Mengenal Tradisi Pawai Obor saat Tahun Baru Islam

Natasha Riyandani | Beautynesia
Senin, 15 Jun 2026 15:15 WIB
Makna Tradisi Pawai Obor Tahun Baru Islam
Makna tradisi pawai obor/ Foto: detikHikmah/Pradita Utama

1 Muharram, atau dikenal sebagai Tahun Baru Islam merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Tanggal tersebut bukan hanya sebagai penanda dimulainya kalender Hijriah, tetapi juga sarana refleksi diri dan meneladani peristiwa penting Nabi Muhammad saw.

Dalam menyambut Tahun Baru Islam, umat Muslim dari berbagai penjuru dunia biasanya akan merayakan dengan sejumlah tradisi. Di Indonesia sendiri, tradisi seperti pengajian, tabligh akbar, hingga pawai obor menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

Orang-orang akan berkumpul dan berjalan membawa obor mengelilingi kampung sambil melantunkan selawat nabi. Namun, apa makna sebenarnya dari pawai obor pada Tahun Baru Islam? Melansir dari detikcom, berikut rangkuman informasinya.

Apa Itu Tradisi Pawai Obor Tahun Baru Islam?

Pawai obor/ Foto: Flickr.com/Seika

Pawai obor merupakan tradisi turun-temurun yang erat kaitannya dengan berbagai bentuk perayaan di daerah di Indonesia, seperti menyambut Ramadan dan Tahun Baru Islam. Masyarakat biasanya akan memakai pakaian Muslim sambil berpawai memegang obor.

Kegiatan pawai obor dilakukan dengan keliling kampung, komplek, atau jalan raya, untuk menyambut 1 Muharram. Saat berkeliling, masyarakat juga akan melantunkan selawat dan pujian kepada Rasulullah saw.

Selain membawa obor, masyarakat juga memainkan alat musik seperti rebana dan gendang. Hal itu pun menambah kemeriahan dan keseruan perayaan Tahun Baru Islam.

Sejarah Tradisi Pawai Obor Tahun Baru Islam

Sejarah tradisi pawai obor/ Foto: Flickr.com/Seika

Secara historis, sejarah pawai obor 1 Muharram sudah dikenal sejak masa Kekhalifahan Umar bin Khattab pada abad ke-7, saat kalender Hijriah pertama kali digunakan.

Di Indonesia, tradisi pawai obor diketahui berakar dari kebudayaan masyarakat Sunda di Jawa Barat. Pawai obor mulai populer digunakan sebagai bentuk perayaan baru pada tahun 1940-an, tepatnya setelah kemerdekaan.

Awalnya berkembang di kalangan pesantren dan sangat erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Muslim di Nusantara sebagai bentuk syiar keagamaan.

Pawai obor umumnya dilakukan pada malam 1 Muharram. Mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa akan berkumpul dengan membawa obor menyala yang diarak berkeliling kampung atau jalanan sambil melantunkan selawat atau doa awal tahun.

Di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Solo, dan Aceh, tradisi pawai obor 1 Muharram menjadi agenda tahunan yang disambut antusias oleh masyarakat.

Makna Tradisi Pawai Obor Tahun Baru Islam

Makna tradisi pawai obor/ Foto: detikHikmah/Pradita Utama

Penggunaan obor dalam tradisi ini berkaitan erat dengan simbol cahaya sebagai penerang dalam kegelapan. Dalam konteks Islam, cahaya melambangkan pengetahuan, semangat hijrah, dan petunjuk dalam kehidupan, sekaligus menjadi sarana syiar agama dan mempererat silaturahmi antarsesama.

Oleh karena itu, pawai obor diartikan sebagai simbol harapan agar umat Islam mendapat bimbingan di tahun yang baru dan terhindar dari kesesatan. Mereka juga diajarkan pentingnya memperingati momen hijrah Nabi Muhammad saw dan nilai-nilai perjuangannya.

Di era modern, tradisi pawai obor masih tetap bertahan dan terus dilestarikan, bahkan berkembang lebih meriah dan penuh kreativitas. Biasanya sambil diiringi hiasan masjid/makkah, replika unta, dan memakai kostum Islami.

Meski kegiatannya telah berkembang, makna dan nilai utamanya tetap terjaga dengan baik. Pawai obor bukan hanya sekedar kegembiraan semata, tetapi juga memiliki nilai sosial seperti menjalani silaturahmi, kebersamaan, serta mengajak masyarakat untuk hidup rukun dan damai.

Daerah yang Rayakan Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Tradisi pawai obor di Medan/ Foto; detikSumut/Rachtin Hani Ritonga

Meskipun kehadirannya meluas di berbagai wilayah, namun kegiatan ini sangat lekat dengan beberapa sejarah lokal di beberapa daerah di Indonesia, di antaranya:

1. Jakarta

Pawai obor menjadi salah satu tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat Jakarta, terutama saat menyambut 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Biasanya, perayaan ini diisi dengan berjalan kaki mengelilingi permukiman atau komplek sambil membawa obor.

Masyarakat dari berbagai kalangan usia pun ikut turut meramaikan, berkumpul dan berbaur bersama-sama sehingga memperkuat kerukunan antar sesama.

2. Jawa Barat

Sering disebut sebagai salah satu daerah yang melestarikan dan memiliki akar sejarah kuat terhadap tradisi pawai obor, masyarakat Sunda di Jawa Barat menyambut Tahun Baru Islam dengan meriah.

Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada malam 1 Muharram setelah Maghrib. Pawai diikuti oleh berbagai kalangan usia, dari anak-anak hingga orang tua, yang berjalan kaki mengelilingi kampung atau jalan utama.

Di beberapa daerah seperti Pangandaran, kemeriahan pawai kerap dipadukan dengan kendaraan hias, pertunjukan seni tradisional, dan replika bangunan seperti masjid atau Ka’bah.

3. Jawa Tengah

Pawai obor merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa Tengah yang sangat populer untuk menyambut Tahun Baru Islam, bertepatan dengan malam 1 Suro dalam kalender Jawa.

Tradisi ini menggabungkan syiar Islam dan budaya lokal, di mana warga dari berbagai usia berkumpul pada malam hari, berjalan mengelilingi kampung atau rute tertentu sambil membawa obor dari bambu.

Selain pawai obor, masyarakat Jawa Tengah juga menyambut momen pergantian tahun ini dengan beberapa tradisi lain, di antaranya kirab budaya, sedekah gunung, dan tirakat atau lek-lekan.

4. Banjarmasin

Masyarakat Banjarmasin di Kalimantan Selatan termasuk salah satu yang rutin melaksanakan tradisi pawai obor untuk menyambut Tahun Baru Islam.

Tradisi pawai obor biasanya dipusatkan di titik-titik keramaian seperti di tepi Sungai Bilu dan mengelilingi jalan-jalan di sekitarnya. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kelompok usia.

5. Aceh

Pawai obor juga menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Aceh dalam menyambut Tahun Baru Islam. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk syiar Islam yang sarat akan makna.

Acara ini biasanya diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, santri dari dayah (pesantren) setempat, hingga orang dewasa. Mereka berjalan kaki menyusuri rute sambil mengumandangkan selawat dan takbir.

Sebagai salah satu daerah yang melestarikan dan memiliki akar kuat terhadap tradisi ini, pawai obor kerap diselenggarakan secara mandiri oleh warga atau difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Itulah sejarah dan makna tradisi pawai obor untuk menyambut Tahun Baru Islam. Semoga bermanfaat ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.