STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Negara Ini Larang Perempuan Bersenang-senang di Taman Hiburan hingga Berolahraga di Gym! Ada Apa?

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 24 Jan 2023 14:30 WIB
Negara Ini Larang Perempuan Bersenang-senang di Taman Hiburan hingga Berolahraga di Gym! Ada Apa?

Salah satu cara untuk melepas penat usai lelah berjibaku dengan kegiatan sehari-hari adalah dengan refreshing dan melakukan hal yang menyenangkan. Bisa dengan beristirahat di rumah, atau berjalan-jalan. Salah satu destinasi yang sering dijadikan tempat untuk melepas penat adalah taman hiburan.

Tapi tahukah kamu, ada satu negara di dunia ini yang melarang warga perempuan untuk mengunjungi taman hiburan. Bahkan, mereka juga melarang perempuan untuk berolahraga di gym! Negara manakah itu?

Negara yang Larang Warga Perempuan Pergi ke Taman Bermain 

Pemerintahan Taliban di Afghanistan melarang perempuan untuk memasuki taman sejak November 2022 lalu. Seorang juru bicara Kementerian Wakil dan Kebajikan mengatakan kepada BBC bahwa pengelola taman di ibu kota telah diberitahu untuk tidak mengizinkan perempuan masuk. Taliban mengklaim bahwa hukum Islam tidak dipatuhi di taman.

Di bawah aturan Taliban tentang pemisahan orang berdasarkan jenis kelamin, perempuan diizinkan mengunjungi taman tiga hari setiap minggu, yaitu Minggu, Senin, Selasa, dan pria pada empat hari lainnya.

Namun sekarang, perempuan tidak akan diizinkan berkunjung ke taman meskipun ditemani oleh keluarga yang berjenis kelamin pria.

KABUL, AFGHANISTAN - DECEMBER 22:  Afghan women protest against new Taliban ban on women accessing University Education on December 22, 2022 in Kabul, Afghanistan. A group of Afghan women rallied in Kabul against a governmental order banning women from universities. Armed guards barred women from accessing university sites since the suspension was announced on December 20. (Photo by Stringer/Getty Images)Perempuan Afghanistan/ Foto: Getty Images/Getty Images

"Kami melakukan ini karena dalam 15 bulan terakhir, terlepas dari upaya kami, orang-orang pergi ke taman dan tidak menghormati hukum Syariah," kata Mohammed Akef, juru bicara Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, kepada BBC.

"Pembatasan itu untuk semua perempuan, baik dengan atau tanpa mahram [pengiring pria]," lanjutnya.

Larangan terhadap perempuan meluas ke taman hiburan yang biasanya memiliki wahana seperti bumper car atau kincir ria, di mana keluarga mengunjungi tempat tersebut dengan anak-anak.

taman hiburanIlustrasi/Foto: Pexels.com/apgpotr

Berita soal larangan tersebut ditanggapi dengan kekecewaan oleh kaum perempuan di Afghanistan. 

"Tidak ada sekolah, tidak ada pekerjaan ... kita setidaknya harus memiliki tempat untuk bersenang-senang," kata seorang perempuan, yang meminta untuk diidentifikasi hanya sebagai Wahida, sambil melihat anak-anaknya bermain di taman melalui jendela restoran yang bersebelahan.

"Kami bosan dan muak berada di rumah sepanjang hari, pikiran kami lelah," katanya kepada AFP.

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE