Nurul Jihadah Hussain, Perempuan Hebat yang Buat Ruang bagi Perempuan Muslim dan Minoritas di Bidang Teknologi

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 12 Dec 2022 07:30 WIB
Nurul Jihadah Hussain, Perempuan Hebat yang Buat Ruang bagi Perempuan Muslim dan Minoritas di Bidang Teknologi
Sosok Nurul Jihadah Hussain/Foto: Instagram.com/gen.t_asia

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, banyak orang telah membuat asumsi yang tidak masuk akal tentang The Codette Project, sebuah organisasi nirlaba Singapura yang membantu perempuan Muslim dan minoritas memperoleh keterampilan teknologi. Beberapa bahkan menuduh Nurul Jihadah Hussain, si pendiri, dan timnya membenci pria, sementara yang lain berpendapat bahwa perempuan Muslim dan minoritas tidak terlalu tertarik dengan teknologi.

Ketika Nurul melontarkan ide tentang ini, dia juga mendapat berbagai tentangan.

"Banyak penolakan dari orang-orang. Mereka mengatakan jika perempuan ingin berada di bidang teknologi, mereka akan melakukannya. Tapi, itu sangat menggurui," kata Nurul.

Ciptakan Ruang bagi Perempuan

Nurul Jihadah Hussain, pendiri The Codette Project
Nurul Jihadah Hussain/Foto: Instagram.com/tedxsingapore

Melansir Tatler Asia, Nurul tetap melanjutkan idenya dan menggelar acara di tahun 2018, salah satu dari banyak inisiatif yang diselenggarakan oleh nirlaba yang merayakan inklusivitas dalam industri teknologi. Salah satu tujuan utama Nurul adalah untuk membuktikan bahwa tidak peduli latar belakang seseorang, mereka bisa sukses di bidang teknologi.

Nurul juga pendukung kuat untuk membuat acara industri lebih inklusif dan mengakomodasi perempuan. The Codette Project menjadi berita utama karena menyediakan ruang menyusui, ruang doa, dan ruang meditasi multi-agama. Mereka juga menyediakan makanan halal dan vegetarian, yang belum pernah terdengar di konferensi teknologi di seluruh dunia.

"Kami ingin perempuan dapat membawa seluruh diri mereka ke industri teknologi, karena kami tahu perempuan ingin melakukannya. Inilah mengapa kami menanggapi hal-hal seperti ini dengan serius," kata Nurul.

Dikenal sebagai Advokat Keragaman

Nurul Jihadah Hussain, pendiri The Codette Project
Nurul Jihadah Hussain/Foto: Instagram.com/gen.t_asia

Saat ini, Nurul telah dikenal sebagai advokat keragaman yang diakui secara global. Pada tahun 2018, dia dinobatkan sebagai salah satu dari 115 pemimpin komunitas global sebagai bagian dari Program Kepemimpinan Komunitas Facebook. Dua tahun kemudian, dia dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Perempuan Teratas dalam Teknologi Singapura.

Sejak The Codette Project resmi diluncurkan empat tahun lalu, mereka telah menarik banyak perhatian perusahaan teknologi besar termasuk Google. Juga Zendesk, perusahaan perangkat lunak dari Amerika Serikat, yang telah memberikan dukungan finansial yang besar kepada The Codette Project.

Adakan Beasiswa dan Lokakarya Gratis

The Codette Project/Foto: Instagram.com/thecodetteproject

Nurul dipandang sebagai perintis yang ingin mengubah kurangnya keragaman dalam industri teknologi. Meski memiliki latar belakang pendidikan di bidang politik dan bahasa Arab, Nurul mengaku menyukai bidang ini. Dia memiliki definisi teknologi yang lebih luas, yang menjangkau lebih dari sekadar pengkodean atau pengembangan perangkat lunak.

"Semuanya benar-benar dari pengalaman pengguna, dari desain hingga manajemen media sosial," tuturnya.

Asal Mula Ide The Codette Project

Nurul Jihadah Hussain, pendiri The Codette Project
The Codette Project/Foto: Instagram.com/thecodetteproject

Nurul mendapatkan ide untuk memulai The Codette Project pada tahun 2015 ketika dia diberikan kesempatan oleh Yayasan Mendaki untuk mengajukan ide dampak sosial untuk Ridzwan Dzafir Community Award. Yayasan Mendaki sendiri merupakan sebuah kelompok swadaya yang berfokus pada Komunitas Melayu dan Muslim di Singapura.

Setelah meneliti berbagai inisiatif di seluruh dunia, Nurul menemukan Black Girls Code di Amerika Serikat. "Ini adalah sesuatu yang sangat menginspirasi saya. Jadi, saya berpikir bagaimana saya bisa melakukannya di Singapura," kata Nurul.

Yayasan Mendaki akhirnya memberikan dana awal sebesar 7.500 dolar Singapura sebagai pengganti beasiswa. Meski Nurul baru saja menyelesaikan gelar MBA-nya dan sedang mencari pekerjaan saat itu, dia tetap memulai membangun tim untuk organisasi nirlaba. Sambil menjalankan The Codette Project, saat ini Nurul bekerja penuh waktu sebagai pelatih karier di sebuah universitas.

Alami Kerugian saat Covid-19 Melanda

Nurul Jihadah Hussain, pendiri The Codette Project
The Codette Project/Foto: Instagram.com/thecodetteproject

Sebagai bagian dari Program Kepemimpinan Komunitas Facebook, Nurul menerima dana sebesar 50 ribu dolar Amerika yang membantu The Codette Project berjalan dari tahun 2018 hingga 2019. Namun ketika Covid-19 melanda, The Codette Project mengalami kerugian hingga Zendesk menawarkan pendanaan kepada mereka pada tahun 2020.

"Saya pikir itu penipuan karena kami belum pernah bekerja sama sebelumnya. Ketika kami melakukan percakapan melalui Zoom, saya menyadari itu nyata. Sejujurnya, itu adalah keajaiban yang benar-benar telah membantu kami," paparnya.

Nurul Jihadah Hussain, pendiri The Codette Project
The Codette Project/Foto: Instagram.com/thecodetteproject

Saat ini, The Codette Project menjalankan kelas dan lokakarya tentang berbagai topik, termasuk HTML, desain UX, media sosial, dan lainnya. Semua acara dan lokakarya tidak dikenakan biaya kecuali biaya komitmen, yang nantinya dikembalikan sepenuhnya setelah hadir.

Pada tahun 2019, The Codette Project meluncurkan beasiswa Codette Cares, yang memberikan dana 1.500 dolar Singapura dan bimbingan selama enam hingga sembilan bulan kepada penerima. Beasiswa pertama adalah untuk pelajar dan pemilik bisnis. Sedangkan beasiswa lainnya untuk pelajar yang mempelajari mata pelajaran yang berhubungan dengan teknologi.

Nurul mengatakan lebih dari empat ribu perempuan telah berpartisipasi dalam acara dan lokakarya mereka. Dia telah mendengar secara anekdot bahwa programnya tersebut memberi mereka rasa percaya diri. Salah satunya adalah program beasiswa, yang membantu seorang perempuan untuk tetap bersekolah ketika dia mungkin tidak mampu untuk melakukannya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE