Mengenal Tren TikTok "My Favorite Person" yang Bantu Tingkatkan Percaya Diri

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 18 Sep 2026 19:30 WIB
Cara Melakukan Tren “My Favorite Person”
Cara Melakukan Tren “My Favorite Person”/Foto: Pexels.com

Media sosial TikTok tidak henti-hentinya melahirkan berbagai macam tren, termasuk soal pengembangan diri. Belakangan ini, ramai tren bernama "My Favorite Person" yang diyakini bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri seseorang.

Tren "My Favorite Person" mengajak pengguna membagikan video tentang seseorang yang mereka cintai, entah itu pasangan, anak, orang tua, atau hewan peliharaan. Lalu, pengguna diminta membagikan momen sehari-hari yang membuat orang tersebut begitu istimewa di hidup mereka.

Namun, tren ini tidak hanya melibatkan sosok orang lain dalam hidup, tapi juga bisa diterapkan pada diri sendiri, Beauties. Tren ini mengajak kita untuk menumbuhkan apresiasi terhadap diri dan membantu menumbuhkan rasa percaya diri.

Yuk, simak lebih lanjut penjelasan tren ini melalui kacamata seorang terapis!

Apa Itu Tren “My Favorite Person”?

Tren

Apa Itu Tren “My Favorite Person”?/Foto: Pexels.com

Menurut psikoterapis Dipesh Patel, MBA, MSW, LCSW/LICSW, tren “My Favorite Girl” yang melibatkan orang lain merupakan bentuk kesadaran penuh dalam relasi karena membagikan hal-hal yang biasanya mungkin tidak diungkapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan menurut terapis Chloë Bean, LMFT, tren ini merupakan contoh cara mengungkapkan apresiasi bagi sosok penting dalam hidup kita secara mendetail dan penuh rasa sayang.

“Tren ini tentang memperhatikan apa yang disukai oleh sosok favorit Anda, bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain dan dunia di sekitarnya, serta hal-hal yang membuat mereka menjadi diri mereka yang sesungguhnya,” ujarnya. 

Pada dasarnya, Anda sedang mempraktikkan rasa syukur terhadap orang lain, dan mereka turut menyaksikannya. Hal ini menciptakan ikatan batin karena mereka dapat melihat langsung apresiasi tersebut dan merasa keberadaan serta keunikan mereka diakui,” tambahnya. 

Mengapa Kita Perlu Menerapkan Tren “My Favorite Person” untuk Diri Sendiri

Tren

Mengapa Kita Perlu Menerapkan Tren “My Favorite Person” untuk Diri Sendiri/Foto: Pexels.com

Meskipun tren “My Favorite Person” biasanya menyoroti orang lain, kamu juga bisa menerapkannya pada diri sendiri, Beauties.

Anggaplah ini sebagai bentuk latihan refleksi diri, seperti yang sering ditemukan dalam jurnal panduan pengembangan diri. Menurut Patel, latihan semacam ini relevan dengan psikologi positif, yaitu bidang penelitian kesehatan perilaku yang berfokus pada studi ilmiah mengenai kekuatan manusia, rasa syukur, dan apresiasi. 

Secara khusus, praktik ini dapat membantu kamu menghargai diri sendiri apa adanya, bukan sekadar menilai diri berdasarkan apa yang kamu lakukan. 

“Anda bisa menjadikan diri sendiri sebagai sosok favorit Anda; hal ini dapat meningkatkan welas asih terhadap diri sendiri sekaligus meredam suara kritis dalam batin,” kata Bean.

Lantas, bagaimana cara kerjanya? Ketika kamu melakukan tren ini, kamu sedang melatih ulang otak untuk membentuk pola pikir yang berbeda.

Sebagai contoh, alih-alih berpikir “Aku merasa belum melakukan cukup banyak hal” atau “Aku tidak cukup baik,” kamu bisa mulai mengamati diri sendiri dari sudut pandang berbeda dan berpikir, “Aku menyadari bahwa aku selalu hadir untuk orang lain” atau “Aku berhasil menyelesaikan tugas itu hari ini” 

Kamu juga akan menurunkan kadar hormon stres saat memperlakukan diri sendiri dengan penuh kebaikan, karena tubuh merasa lebih aman dan tenang. Selain itu, kamu akan kembali terhubung dengan tubuh dan pengalaman diri sendiri, yang akan membantu mengurangi rasa kesepian.

