STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Negara Ini Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Ucapkan Selamat Tinggal pada Masker, Meski Masih Rekor Kasus Omicron

Redaksi CNBC | Beautynesia
Jumat, 04 Feb 2022 17:00 WIB
Negara Ini Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Ucapkan Selamat Tinggal pada Masker, Meski Masih Rekor Kasus Omicron

Beberapa negara, termasuk Indonesia masih mewajibkan pemakaian masker di mana pun kita berada. Tujuannya agar tidak tertular maupun menulari covid-19.

Berbeda dengan yang lain, Denmark telah mengucapkan selamat tinggal pada pemakaian masker serta kartu kesehatan Covid-19. Negara ini menjadi negara Uni Eropa (UE) pertama yang mencabut semua pembatasan pandemi, meski masih mengalami rekor kasus corona, terutama varian Omicron.

Selain itu, pembatasan jam operasional dan restoran juga ditiadakan, Beauties. Klub malam juga telah dibuka lagi.

Alasan Kenapa Melonggarkan Batasan

Sedikit Kasus Parah, Denmark Cabut Hampir Semua Pembatasan Covid-19Sedikit Kasus Parah, Denmark Cabut Hampir Semua Pembatasan Covid-19/ Foto: DW (News)

Denmark mencatat sekitar 40.000-50.000 kasus covid baru setiap hari atau 1% dari 5,8 juta penduduk negara itu. Pembatasan sebenarnya masih ada, tapi hanya beberapa. Seperti ke para pelancong yang tidak divaksinasi, yang datang dari negara Non-Schengen.

"Kami memiliki cakupan yang sangat tinggi dari orang dewasa yang divaksinasi dengan tiga dosis (booster)," kata ahli epidemiologi Universitas Roskilde Lone Simonsen dikutip AFP.

Selain itu, lebih dari 60% orang Denmark telah menerima dosis ketiga, satu bulan lebih cepat dari jadwal otoritas kesehatan. Hal ini diketahui jauh mengungguli rata-tata UE yang hanya di bawah 45%.

"Dengan Omicron tidak lagi menjadi penyakit parah bagi yang divaksinasi, kami percaya masuk akal untuk mencabut pembatasan," tambah Simonsen.

"Penyebaran luas varian Omicron diharapkan mengarah pada kekebalan yang lebih kuat dan tahan lama, membantu negara menangkis gelombang di masa depan."

Sebanyak 73% populasi Eropa telah tertular Covid-19 setidaknya sekali sejak Januari 2020. Lembaga penelitian dan kesehatan masyarakat Denmark, SSI, memperkirakan Covid-19 akan menjadi "seperti flu" di negeri itu di masa datang.

Tanggapan dari WHO

Omicron: Subvarian BA.2 sudah muncul di Indonesia, WHO sebut 'tidak lebih parah' dari bentuk orisinalnyaOmicron: Subvarian BA.2 sudah muncul di Indonesia, WHO sebut 'tidak lebih parah' dari bentuk orisinalnya/ Foto: BBC World

Di sisi lain WHO memberi peringatan baru soal Omicron, serta meminta langkah-langkah pelonggaran harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati.

Apa alasannya? Lanjutkan membaca di sini ya, Beauties.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE