Kasus dugaan penyelewengan dana umat oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), kini dikabarkan telah naik ke tahap penyidikan, Beauties! Meski proses pemanggilan dan penyidikan beberapa saksi termasuk dua petinggi ACT sudah dilakukan berkali-kali, namun Bareskrim Polri sampai tulisan ini naik, belum menetapkan tersangka.
”Untuk menetapkan tersangka dibutuhkan 2 alat bukti yang sah, kita masih mendalami,” jelas Dirtipideksus Brigjen Whisnu Hermawan dikutip dari laman detiknews. Whisnu juga mengatakan bahwa pihaknya nggak menemukan kendala dalam pengumpulan alat bukti untuk perkara tersebut. ”Saat ini kita masih mengumpulkan alat-alat buktinya agar bisa mengungkap peran dari para pelaku,” jelas Whisnu.
Dugaan penyelewengan dana donasi umat yang dikumpulkan oleh ACT mulai ramai diberitakan sejak awal Juli tahun ini. Lewat kasus ini, membuat masyarakat jadi perlu meningkatkan kewaspadaan dan lebih selektif lagi dalam memilih lembaga penyalur donasi.
Kiat berikut bisa kamu jadikan pertimbangan dalam memilih lembaga penyalur donasi nih, Beauties!
1) Pastikan Badan Amal Terdaftar Resmi
Lembaga penyalur donasi harus terdaftar /Foto: Ono Kosuki/Pexels |
Sebelum memutuskan akan berdonasi lewat lembaga penyalur donasi, pastikan lebih dulu bahwa lembaga tersebut telah terdaftar resmi dan mendapatkan izin dari Kementerian Sosial. Hal ini juga senada dengan yang dilansir pada laman Trusted Choice.
Selain itu, perlu juga untuk memastikan bahwa lembaga penyalur donasi tersebut memiliki struktur organisasi yang jelas. Lewat informasi inilah kita bisa tahu siapa saja penanggung jawab utama yang mengelola uang donasi yang kita sumbangkan.
2) Melakukan Riset Sebelum Donasi
Untuk memastikan suatu lembaga penyalur donasi memang terpercaya, kita perlu melakukan sedikit riset sebelum berdonasi. Seperti yang dilansir pada laman The New York Times, informasi yang perlu digali berkaitan dengan pendapatan, penggalangan dana, juga pembelanjaan dari lembaga tersebut.
Ilustrasi melakukan riset /Foto: Christina Morillo/Pexels |
Lembaga penyalur donasi semestinya menyediakan informasi itu secara terbuka melalui situs web masing-masing dan dapat diakses secara umum. Kamu juga bisa mencari informasi rekam jejak lembaga terkait melalui pemberitaan di media. Ini juga perlu dilakukan untuk menghindari kasus penggelapan dana donasi berulang.
3) Badan Amal Harus Mengedepankan Transparansi
Sebagaimana yang dilansir pada laman The New York Times, lembaga penyalur donasi semestinya memberikan kejelasan pada donatur melalui laporan yang dilakukan secara berkala. Kita juga perlu memastikan bahwa sumbangan yang disetorkan sebagian besar memang diperuntukkan dalam misi amal, bukan untuk kegiatan sampingan dari lembaga terkait.
Lembaga penyalur donasi wajib memberikan laporan berkala mengenai besarnya dana yang masuk dalam suatu campaign donation. Selain itu transparansi mengenai besaran dana yang tersalurkan dan peruntukkannya juga perlu disampaikan dalam laporan tersebut.
4) Menyediakan Layanan Call Center & Satu Rekening
Call center /Foto: Yan Krukov/Pexels |
Lembaga penyalur donasi yang baik juga perlu menyediakan layanan komunikasi dengan para donatur. Demikian dikutip dari laman Trusted Choice.
Lewat call center yang disediakan ini, donatur bisa menanyakan beragam informasi berkaitan dengan donasi yang telah disumbangkan. Selain itu, pengumpulan donasi harus dilakukan dalam satu rekening dan bukan atas nama pribadi.
Nah, itu tadi beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam memilih lembaga penyalur donasi. Berapapun besar sumbangan yang kita donasikan, tentunya kita berhadap dapat tersalurkan sebagaimana mestinya.
---
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!