Mengenal Sejarah Gunung Krakatau dan Anak Krakatau
Gunung Krakatau merupakan salah satu  gunung  berapi di Indonesia yang terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Dikenal sebagai salah satu gunung dengan kisah letusan yang dahsyat, banyak orang masih sering merasa penasaran dan ingin mengenal lebih jauh tentang Gunung Krakatau, Beauties.
Selengkapnya, simak sejarah Gunung Krakatau dan Anak Krakatau berikut ini.
Sejarah dan Kisah Letusan Dahysat Gunung Krakatau
Ilustrasi Gunung Krakatau/ Foto: Pexel/Diego Girón
Gunung Krakatau merupakan bagian dari rangkaian gunung berapi yang terbentuk akibat pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Gunung api yang satu ini terletak di Selat Sunda, yaitu antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1833 menjadi salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah, Beauties. Pasalnya, tidak hanya berdampak pada masyarakat sekitar, namun letusan Gunung Krakatau juga berdampak pada negara-negara lain, termasuk letusannya yang terdengar hingga Singapura dan Australia.
Mengutip dari laman detiktravel, letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada 27 Agustus 1833 disebut sebagai letusan terbesar dalam sejarah menghancurkan puncak gunung serta melepaskan energi setara dengan 200 megaton TNT.
Dua pertiga bagian dari Gunung Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya. Letusan tersebut melontarkan material vulkanik dengan volume hingga 18 km3 dan tinggi kolom letusan diperkirakan mencapai 80 km.
Letusan yang begitu besar ini menimbulkan gelombang pasang (tsunami) setinggi 30 meter di sepanjang pantai barat Banten dan pantai selatan Lampung. Selain itu, ledakan yang menyemburkan material vulkanik tersebut membuat Pulau Jawa dan Pulau Sumatera menjadi gelap gulita. Bahkan, sinar matahari tidak dapat menembus pekatnya abu vulkanik dari semburan Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Letusan ini juga membuat dunia menjadi gelap selama dua setengah hari karena abu vulkanik yang menutupi atmosfer. Tertutupnya atmosfer ini menyebabkan turunnya suhu di seluruh dunia, termasuk wilayah Amerika, Eropa, dan Asia Timur yang jaraknya sangat jauh dari Gunung Krakatau.
Lahirnya Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau/ Foto: Freepik
Gunung Krakatau meninggalkan sejarah mendalam, hingga kemudian ‘lahir’ Gunung Anak Krakatau.
Mengutip dari laman detiksumut, Gunung Krakatau kembali tenang mulai Februari 1884 sampai Juni 1927. Hingga akhirnya, erupsi yang berkomposisi magma basa muncul di pusat komplek Krakatau pada 11 Juni 1930 dan dinyatakan sebagai kelahiran Gunung Anak Krakatau, Beauties.
Banyaknya letusan membuat Gunung Anak Krakatau tumbuh makin besar dan tinggi membentuk kerucut yang mencapai tinggi 300 m dari muka laut. Selain itu, wilayah daratannya pun makin luas.
Sejak kemunculannya hingga tahun 2000, Gunung Anak Krakatau telah erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Pada umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya.
Update Mengenai Erupsi Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi gunung berapi erupsi/ Foto: Irvin Israel Marin Torres/pexels.com
Mengutip dari laman detiknews, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu setinggi 100 meter pada Rabu, (8/7/2026).
Menurut data PVMBG, erupsi pertama terjadi pada pukul 08.42 WIB, kedua pukul 09.35 WIB, dan ketiga pada pukul 09.54 WIB, dengan tinggi kolom teramati sekitar 100 meter di atas puncak, atau kurang lebih 257 meter di atas permukaan laut.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak mendekati puncak Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten masih memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III (Siaga).
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!