Jenis refleksi diri seperti ini dapat memperdalam pemahaman diri, yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri.

"Saat Anda secara konsisten menyadari hal-hal yang Anda hargai dari diri sendiri, Anda mengumpulkan bukti bahwa Anda adalah sosok yang berharga, cakap, dan layak dicintai," ungkapnya. Menurut Bean, hal ini juga merupakan bentuk pengaturan sistem saraf, karena kamu memutus siklus stres dan penghakiman terhadap diri sendiri.

Cara Melakukan Tren “My Favorite Person”

Tren

Cara Melakukan Tren “My Favorite Person”/Foto: Pexels.com

Sebagian orang mungkin akan merasa sulit untuk menerapkan tren ini pada diri sendiri, sebab mereka terbiasa fokus pada orang lain atau bersikap terlalu keras pada diri sendiri.

Nah, jika kamu termasuk salah satunya, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mencairkan suasana. Menurut Bean, cobalah jawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana caraku menunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang aku sayangi? 

  • Apa hal yang berhasil aku lakukan dengan baik minggu ini? 

  • Apa yang membuat aku tertawa dan merasa terhubung dengan sisi diriku yang ceria? 

  • Bagaimana aku menjalani hidup dan memperlakukan orang asing? 

  • Apa yang aku nikmati saat masih kecil ketika aku tidak mencemaskan keadaan di sekitarku? Apa saja nilai-nilai hidup yang aku pegang?

"Cobalah untuk mengamati kualitas diri Anda dengan rasa ingin tahu, bukan dengan menghakimi," kata Bean. 

Setelah itu, berikut adalah cara menerapkan tren “My Favorite Person” pada diri sendiri:

  • Mulailah dari hal kecil. "Pilihlah satu hal tentang diri Anda untuk diperhatikan setiap harinya," saran Bean. Hal ini bisa berupa sesuatu yang kamu syukuri atau sesuatu yang berjalan dengan baik. 

  • Bersikaplah spesifik. Saat memperhatikan momen atau sifat positif, cobalah untuk lebih spesifik. Misalnya, alih-alih berpikir "Aku orang yang baik," cobalah berpikir "Aku mendengarkan temanku dan menanyakan apa yang dia butuhkan," saran Bean. 

  • Mulailah saat kondisi emosi stabil. "Jika Anda mencoba melakukan ini untuk pertama kalinya saat sedang dilanda kecemasan hebat, mungkin akan sulit untuk fokus," ujar Bean. Itulah sebabnya sebaiknya praktik ini dilakukan saat kamu merasa tenang dan stabil secara emosional. Seiring waktu, hal ini bisa menjadi sarana untuk menenangkan diri saat tingkat stres meningkat.

  • Bersiaplah menghadapi penolakan batin. Suara batin yang kritis mungkin akan muncul dan mengatakan hal-hal seperti, "Ini konyol" atau "Kamu egois,". Sadari bahwa itu hanyalah pola pikir lama. Kembali amati dengan lembut hal-hal yang berjalan baik hari ini. Kamu sedang melatih ulang sistem saraf Anda. 

  • Bicaralah pada diri sendiri secara wajar. Saat mempraktikkan self-talk yang positif, banyak orang sering menggunakan bahasa yang tidak terdengar alami bagi mereka. Jadi, gunakanlah bahasa yang terasa meyakinkan, autentik, dan alami, saran Patel. Bedakan antara refleksi dan ruminasi. “Refleksi berulang kali bertanya, ‘Apa yang bisa aku pahami lebih baik atau lakukan secara berbeda?’ sedangkan ruminasi terus-menerus bertanya, ‘Apa yang salah dengan diriku?’” Jika pikiran kamu terasa berputar-putar di hal yang sama, itu bisa menjadi tanda bahwa hal tersebut lebih condong ke arah ruminasi.

Tertarik mencoba, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE