sign up SIGN UP

Pasutri Baru Menikah Wajib Tahu, Ini 6 Pemicu Keretakan Berumah Tangga yang Awalnya Jarang Disadari

Novianty Aulia Anjani | Beautynesia
Jumat, 25 Mar 2022 07:45 WIB
Pasutri Baru Menikah Wajib Tahu, Ini 6 Pemicu Keretakan Berumah Tangga yang Awalnya Jarang Disadari
caption

Beragam masalah dalam pernikahan, tentunya 'memaksa' setiap pasangan mencari jalan keluar terbaik, tak terkecuali opsi perceraian. Sumber konflik yang dirasa sudah terlalu rumit sehingga tidak adanya titik penyelesaian, mau tidak mau membuat pasangan memutuskan untuk berpisah sekalipun berat untuk dilakukan.

Tidak selalu perselingkuhan, terdapat banyak persoalan rumah tangga yang sebenarnya dipicu oleh kesalahan serta kekeliruan masing-masing dalam menjalani ikatan pernikahan, yang sayangnya kerap kali tidak disadari sehingga terlambat untuk menyelesaikannya.

Berikut Beautynesia telah merangkum 6 kesalahan paling sering dilakukan dalam pernikahan yang dapat berujung pada perceraian.

Kurang Berkomunikasi

Tidak tercapainya komunikasi yang ideal dalam hubungan rumah tangga menjadi masalah paling krusial.
Tidak tercapainya komunikasi yang ideal/Foto:Freepik.com/Rawpixel.com


Sebagai suatu proses penting, komunikasi menjadi kunci sekaligus masalah utama yang kerap terjadi dalam hubungan rumah tangga. Ketidakmampuan pasangan suami istri dalam membangun proses komunikasi yang baik, dapat membuat persoalan kecil menjadi sebuah masalah besar yang lambat laun menghancurkan ikatan pernikahan.

Terhambatnya proses komunikasi juga mempersulit penyelesaian masalah karena tidak adanya keterbukaan antara suami istri, sehingga timbul asumsi-asumsi pribadi yang dapat berujung konflik pernikahan. Kehidupan pernikahan pun jauh dari kata ideal karena kurangnya kepercayaan serta kejujuran antara keduanya.

Menaruh Ekspektasi yang Terlalu Besar

Terlalu banyak membenani pasangan dengan beragam ekspetasi hanya membuat pernikahan dipenuhi oleh tekanan dan rasa frustasi.
Membani pasangan dengan ekspetasi yang terlalu besar/Foto:Freepik.com/Rawpixel.com


Sebagai jenjang hubungan yang sakral, sangat wajar tentunya jika kehidupan pernikahan dipenuhi oleh harapan-harapan baik dari pasangan ataupun keluarga. Sayangnya, seringkali impian 'pernikahan ideal', membuat pasangan saling memberatkan harapan tidak realistis kepada satu sama lain.

Beratnya beban ekspektasi, belum lagi rasa takut akan mengecewakan banyak orang, berisiko membuat hubungan pernikahan tidak lagi terasa bahagia, karena hari-hari dipenuhi rasa frustasi.

Seperti yang dilansir dari laman Hello Relish, terlalu banyak membebani harapan justru hanya akan menguras emosi serta menambah stres, sehingga kehidupan pernikahan berjalan tidak menyenangkan.

Membatasi Kebebasan Pasangan

Sikap posesif bahkan membatasi ruang pasangan membuat hubungan dipenuhi dengan paksaan.
Terlalu mengekang pasangan/Foto:Freepik.com/DCStudio


Menaruh cinta yang besar kepada pasangan memanglah wajar, tetapi akan menjadi bumerang ketika perasaan tersebut berubah menjadi sikap posesif, terlebih pada hubungan pernikahan.

Bukannya semakin erat, tidak adanya ruang antara kamu dan pasangan justru membuat pernikahan berjalan tidak sehat karena kebebasan yang tercekik oleh hubunganmu sendiri.

Momen kehidupan pernikahan juga akan kehilangan keistimewaannya, karena sudah terlalu banyak kebersamaan yang dilandasi oleh paksaan serta tekanan dari satu pihak. Ingat, sikap posesif bukanlah wujud dari perasaan cinta, melainkan ego pribadi yang mencerminkan ketidakpercayaan pada pasangan.

Tidak Terbuka Masalah Keuangan

Sikap tertutu mengenai keuangan dapat memunculkan konflik panjang dalam pernikahan dan berujung perceraian.
Tertutup akan keuangan dengan pasangan menimbulkan konflik/Foto:Freepik.com/Yanalya


Terkait buruknya komunikasi, tidak terbukanya pasangan terlebih pada masalah keuanganm juga kerap menjadi penyebab terbanyak dari hancurnya rumah tangga pernikahan. Seorang professional analisis perceraian, Gabrielle M Clemens dalam laman Huffpost mengatakan persoalan keuangan adalah awal dari munculnya kecurigaan serta konflik panjang yang dapat memicu perceraian.

Sikap tertutup dalam mengelola uang, membuat alur keuangan dalam pernikahan menjadi tidak jelas sehingga kemungkinan adanya penyalahgunaan uang dapat terjadi. Kondisi inilah yang akhirnya mempengaruhi keuangan pernikahan dan jika tidak diatasi lebih cepat, dapat menimbulkan masalah ekonomi sehingga berpisah menjadi pilihan yang diambil oleh salah satunya.

Terlalu Banyak Melibatkan Orangtua

Terlalu sering melibatkan orang tua hanya akan mempersulit penyelesaian masalah dalam hubungan rumah tangga.
Tidak membatasi keterlibatan orang tua dalam masalah pernikahan/Foto:Freepik.com/Artursafronovvv


Alih-alih mempercepat penyelesaian masalah, keterlibatan besar orang tua dalam hubungan pernikahan seringkali membuat segalanya semakin runyam. Perbedaan pandangan antara orang tua dengan kamu dan pasangan dalam melihat masalah seringkali membuat mereka bebas begitu saja mengambil jalan keluar tanpa mencoba mencari tahu akar dari masalah tersebut.

Selain memperumit keadaan, hal ini tentunya membuat pasangan merasa tidak nyaman, karena tidak adanya batasan antara privasi pernikahan dengan campur tangan orang tua. Lama dibiarkan, orang tua akan merasa semakin berhak mengatur jalannya pernikahan sehingga tidak mungkin jika berujung pada perceraian.

Mengubah Pernikahan menjadi Kompetisi

Pandangan bahwa pernikahan adalah kompetensi membuat pasangan saling merasa paling berperan dalam pernikahan sehingga memicu konflik.
Selalu merasa paling berperan dalam pernikahan/Foto:Freepik.com/Ourteam


Kesalahan sederhana yang juga kerap dilakukan ialah terus membandingkan peran yang kamu kerjakan dengan pasanganmu. Sesekali berbagi rasa lelah memang tidak apa, tetapi dengan terus merasa paling berjasa atas pernikahan, hanya akan memunculkan argumen tidak berkesudahan.

Kebiasaan buruk yang satu ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa kamu belum dapat menghargai peran pasangan, tidak peduli apapun yang telah ia lakukan sebelumnya. Pernikahan sejatinya adalah wadah di mana pasangan saling berproses dan melengkapi kekurangan satu sama lainnya bukan mencari mana yang menjadi pemenang di dalamnya.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id