Mengenal Texting Anxiety, Kondisi yang Membuat Seseorang Cemas saat Berkomunikasi Lewat Chat
Beauties, pernah merasa membalas satu chat saja butuh waktu lama? Padahal pesan sudah selesai diketik, tetapi kamu masih menghapus dan mengulangnya karena takut salah.
Kalau pernah mengalaminya, kamu tidak sendirian. Perasaan seperti ini ternyata memiliki istilah tersendiri, yaitu texting anxiety.
Menurut Dr. Holly Schiff, psikolog klinis berlisensi di Connecticut, salah satu penyebabnya adalah karena kita tidak pernah tahu bagaimana respons lawan bicara. Apakah chat akan dibalas, kapan balasannya datang, atau bagaimana respons yang diberikan bisa membuat seseorang merasa cemas.
Nah, artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang apa itu texting anxiety, tanda-tandanya, serta cara mengatasinya berdasarkan informasi dari Medical News Today dan Psych Central.
Texting Anxiety
Ilustrasi seseorang memegang ponsel sambil menatap layar dengan ekspresi ragu sebelum membalas pesan/Foto/Magnific/magnific
Texting anxiety adalah rasa cemas yang muncul ketika seseorang harus membaca, mengirim, atau membalas pesan. Kondisi ini bisa membuat aktivitas yang sebenarnya sederhana terasa lebih melelahkan.
Seseorang yang mengalami texting anxiety biasanya takut salah memilih kata atau khawatir pesannya akan disalahartikan. Akibatnya, mereka sering menunda membalas chat meski sebenarnya sudah membacanya.
Texting anxiety bukan termasuk diagnosis gangguan mental tersendiri. Namun, kondisi ini dapat berkaitan dengan anxiety atau kecemasan yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi melalui pesan.
Tanda Texting Anxiety
Ilustrasi seseorang tampak memegang ponsel dan melihat notifikasi chat/Foto: Magnific/magnific
Setiap orang bisa mengalami texting anxiety dengan cara yang berbeda. Ada yang langsung merasa cemas saat menerima chat, tetapi ada juga yang baru merasa gelisah ketika harus membalasnya.
Rasa cemas ini tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga bisa menimbulkan berbagai reaksi fisik. Kalau kamu penasaran, berikut beberapa tanda texting anxiety yang sering muncul antara lain:
- Merasa khawatir, takut, atau stres saat menerima maupun membalas chat.
- Terus membaca ulang chat dan menganalisis isi pesannya.
- Sulit fokus pada aktivitas lain karena terus menunggu balasan.
- Sering mengecek notifikasi atau membuka aplikasi chat berulang kali.
- Ingin tahu kapan lawan bicara terakhir online.
- Menunda membalas pesan karena takut salah bicara.
- Menghindari membalas chat sama sekali.
- Terus mengecek ponsel.
- Jantung berdebar lebih cepat.
- Napas terasa lebih pendek atau lebih cepat.
- Tubuh terasa tegang atau gemetar.
- Telapak tangan berkeringat atau muncul rasa mual.
Kalau terus dibiarkan, texting anxiety bisa memengaruhi cara seseorang berkomunikasi. Ada yang jadi menghindari membalas chat, tetapi ada juga yang terus mengecek ponsel karena menunggu balasan.
Akibatnya, aktivitas sehari-hari bisa ikut terganggu. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat seseorang sulit fokus pada hal lain.
Cara Mengatasi Texting Anxiety
Ilustrasi ponsel yang diletakkan di atas meja sebagai cara memberi jeda dari penggunaan ponsel untuk mengurangi texting anxiety. Foto: Magnific/magnific
Tidak semua chat harus langsung dibalas saat itu juga, Beauties. Beri waktu sejenak untuk diri sendiri agar kamu tidak merasa terburu-buru saat membalas pesan.
Sesekali, coba jauhkan diri dari ponsel jika kamu mulai terlalu sering mengecek chat atau menunggu balasan. Cara sederhana ini bisa mengurangi rasa cemas.
Saat isi chat terasa membingungkan, jangan ragu untuk bertanya langsung. Daripada terus menebak-nebak sendiri, lebih baik tanyakan langsung maksudnya agar tidak overthinking.
Kalau ada hal yang penting untuk dibicarakan, coba telepon atau bertemu langsung. Dengan begitu, kamu bisa memahami maksud lawan bicara lewat nada bicara dan ekspresi wajahnya.
Jika texting anxiety mulai memengaruhi hubungan, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan psikolog atau tenaga kesehatan mental. Dengan penanganan yang tepat, rasa cemas akan lebih mudah dikelola.
Texting anxiety bukan sekadar kebiasaan menunda membalas chat. Memahami kondisi ini bisa membantu kita menjaga kesehatan mental sekaligus membangun komunikasi yang lebih sehat. Kalau kamu pernah mengalami salah satu tandanya, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!