Mengenal Soft Saving, Cara Menabung Santai ala Gen Z
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang ini, banyak orang merasa kesulitan untuk menabung secara konsisten. Harga kebutuhan pokok yang terus naik, namun tidak dibarengi dengan pendapatan yang layak membuat target menabung tinggi terasa mustahil tercapai.
Dalam dunia yang terus berkembang, muncul tren baru untuk menabung di kalangan generasi muda alias Gen Z, yang dikenal sebagai soft saving. Berbeda dengan metode konvesional yang menuntut kedisiplinan tinggi, soft saving justru memberikan kebebasan untuk mengelola keuangan tanpa tekanan berlebih.
Lantas, seperti apa gaya menabung ala Gen Z yang menjadi tren ini dan bagaimana cara menerapkannya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut rangkuman informasinya. Simak!
Apa Itu Soft Saving?
Soft saving/ Foto: Freepik.com/freepik
Dikutip dari laman CNBC Indonesia, soft saving merupakan metode menabung yang fleksibel dan santai, berfokus pada pengembangan diri dan kesehatan mental, bukan hanya masa depan. Sederhananya, metode ini menekankan pada konsistensi menabung. Tak masalah nominal kecil dan berubah-ubah, yang penting rutin.
Prinsip soft saving adalah menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan perencanaan masa depan. Dalam metode ini, jumlah yang ditabung umumnya lebih kecil, sementara sebagian besar penghasilan digunakan untuk gaya hidup yang lebih nyaman. Jadi, kalangan muda bisa tetap menikmati hidup tanpa merasa terbebani oleh target menabung yang terlalu besar.
Mengapa Soft Saving Cocok untuk Gen Z?
Alasan gen Z cocok dengan soft saving/ Foto: Freepik.com/jcomp
Metode soft saving yang santai dan fleksibel membantu mengelola keuangan tanpa tekanan. Hal ini juga dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, di mana sangat pas dengan karakteristik Gen Z. Adapun beberapa manfaat soft saving, seperti:
1. Lebih Realistis
Gen Z cenderung lebih menikmati kehidupan dan bersenang-senang. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhannya seperti traveling, nongkrong, nonton konser, hingga beli gadget terbaru. Soft saving nggak melarang keinginan tersebut, asalkann tetap ada nominal yang disisihkan untuk menabung.
Selain itu, metode ini menawarkan cara untuk tetap menabung meski dalam jumlah kecil sehingga lebih realistis. Apalagi jika gajimu nggak memungkinkan untuk menabung dalam jumlah besar.
2. Nggak Bikin Stres
Menabung dengan metode ini dinilai lebih ringan karena tidak ada tekanan untuk mencapai target tertentu atau tuntutan angka besar setiap bulan. Jadi, menabung terasa lebih santai dan menyenangkan, bukannya terasa jadi “beban”.
3. Fleksibel
Fakta menariknya, menabung dengan metode “soft saving” ini bisa digunakan kapan saja. Jadi, ketika butuh dana darurat, kamu bisa mengambil atau meminjamnya tanpa rasa bersalah.
4. Menumbuhkan Kebiasaan
Meski jumlahnya sedikit, menabung secara rutin dapat menanamkan kebiasaan mengelola keuangan dengan baik.
5. Mudah Diatur
Banyak aplikasi keuangan atau fitur digital yang bikin soft saving menjadi lebih praktis dan anti-ribet.
Cara Menerapkan Soft Saving
Cara menerapkan soft saving/ Foto: Freepik.com/jcomp
Beauties ingin mencoba soft saving tapi masih bingung cara menerapkannya? Berikut ini beberapa langkah simpel yang bisa kamu terapkan:
1. Mulai dari Nominal Kecil tapi Rutin
Tak harus langsung menargetkan angka besar, Beauties bisa mulai dari Rp10.000 – Rp20.000 per hari. Atau, bisa juga uang recehan atau kembalian belanja. Jika konsisten, jumlahnya akan lumayan di akhir bulan.
2. Gunakan Aplikasi Keuangan
Di era digital seperti sekarang ini, terdapat banyak aplikasi dompet atau bank digital yang memiliki fitur “kantong” terpisah. Tentunya, fitur tersebut dapat memudahkan kamu yang ingin menabung untuk berbagai keperluan, seperti liburan, dana darurat, atau membeli barang-barang tertentu.
3. Buat Tabungan yang Fleksibel
Kalau tabungan konvensional tidak bisa diambil sesuka hati, soft saving justru boleh diambil saat dibutuhkan atau kepepet. Namun, pastikan untuk tetap disiplin, ya, agar tabungan tidak terkuras habis. Ambil hanya saat benar-benar mendesak saja.
4. Tetapkan Tujuan yang Realistis
Meskipun soft saving, kamu juga harus memiliki goals atau tujuan yang jelas. Contohnya, kamu menabung untuk liburan di akhir tahun, atau menabung untuk membeli gadget baru. Dengan begitu, kamu akan lebih semangat menabung.
Dampak Soft Saving
Dampak soft saving/ Foto: Freepik.com/freepik
Meskipun memiliki manfaat yang menguntungkan, soft saving juga dapat menimbulkan dampak negatif di masa depan. Dengan metode ini, kamu cenderung menabung dalam jumlah kecil setiap bulan sehingga berisiko tidak memiliki tabungan bernilai besar.
Berikut beberapa dampak negatif dari soft saving untuk Gen Z, di antaranya:
1. Kehilangan Peluang Investasi Dini
Sebagian besar Gen Z kini tengah meniti karier mereka. Memanfaatkan gaji untuk investasi dini sangat penting untuk keuangan di masa depan. Namun dengan metode soft saving yang hanya menabung dalam jumlah sedikit, tentunya akan mengurangi kesempatan untuk berinvestasi sehingga potensi untuk mendapatkan keuntungan atau memetik hasil di masa tua akan sangat minim.
2. Risiko Hidup Tanpa Tabungan
Soft saving memang tetap menabung, meskipun jumlahnya sering kali kecil dan tanpa tujuan finansial jangka panjang. Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat kamu hidup dengan hanya mengandalkan gaji ke gaji tanpa tabungan yang berarti. Selain itu, dikhawatirkan kamu akan kekurangan dana darurat saat diperlukan.
Meski memiliki banyak manfaat dan terhindar dari stres akibat tanggungan yang besar, soft saving juga dapat berisiko kurangnya tabungan untuk masa depan. Untuk itu, Beauties tetap harus menyeimbangkan antara gaya hidup dan tabungan demi masa depan yang lebih aman. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, ya!
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!