Sejak diluncurkan pada tahun 2018, banyak orang telah membuat asumsi yang tidak masuk akal tentang The Codette Project, sebuah organisasi nirlaba Singapura yang membantu perempuan Muslim dan minoritas memperoleh keterampilan teknologi. Beberapa bahkan menuduh Nurul Jihadah Hussain, si pendiri, dan timnya membenci pria, sementara yang lain berpendapat bahwa perempuan Muslim dan minoritas tidak terlalu tertarik dengan teknologi.
Ketika Nurul melontarkan ide tentang ini, dia juga mendapat berbagai tentangan.
"Banyak penolakan dari orang-orang. Mereka mengatakan jika perempuan ingin berada di bidang teknologi, mereka akan melakukannya. Tapi, itu sangat menggurui," kata Nurul.
Ciptakan Ruang bagi Perempuan
Nurul Jihadah Hussain/Foto: Instagram.com/tedxsingapore |
Melansir Tatler Asia, Nurul tetap melanjutkan idenya dan menggelar acara di tahun 2018, salah satu dari banyak inisiatif yang diselenggarakan oleh nirlaba yang merayakan inklusivitas dalam industri teknologi. Salah satu tujuan utama Nurul adalah untuk membuktikan bahwa tidak peduli latar belakang seseorang, mereka bisa sukses di bidang teknologi.
Nurul juga pendukung kuat untuk membuat acara industri lebih inklusif dan mengakomodasi perempuan. The Codette Project menjadi berita utama karena menyediakan ruang menyusui, ruang doa, dan ruang meditasi multi-agama. Mereka juga menyediakan makanan halal dan vegetarian, yang belum pernah terdengar di konferensi teknologi di seluruh dunia.
"Kami ingin perempuan dapat membawa seluruh diri mereka ke industri teknologi, karena kami tahu perempuan ingin melakukannya. Inilah mengapa kami menanggapi hal-hal seperti ini dengan serius," kata Nurul.
Dikenal sebagai Advokat Keragaman
Nurul Jihadah Hussain/Foto: Instagram.com/gen.t_asia |
Saat ini, Nurul telah dikenal sebagai advokat keragaman yang diakui secara global. Pada tahun 2018, dia dinobatkan sebagai salah satu dari 115 pemimpin komunitas global sebagai bagian dari Program Kepemimpinan Komunitas Facebook. Dua tahun kemudian, dia dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Perempuan Teratas dalam Teknologi Singapura.
Sejak The Codette Project resmi diluncurkan empat tahun lalu, mereka telah menarik banyak perhatian perusahaan teknologi besar termasuk Google. Juga Zendesk, perusahaan perangkat lunak dari Amerika Serikat, yang telah memberikan dukungan finansial yang besar kepada The Codette Project.