Tidak sedikit orang yang baru terpikir soal menabung ketika sudah memasuki usia dewasa. Saat tanggung jawab hidup semakin nyata dan kebutuhan terus bertambah, muncul pertanyaan yang cukup mengganggu pikiran, seperti “Kalau baru mulai nabung sekarang, telat nggak sih?” Pertanyaan ini wajar, terutama bagi mereka yang merasa melewatkan kesempatan menabung di usia lebih muda.
Namun, menabung bukan perlombaan siapa yang paling cepat memulai. Lebih dari itu, menabung adalah proses membangun kebiasaan keuangan yang berkelanjutan.
1. Usia Dewasa Adalah Fase Kesadaran Finansial
|
Kesadaran finansial/ Foto: Freepik.com/freepik |
Banyak orang di usia dewasa justru mulai memahami arti penting menabung. Di fase ini, kita sudah merasakan sendiri bagaimana rasanya mengelola penghasilan, membayar kebutuhan hidup, dan menghadapi kondisi tak terduga. Pengalaman ini membentuk kesadaran finansial yang lebih kuat dibandingkan sekadar nasihat.
Di usia dewasa, penghasilan memang belum tentu besar, tetapi biasanya lebih stabil. Selain itu, pola pikir terhadap uang juga lebih matang. Kita mulai belajar membedakan mana kebutuhan utama dan mana keinginan sesaat. Kesadaran inilah yang menjadi pondasi kuat untuk membangun kebiasaan menabung yang konsisten.
Rasa “terlambat” sering kali muncul karena membandingkan diri dengan orang lain. Melihat teman sebaya yang sudah lebih mapan secara finansial kerap menimbulkan tekanan.
Padahal, setiap orang memiliki latar belakang dan perjalanan hidup yang berbeda. Fokus pada perjalanan sendiri jauh lebih sehat daripada terus membandingkan hasil.