Hidup Sederhana Bukan Tren Sesaat, Ini 5 Alasannya agar Kamu Termotivasi!

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Senin, 05 Jan 2026 18:00 WIB
Hidup Sederhana Bukan Tren Sesaat, Ini 5 Alasannya agar Kamu Termotivasi!
Ilustrasi hidup sederhana/Freepik: Senivpetro

Beauties, di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan sosial dan arus konsumsi, banyak orang mulai menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari memiliki banyak barang atau mengikuti tren terkini.

Hidup sederhana yang sering dianggap sebagai gaya hidup minimalis atau sekadar tren estetis, sejatinya menawarkan lebih dari sekadar tampilan luar. Ia memberi ruang bagi pikiran dan hati untuk lebih fokus pada apa yang benar-benar penting dalam hidup, mulai dari hubungan dengan orang terdekat hingga menikmati momen kecil sehari-hari dengan penuh makna.

Yuk, simak manfaat hidup sederhana agar kamu bisa memahami dan mengaplikasikan gaya hidup ini dalam kehidupan sehari-hari!

1. Ketenangan dan Kesehatan Mental

Ilustrasi tenang/Freepik: ArthurHidden

Hidup sederhana telah dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan psikologis dan ketenangan batin. Riset dari University of Otago di Selandia Baru menerangkan bahwa orang yang hidup dengan sengaja memilih kesederhanaan memiliki tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang terjebak budaya konsumtif yang selalu “ingin lebih”.

Cara ini memberi ruang bagi interaksi sosial yang lebih bermakna dan koneksi dengan komunitas melalui aktivitas seperti berbagi sumber daya, berkebun komunitas, atau kerja sama dalam kelompok lokal, sehingga mengurangi tekanan sosial dan kecemasan yang seringkali datang dari tuntutan konsumsi berlebihan. Riset ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan kepemilikan barang, tetapi dengan kualitas hidup dan hubungan sosial yang sehat.

2. Kebebasan Finansial

Ilustrasi kebebasan/freepik: benzoix

Salah satu manfaat hidup sederhana adalah kebebasan finansial yang semakin mudah dicapai. Science Direct menjelaskan bahwa minimalisme mendorong individu untuk berpikir matang sebelum membeli sesuatu, membatasi pembelian yang tidak penting, dan fokus pada pembelanjaan yang benar-benar membawa nilai. Akibatnya, ini membantu menghindari utang yang mengikat dan mengurangi tekanan finansial yang berkaitan erat dengan kecemasan hidup. 

Dengan menabung lebih banyak dan mengurangi pengeluaran impulsif, seseorang dapat dengan lebih mudah merencanakan masa depan, berinvestasi, atau menyiapkan dana darurat yang memperkuat rasa aman dalam kehidupan sehari-hari. Kebebasan ini bukan sekadar tentang punya banyak uang, tetapi tentang punya kendali atas kehidupan finansial sehingga kamu tidak terikat pada gaya hidup yang cepat atau hanya mengikuti arus sosial. 

3. Fokus pada Hal Esensial

Ilustrasi hal tidak esensial/Freepik: freepik

Hidup sederhana membantu kita membebaskan diri dari beban memiliki terlalu banyak barang yang justru menjadi distraksi. Ketika seseorang memutuskan untuk “mengurangi” barang yang tidak perlu, mereka sebenarnya membuka ruang untuk hal yang lebih penting secara emosional dan psikologis. Riset menunjukkan bahwa minimalis membantu orang menyadari apa yang benar-benar penting, sehingga energi dan waktu tidak terbuang pada hal-hal yang tidak memberi makna. 

Dengan mengurangi barang yang tidak penting, tidak hanya ruang rumah menjadi lebih bersih tetapi juga memberi ruang pada pikiran untuk fokus pada hubungan yang tulus dan waktu berkualitas untuk diri sendiri. Fokus ini seringkali memberi perasaan lebih damai sebab individu tidak lagi merasa “terlalu sibuk” mengurus hal yang tidak berarti.

4. Kehidupan Lebih Bermakna

Ilustrasi memiliki waktu keluarga/freepik: tirachardz

Salah satu alasan mengapa hidup sederhana bukan sekadar tren adalah karena gaya hidup ini menggeser prioritas dari status sosial ke pengalaman dan nilai-nilai intrinsik yang lebih dalam. ScienceDirect mengatakan hubungan minimalisme dan kesejahteraan menunjukkan bahwa orang yang memilih hidup sederhana cenderung memberi nilai lebih pada pengalaman seperti perjalanan, waktu bersama keluarga, dan keterlibatan dalam kegiatan yang meningkatkan rasa syukur. 

Fokus pada pengalaman ini mendorong kehidupan yang lebih bermakna karena individu tidak lagi mengejar status yang ditentukan oleh konsumsi barang, tetapi mengejar pengalaman yang memberikan kebahagiaan jangka panjang dan hubungan interpersonal yang kuat. Hal ini selaras dengan banyak temuan dalam ilmu psikologi positif yang menyatakan bahwa hubungan sosial yang kuat dan pengalaman bermakna jauh lebih berkontribusi pada kebahagiaan daripada memiliki benda material.

5. Keseimbangan dan Keberlanjutan

Ilustrasi kesejahteraan/Freepik: freepik

Bukan hanya untuk diri sendiri, hidup sederhana juga membantu menciptakan keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kesehatan. Ketika kamu tidak terjebak dalam siklus kerja-konsumsi terus menerus, kamu punya lebih banyak waktu untuk beristirahat, menjaga kesehatan, dan mendukung hubungan dekat.

Penelitian oleh ScienceDirect menunjukkan bahwa gaya hidup sederhana bukan hanya meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga membawa dampak positif pada perilaku konsumsi yang lebih berkelanjutan, mengurangi jejak ekologis dan memberi kontribusi pada pelestarian lingkungan.

Beauties, hidup sederhana jauh lebih dari sekadar tren yang berlalu. Yuk, mulai lihat hidup sederhana sebagai pilihan bijak yang memberi ruang bagi kamu untuk hidup lebih tenang, lebih bermakna, dan penuh syukur!

____

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE