Merenggut Banyak Jiwa, Ini 3 Bencana Alam Terparah yang Pernah Jadi Sorotan Dunia!

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Sabtu, 17 Jun 2023 13:00 WIB
Bencana alam yang pernah menghebohkan dunia/Foto: pexels.com/Arecb Ycuihay

Saat ini bencana dan kerusakan alam di dunia semakin merebak. Terbaru adalah El Nino. Fenomena cuaca alam ini telah dimulai di Samudera Pasifik dan berpotensi menyebabkan perubahan iklim yang drastis. 

Dampaknya pun tak tanggung-tanggung. Diprediksi akan terjadi kekeringan parah di wilayah Australia, melemahnya musim monsun di India, hingga Amerika Serikat yang akan lebih sering diterpa hujan.

Bicara tentang bencana, berikut terdapat kasus bencana terparah sepanjang sejarah di dunia. Salah satunya pernah terjadi di sungai terpanjang di Asia. Penasaran?

Kasus Kerusakan Alam Terparah di Dunia

1. Meluapnya Sungai Yangtze


Meluapnya Sungai Yangtze menyebabkan anak-anak di wilayah Wuhan dan Nanjing kelaparan/Foto: pexels.com/Yulia Volk

Sungai Yangtze merupakan sungai terpanjang di Asia dan terpanjang ketiga di dunia. Yangtze berliku sepanjang 6.300 kilometer dari Pegunungan Tanggula Tibet ke Laut China Timur.

Pada 18 Agustus 1931, Sungai Yangtze menorehkan sejarahnya pada dunia. Sungai Yangtze diberitakan meluap dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 3,7 juta orang.

Tak hanya merenggut banyak nyawa, banjir bandang dari Sungai Yangtze juga telah menelan banyak area persawahan dan bangunan di sekitarnya. Area ladang padi di sekitar Sungai Yangtze menjadi terendam air dan mengakibatkan petani gagal panen. Padahal, masyarakat Wuhan dan Nanjing sangat menggantungkan pasokan nasi dari wilayah tersebut. 

Dampak dari bencana ini pun tidak sebatas itu saja. Sungai Yangtze mulai terkontaminasi dengan polusi dan menjadi biang dari penyakit tifus dan disentri. Diketahui Sungai Yangtze merupakan jalur air paling vital bagi perekonomian China. Lebih dari 400 juta orang di China menggantungkan sumber air dari Yangtze.

Imbas dari banjir ini, banyak masyarakat yang meninggal karena kelaparan dan penyakit. 

2. Siklon Mocha


Ilustrasi kondisi bangunan di Myanmar pasca dihantam bencana Siklon Mocha/Foto: pexels.com/Faruk Tokluoğlu

Pada Mei lalu, wilayah Myanmar dan Bangladesh diporak-porandakan oleh Siklon Mocha. Sebelum lanjut, apa itu Siklon Mocha?

Siklon adalah sistem suhu bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan tropis hangat dengan angin kencang di dekat pusatnya. Diketahui angin tersebut mampu menyebar hingga ratusan kilometer dari pusat badai. 

Pusaran angin akan menyedot air dalam jumlah besar dan sering menghasilkan hujan lebat disertai banjir. Alhasil peristiwa ini mampu merenggut banyak nyawa dan kerusakan di sekitarnya. Pada beberapa negara, fenomena ini dikenal dengan sebutan angin topan/badai.

Sementara Mocha merupakan badai dalam kategori lima. 

Siklon Mocha kala itu menghantam wilayah pesisir antara distrik Cox's Bazar, Bangladesh dan negara kecil Kyaukpyu, Myanmar. Topan Mocha membawa angin kencang dengan kecepatan 215 kilometer per jam. 

Siklon yang terbentuk di perairan Teluk Benggala ini berkembang hingga melampaui kategori kekuatan siklon super atau masuk dalam badai kategori lima.

Diketahui korban dalam peristiwa ini mencapai 800 ribu orang. Kebanyakan korban berasal dari etnis Rohingya. Selain menelan korban, banyak pohon yang tumbang, perumahan dan bangunan disapu bersih, hingga munculnya gelombang pasang yang besar di wilayah pesisir.

(ria/ria)