Mengenal Sosok Permaisuri Masako, Diplomat Lulusan Harvard yang Kuasai 6 Bahasa

Cikal Chairunisa | Beautynesia
Rabu, 23 Aug 2023 07:30 WIB
Mengenal Sosok Permaisuri Masako, Diplomat Lulusan Harvard yang Kuasai 6 Bahasa/Foto: Pinterest.com/Royal Fashions

Hidup yang dijalani oleh Owada Masako sebagai permaisuri Jepang tidaklah mudah. Ia harus menjalankan tugas resminya sebagai perwakilan masyarakat Jepang. Kebayang, kan, betapa beratnya?

Apalagi sebelumnya Permaisuri Masako merupakan rakyat biasa yang mempunyai karier dan prestasi yang luar biasa, hingga akhirnya membangun rumah tangga dengan Naruhito pada 1993. 

Perempuan berusia 59 tahun itu resmi naik tahta menjadi permaisuri setelah suaminya menjadi kaisar. Naruhito merupakan Kaisar Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia II. Ia dinobatkan sebagai Kaisar Jepang pada 22 Oktober 2019, sebagai peralihan dari status putra mahkota.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pesonanya sangat luar biasa sampai berhasil memikat hati seorang Putra Mahkota Kekaisaran Jepang. Bagaimana tidak? Selain diberkahi dengan paras yang rupawan, Permaisuri Masako juga seorang yang cerdas dan aktif berkegiatan.

Kira-kira, siapa sebenarnya sosok Permaisuri Masako itu? Yuk, simak kisah hidupnya di bawah ini.

Riwayat Hidup


Riwayat hidup Owada Masako/ Foto: Wikipedia

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, Owada Masako lahir pada 9 Desember 1963 di Tokyo, Jepang. Masako adalah putri Owada Hisashi, pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri pemerintah Jepang. Ia menghabiskan masa kecilnya di Uni Soviet dan Amerika Serikat, tempat ayahnya menjalankan misi diplomatik.

Pada tahun 1985, ia lulus dari jurusan ekonomi di Universitas Harvard. Oleh karena ingin mengejar mimpinya sebagai seorang diplomat Jepang, tahun berikutnya Masako pun melanjutkan pendidikannya di Universitas Tokyo.

Usahanya berbuah manis, ia berhasil mengalahkan 800 peserta lain dengan masuk ke dalam daftar 28 orang yang lulus seleksi penerimaan pegawai Kementerian Luar Negeri Jepang pada tahun 1987. Perlu kamu tahu, Masako merupakan salah satu dari tiga orang perempuan yang berhasil lulus, dikutip dari BBC.

Pada tahun 1988, kementerian mengirimnya untuk belajar di Balliol College, Oxford. Masako kembali pada tahun 1990 dan menjadi diplomat junior yang bekerja selama berjam-jam untuk menyusun makalah pengarahan tentang masalah perdagangan dan menerjemahkan dokumen.

Masako sangat dihormati karena pengetahuannya yang luas tentang hal-hal teknis dan keterampilannya sebagai seorang diplomat yang fasih dalam beberapa bahasa, seperti Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, Spanyol, dan Jepang. Dilansir dari BBC, ia juga dikatakan pandai bermain softball, ski, dan tenis.

Kisah Cinta Permaisuri Masako dan Kaisar Naruhito


Kisah cinta Permaisuri Masako dan Kaisar Naruhito/ Foto: Encyclopaedia Britannica

Masako dan Naruhito bertemu untuk pertama kalinya di sebuah pesta teh yang diadakan untuk menyambut Infanta Elena, Adipati Wanita Lugo, pada tahun 1986. Naruhito yang pada saat itu masih menjabat sebagai putra mahkota pun terpikat dengan pesona seorang Masako. Akan tetapi, Masako diketahui tidak tertarik untuk berpacaran.

Pada saat itu, perempuan telah mencapai tingkat kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jepang. Dengan menikah, Masako akan kehilangan kebebasan dalam diri maupun mental.

Selain itu, Masako juga harus merelakan karier diplomatiknya yang sudah susah payah ia bangun demi hidup di lingkungan kekaisaran Jepang. Mulai dari sini, setiap langkah dan keputusannya akan disorot.

Masako baru menerima lamaran Naruhito pada Desember 1992. Naruhito menjelaskan kepada calon istrinya itu bahwa tugasnya sebagian besar bersifat diplomatis. Kemudian, ia berjanji untuk melindungi Masako seumur hidupnya.

Pernikahan mereka yang sangat dinantikan berlangsung pada tanggal 9 Juni 1993 di Tokyo. Naruhito mengikuti jejak ayahnya, Kaisar Akihito, dengan menikahi orang biasa.

(naq/naq)