Mengenal Red String Theory, Benarkah Adanya?
Pernah mendengar tentang Red String Theory? Teori satu ini cukup populer di kalangan pencinta kisah romantis karena dipercaya ada benang merah tak kasatmata yang menghubungkan dua orang yang memang ditakdirkan untuk bertemu. Terdengar menarik kan, Beauties?Â
Yup! Konsepnya memang terdengar romantis sekaligus misterius, apalagi kalau dikaitkan dengan cerita  jodoh  dan pertemuan yang terasa seperti sudah direncanakan oleh semesta. Namun, apakah sebenarnya teori ini benar adanya?Â
Untuk itu, cari tahu faktanya lebih lanjut, yuk!Â
Asal Usul Red String Theory
Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Freepik.com
Red String Theory adalah sebuah kepercayaan yang mengatakan bahwa dua orang yang memang ditakdirkan untuk bertemu akan terhubung oleh ‘benang merah’ tak kasatmata. Dalam versi populer sekarang, teori ini sering dikaitkan dengan jodoh atau soulmate, meskipun sebenarnya maknanya sangat luas.
Asal usulnya dipercaya berasal dari mitologi Tiongkok kuno, terutama kisah tentang Yue Xia Lao Ren atau Yue Lao, dewa yang mengatur pernikahan dan jodoh. Konon, Yue Lao mengikat benang merah pada kaki orang-orang yang memang ditakdirkan untuk menjadi pasangan, sehingga sejauh apapun mereka pergi atau berapa lama waktu berlalu, mereka tetap akan menemukan jalan untuk bertemu.
Konsep ini kemudian berkembang dan punya kemiripan dengan kepercayaan Jepang yang dikenal sebagai ‘akai ito’, yaitu benang merah takdir yang menghubungkan dua orang melalui jari kelingking mereka. Dari sinilah Red String Theory akhirnya menjadi simbol romantis tentang pertemuan yang terasa kebetulan.
|
Baca Juga : 3 Tanda Pasangan Melakukan Gaslighting ke Kamu
|
Memiliki Konsep yang Unik
Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Freepik.com
Konsep teori ini bekerja dari gagasan bahwa setiap orang yang ditakdirkan untuk hadir dalam hidup kita sudah memiliki semacam benang merah tak terlihat yang menghubungkan satu sama lain.
Benang ini bukan berarti mereka akan langsung bertemu dan jatuh cinta sejak pertama kali melihat satu sama lain. Justru, perjalanan menuju pertemuan itu bisa panjang dan penuh dengan kebetulan. Hal yang menarik dari konsep ini, jarak dan waktu dipercaya tidak mampu benar-benar memutus benang tersebut.
Sebenarnya, teori ini bukan hanya tentang jodoh, lho! Namun juga bisa dalam hal pertemanan, keluarga, dan hal lainnya yang berkaitan dengan takdir pertemuan.
Apakah Teori Ini Benar Adanya?
Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Freepik.com
Secara ilmiah, teori ini belum terbukti nih, Beauties. Sampai sekarang, tidak ada bukti bahwa manusia memiliki benang tak kasatmata yang secara fisik menghubungkan kita dengan soulmate atau orang yang ditakdirkan hadir dalam kehidupan kita.
Tentunya, hal ini lebih merujuk pada mitos, kepercayaan, dan simbol romantis tentang takdir. Namina menariknya, konsepnya bisa terasa nyata dalam kehidupan, misalnya saja seseorang yang pernah saling bertemu tak sengaja sebagai orang asing, beberapa waktu kemudian justru menjadi sangat dekat.
Hal-hal seperti ini bisa dijelaskan lewat kebetulan, pilihan hidup, lingkungan sosial, dan cara otak kita untuk memilih pola. Tentunya, teori ini memiliki makna yang indah, apalagi seolah semesta mengirim tanda atau kisi-kisi untuk kita yang terkadang tidak kita sadari.
Jadi, apakah kamu percaya dengan teori ini, Beauties?
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!