Menurut Psikolog, 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Tanda Anak Punya Secure Attachment
Secure attachment adalah ikatan emosional antara anak dan orang tua yang membuat anak merasa aman, diterima, serta percaya bahwa orang tua dapat menjadi tempat untuk mencari dukungan ketika membutuhkannya. Namun, secure attachment bukan berarti anak selalu tenang, mandiri, atau tidak pernah menangis, melainkan dapat terlihat dari berbagai pola perilaku sederhana dalam keseharian anak saat berinteraksi dengan orang tua.
Kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah yang dapat menjadi salah satu ciri secure attachment pada anak. Lantas, apa saja kebiasaan yang menunjukkan adanya rasa aman tersebut? Simak, 3 tandanya dalam artikel yang dilansir dari Parents berikut ini!
Anak Nyaman Menjelajah, tetapi Tetap Kembali kepada Orang Tua
![]() Tanda secure attachment dapat terlihat ketika anak merasa aman menjelajah tanpa kehilangan koneksi dengan orang tua/Foto: Magnific |
Menurut Sarah Bren, PhD, psikolog klinis berlisensi sekaligus Co-Founder & Clinical Director di Upshur Bren Psychology Group, salah satu tanda anak memiliki secure attachment adalah ketika ia menjadikan orang tuanya sebagai tempat yang aman untuk kembali. Hal ini dapat terlihat saat anak bermain di taman. Ia mungkin pergi bermain sendiri, lalu sesekali kembali kepada orang tua untuk mendapatkan rasa nyaman dan koneksi sebelum kembali bermain.
Seiring bertambahnya usia, anak biasanya dapat bermain lebih lama dan menjaga jarak lebih jauh tanpa selalu membutuhkan kontak fisik. Namun, bahkan, sekadar melakukan kontak mata dari kejauhan tetap bisa menjadi caranya memastikan bahwa orang tuanya tetap ada sebagai tempat yang aman untuk kembali.
Anak Menunjukkan Respons Positif saat Bertemu Kembali dengan Orang Tua
Tanda secure attachment dapat terlihat dari respons positif anak saat kembali bertemu orang tua setelah berpisah/Foto: Magnific
Anak dengan secure attachment biasanya menunjukkan kegembiraan dan rasa lega ketika kembali bertemu dengan pengasuhnya setelah berpisah, meskipun hanya untuk waktu singkat. Respons positif ini menunjukkan bahwa anak merasa yakin pengasuhnya akan kembali dan dapat memberinya rasa aman.
Menurut Max Doshay, MA, PsyD, Psikolog Klinis sekaligus CEO Monima Wellness, reaksi tersebut mencerminkan adanya rasa percaya dan aman dalam hubungan anak dengan pengasuhnya. Perasaan bahagia saat bertemu kembali juga menjadi tanda bahwa anak merasa dicintai, diperhatikan, dan mendapat dukungan.
Anak Mampu Membangun Pertemanan yang Sehat
Tanda secure attachment dapat terlihat dari kemampuan anak membangun pertemanan yang sehat/Foto: Magnific
Anak dengan secure attachment biasanya mampu menjaga pertemanan yang sehat dan mampu bangkit kembali setelah mengalami konflik dengan teman. Mereka cenderung percaya bahwa perselisihan dapat diselesaikan dan mampu mempertimbangkan sudut pandang temannya, misalnya dengan memahami bahwa perilaku yang menyakitkan mungkin bukan disengaja.
Menurut Dr. Bren, kemampuan untuk melihat perspektif orang lain, berprasangka baik, dan yakin bahwa hubungan dapat diperbaiki merupakan beberapa tanda secure attachment. Pola keterikatan yang aman juga membantu anak membangun hubungan sosial yang positif karena mereka belajar mempercayai dan berempati dengan orang lain, seperti yang mereka lakukan terhadap pengasuh utama atau orang tuanya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
