Beauties, jika selama ini kamu kerap merasa insecure dengan kecantikan kulit para bintang di televisi atau influencer yang kamu lihat setiap harinya di sosial media, mungkin sudah saatnya kamu mengenal soal skin positivity.
Melansir dari Oh My Magazine, skin positivity merupakan gerakan yang bertujuan untuk memberikan keyakinan bahwa segala jenis masalah kulit yang dimiliki seseorang perlu dirayakan, terlepas dari berbagai stigma yang melekat mengenai kulit, seperti noda, jerawat, albinisme (albino), vitiligo, dan berbagai persoalan lainnya.
Selain itu, skin positivity juga mengajak seseorang untuk dapat menerima, mencintai, dan percaya diri dengan apapun kondisi kulitnya. Gerakan ini erat kaitannya dengan pengaruh media sosial, lho! Yup, kehidupan sosial media yang menampakkan wajah para perempuan dengan kulit mulus, putih, dan kenyal seolah menjadi standar kecantikan yang membuat beberapa perempuan dengan masalah kulit tertentu menjadi tidak percaya diri.
Awal Mula Gerakan Skin Positivity
Em Ford/Foto: instagram.com/mypaleskinblog/ |
Seperti yang diketahui bahwa gerakan skin positivity erat kaitannya dengan pengaruh media sosial. Melansir dari Happiful, gerakan skin positivity hadir sekitar tahun 2015 saat seorang vlogger dari London, Em Ford, mengunggah sebuah video dengan judul "You Look Disgusting".
Dalam video tersebut, ia menunjukkan berbagai komentar orang yang diterimanya lewat media sosial mengenai jerawatnya. Video tersebut mendapatkan perhatian dari banyak orang. Sampai saat ini video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya telah di tonton lebih dari 35 juta kali. Dilansir dari Instagram pribadinya, Em Ford pun menuliskan tagar #skinpositivity pada bio instagramnya.
Bentuk Dukungan Bagi Perempuan
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/freepik |
Kehadiran gerakan skin positivity juga menunjukkan bahwa banyak orang, khususnya perempuan, yang memiliki persoalan insecurity dengan kondisi kulitnya sendiri. Adanya gerakan ini bukan berarti membuat kamu untuk abai dalam mengatasi masalah kulit yang kamu miliki. Melainkan, gerakan ini justru mengajak kamu untuk berhenti insecure dan mulai percaya diri dengan kondisi kulit yang kamu miliki dengan segala usaha yang kamu upayakan untuk mengatasi hal tersebut.
Kehadiran gerakan ini seolah menjadi sebuah dukungan bagi para perempuan untuk percaya diri dengan kondisi kulit yang dimilikinya, misalnya saat mengunggah fotonya sendiri di media sosial tanpa takut dihakimi. Dilansir dari The Sydney Morning Herald, banyak penelitian yang menemukan hubungan antara kondisi kulit dengan kesehatan mental. Sebuah penelitian dari The British Journal of Dermatology menemukan bahwa sekitar 63 persen orang-orang yang didiagnosis dengan jerawat mengalami depresi dalam tahun pertama.
Nggak hanya itu saja, skin positivity juga dapat membantu kamu untuk meningkatkan self love, lho! Selain mengajak orang untuk percaya diri dan tetap merasa cantik dengan kondisi kulitnya, pada akhirnya skin positivity juga bertujuan untuk mengajak orang-orang menormalisasi berbagai jenis dan kondisi kulit dan bagaimana orang lain merayakan dirinya dengan tampil di depan umum, termasuk di media sosial.
Lantas, bagaimana cara untuk menerapkan skin positvity? Klik halaman berikutnya, yuk!