Menurut Pakar Psikologi, Orang paling Persuasif Selalu Melakukan 7 Hal Ini Saat Berbicara dengan Orang Lain
Ada saatnya kamu perlu membujuk orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan atau melihat sudut pandangmu, baik itu dalam urusan bisnis maupun kehidupan pribadi. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya dengan cara yang benar. Alih-alih memenangkan hati orang lain, kamu justru malah mengasingkan mereka.
Ternyata, ada beberapa cara untuk lebih meyakinkan orang lain tanpa bersikap manipulatif ataupun menjengkelkan. Kamu hanya perlu mengucapkan kata-kata yang tepat dengan cara yang benar pada waktu yang tepat.
Merangkum dari CNBC, ini taktik komunikasi dari orang yang paling persuasif menurut psikolog yang bisa kamu ikuti.
Gunakan Lebih Banyak “Kamu” daripada “Aku”
Strategi paling sederhana dan efektif untuk berkomunikasi dengan orang lain secara tepat. Cara ini membantu kamu memperjelas bahwa kamu berbicara langsung dengan mereka dan mempertimbangkan kebutuhan, pemikiran, dan minat masing-masing.
Ketika kamu memberi tahu pendengar bahwa kamu peduli padanya, mereka akan lebih terbuka untuk mendengarkan dan menyetujui upaya persuasi darimu.
2. Gunakan “Kita” di Situasi Tertentu
Menurut Pakar Psikologi, Orang paling Persuasif Selalu Melakukan 7 Hal Ini Saat Berbicara dengan Orang Lain/Foto: Freepik
“Kita” adalah kata-kata inklusif yang menunjukkan bahwa kamu menganggap dirimu sebagai bagian dari tim. Ini dapat menciptakan rasa persatuan dan gotong royong.
Ketika kamu memposisikan diri sebagai mitra bagi pendengar atau pembacamu, mereka akan lebih menerima apa yang kamu bicarakan. Karena kamu bekerja dengan mereka, bukan berkhotbah kepada mereka atau memerintahkan mereka untuk melakukan sesuatu.
3. Ulangi Sendiri dengan Cara yang Berbeda
Ilustrasi/Foto: Freepik/pressfoto
Mengulangi inti utama dari argumen kamu dan frasa kunci tertentu dapat membuat apa yang kamu katakan lebih mudah diingat dan menciptakan perasaan akrab yang persuasif.
Kamu tentu tidak ingin terdengar seperti rekaman rusak, namun kamu ingin mengulangi ide atau konsep yang kamu sampaikan dua atau tiga kali dengan cara yang sedikit berbeda.
4. Gunakan “Kata-Kata yang Kuat”
Ilustasi/Foto: Freepik/pch.vector
Penggunaan kata-kata yang kuat membangkitkan emosi yang kuat dalam diri pendengar dan pembaca, bahkan terkadang tanpa mereka sadari. Kata-kata spesifik yang akan kamu gunakan bergantung pada apa yang kamu coba untuk membujuk seseorang agar melakukan hal tersebut.
Beberapa contoh kata-kata yang kuat adalah “terbukti”, “mudah”, dan “baru”. Ini adalah praktik umum untuk menggunakannya dalam penjualan dan periklanan, namun juga dapat digunakan dalam situasi pribadi ataupun bisnis.
5. Jelaskan Ide dengan Klausa “Karena”
Ilustrasi/Foto: Freepik/pressfoto
Setelah menyebutkan poin utama kamu dalam menyampaikan sesuatu, lanjutkan dengan penjelasan mengapa kamu mengemukakannya. Misalnya, “Saya ingin kamu melakukan ini karena…” atau “Konsep baru ini akan berhasil bagi kita karena…”
Ketika orang mendengar “karena”, mereka menganggap kamu bersikap masuk akal dan memberikan alasan yang sah atas permintaanmu. Penjelasan rasional seperti ini membuat mereka lebih cenderung untuk menyetujuinya.
Dengan cara penyampaian yang sama, kata-kata dan frasa yang menunjukkan penalaran sebab-akibat berupa “sesuai”, “akibatnya”, “untuk alasan ini”, dan “oleh karena itu” juga dapat membantu kamu menyusun argumentasi yang lebih persuasif dan efektif.
6. Pancarkan Rasa Percaya Diri
Percaya Diri/Foto: Freepik/ArthurHidden
Melansir dari Entrepreneur, orang-orang akan tertarik pada pesan yang kamu sampaikan jika mereka merasa bahwa kamu benar-benar memercayai apa yang kamu katakan. Bicaralah dengan percaya diri. Kamu akan lebih mudah meyakinkan orang lain jika kamu terdengar seperti sudah meyakinkan diri sendiri.
7. Konsisten dan Gigih
Ilustrasi/Foto: Freepik/pressfoto
Terkadang, kamu memerlukan lebih dari satu percakapan untuk menyampaikan maksud kamu dengan tepat. Jangan merasa bahwa kamu harus mundur secara otomatis jika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan kamu.
Pikirkan mengapa rekanmu tidak setuju dengan pendapatmu, dan kembalilah kepada mereka pada waktu yang tepat. Menjaga pesanmu tetap konsisten dalam beberapa percakapan akan menunjukkan bahwa kamu serius dan tertarik dengan hal ini.
Cobalah menggunakan tujuan taktik di atas untuk memastikan bahwa pesan yang ingin kamu sampaikan dapat menjangkau audiens dan mendorong mereka untuk bertindak. Ini bisa membantu kamu untuk membangun hubungan yang sehat dan kredibilitas dengan memanfaatkan kekuatan persuasi.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!