyak orang salah pemahaman dengan konsep Lagom, dengan mengartikannya sebagai gaya hidup minimalis. Forbes menyebut keduanya memiliki perbedaan. Minimalisme identik dengan mengurangi kepemilikan barang, Lagom lebih menekankan pada keseimbangan dan kecukupan.

Kita tetap bisa menikmati hal-hal yang disukai, selama dilakukan dalam porsi yang wajar dan tidak berlebihan. Dengan kata lain, Lagom bukan berarti kita harus hidup dengan kekurangan, melainkan memahami kapan sesuatu sudah terasa cukup.

3. Filosofi Lagom Bisa Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Filosofi Lagom Bisa Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari/Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto

Dilansir dari Ducktail, filosofi Lagom tidak hanya diterapkan dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kebiasaan sehari-hari. Misalnya, menjaga keseimbangan antara waktu bekerja dan beristirahat, mengonsumsi makanan secukupnya, hingga berbelanja sesuai kebutuhan.

Bagi masyarakat Swedia, keseimbangan ini dipercaya dapat membantu menciptakan kehidupan yang lebih tenang dan berkelanjutan. Meski berasal dari Swedia, prinsip-prinsip Lagom tetap relevan diterapkan dalam kehidupan modern yang sering kali dipenuhi tuntutan dan kesibukan.

4. Mengapa Lagom Masih Relevan hingga Kini?

Islandia menjadi negara terbahagia nomor 2 tahun 2026 dipengaruhi oleh faktor alam, dukungan pemerintah, dan filosofi InnSaei.

Mengapa Lagom Masih Relevan Hingga Kini?/Foto: Pexels/Juliane Monari

Budaya kita yang secara tidak langsung mendorong untuk selalu bekerja lebih keras atau terus mengejar pencapaian baru, dan muncul Lagom menawarkan sudut pandang yang berbeda. Filosofi ini mengingatkan bahwa hidup tidak selalu harus dijalani secara ekstrem. Terkadang, merasa cukup dan menikmati apa yang dimiliki justru bisa menjadi langkah sederhana menuju kehidupan yang lebih tenang dan bermakna.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE