Menjadi Pendengar yang Baik Memang Bagus, Tapi Kamu Boleh Berhenti Mendengarkan dalam 3 Situasi Ini!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 04 Feb 2023 22:00 WIB
Menjadi Pendengar yang Baik Memang Bagus, Tapi Kamu Boleh Berhenti Mendengarkan dalam 3 Situasi Ini!/Foto: Unsplash/Trung Thanh

Mendengarkan adalah kemampuan yang penting untuk membangun penilaian baik dan menciptakan koneksi. Selain itu, dengan mendengerkan, kamu bisa memahami orang lain serta mendapatkan dan mempelajari perspektif baru.

Namun, meskipun mendengarkan adalah hal yang baik, kamu juga harus mengingat bahwa kamu pun layak untuk didengarkan. Dilansir dari laman Rachel Beohm, ada beberapa situasi yang bisa dijadikan alasan untuk berhenti mendengarkan dan mulai menyuarakan pendapatmu sendiri.

Kamu Telah Mendengarkan dalam Waktu yang Lama

Ilustrasi/Foto: Freepik.com

Hubungan yang baik atau percakapan yang baik bukan hanya menyangkut salah satu pihak saja. Hubungan yang sehat membutuhkan tiap orang yang terlibat untuk sama-sama berbicara dan mendengar serta saling memberi dan menerima.

Jika kamu merasa bahwa kamu tidak pernah bisa berbicara dengan rekan kerja, anggota keluarga, atau teman, maka saatnya kamu harus menyeimbangkannya. Kamu memang harus menjadi pendengar yang baik, tetapi jika mereka hanya meminta perhatianmu tanpa mau melakukan hal yang sama, maka kamu bisa berhenti mendengarkan.

Kamu harus menyuarakan pendapat, perasaan, pengalaman, dan pengetahuanmu. Beri kesempatan orang lain untuk mengatakan bagiannya, tetapi pastikan kamu juga memberikan kesempatan pada dirimu sendiri karena kamu juga sama berharganya dengan mereka.

Pihak Lain Berbicara secara Berputar-putar


Ilustrasi percakapan (Foto: Unsplash/Priscilla Du Preez)

Menjadi pendengar yang baik dan menunjukkan empatimu ketika seseorang sedang marah dapat benar-benar membantu mereka dan dirimu sendiri. Namun, terkadang orang yang sedang kesal memiliki sudut pandang yang sempit dan keberadaanmu yang berusaha menenangkan tidak akan memengaruhinya.

Terkadang, makin banyak yang seseorang bicarakan, maka makin gelisahlah mereka pada akhirnya. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Oleh karena itu, ketika mereka makin tidak rasional dan kesal, berhenti mendengarkan dengan cara memotong ucapannya.

Joe Navarro berkata dalam bukunya Louder Than Words, ketika emosi sedang tinggi, sistem limbik akan membajak otak. Oleh karena itu, atasi emosinya, beritahukan bahwa kamu melihat, mendengar, merasakan, serta memberi dukungan sekaligus batasan terhadap kemarahan mereka.

(naq/naq)