sign up SIGN UP

Penasaran Cara Hitung Weton Jodoh Buat Cari Kecocokan dengan Pasangan? Lihat Caranya di Sini, Beauties!

Anindya Milagsita | Beautynesia
Sabtu, 13 Aug 2022 12:30 WIB
Penasaran Cara Hitung Weton Jodoh Buat Cari Kecocokan dengan Pasangan? Lihat Caranya di Sini, Beauties!
caption

Beauties, ada berbagai cara yang dipertimbangkan seseorang dalam menentukan siapa calon yang tepat buat dirinya. Menariknya, terdapat sebuah budaya Jawa yang masih digunakan bahkan sampai saat ini buat menentukan kecocokan sepasang kekasih. Salah satu pedoman yang sering dipakai adalah weton.

Weton Jawa biasanya digunakan oleh masyarakat setempat untuk menentukan kecocokan dalam sebuah perjodohan atau pernikahan. Lewat kesempatan ini Beautynesia terhubung dengan salah satu dosen Universitas Negeri Yogyakarta untuk mencari tahu tentang salah satu budaya Jawa ini. 

Ini mengenal lebih dekat dengan weton jodoh dan penasaran sama cara menghitung kecocokan dengan pasangan? Simak informasinya lewat artikel berikut!

Apa itu Weton?

Sebelum cari tahu tentang weton dalam perjodohan maupun pernikahan, mari mengenal terlebih dahulu istilah weton secara umum. Dalam budaya Jawa weton memiliki arti hari kelahiran, Beauties. "Weton secara sederhana dapat dimaknai sebagai hari lahir seseorang, yang mana kemudian pada umumnya dikaitkan dengan perhitungan pancawara dan saptawara sebagai penanda kelahiran seseorang tersebut," ujar Doni Dwi Hartanto, S.Pd., M.Pd. selaku dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah UNY kepada Beautynesia (5/8).

Arti istilah weton yang ada dalam budaya Jawa.
Mengenal weton dan cara perhitungannya dalam budaya Jawa/pexels/Natalie

Pancawara sendiri berarti sebuah pekan dalam kalender Jawa dan Bali yang terdiri dari lima hari. Istilah ini juga dapat disebut sebagai hari pasaran dalam budaya Jawa karena ada beberapa pasar yang buka pada hari tertentu saja. Pancawara terdiri dari Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.

Selanjutnya ada saptawara yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ini merujuk pada nama sebuah pekan yang terdiri dari 7 hari. Di mana ada Redite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Buddha (Rabu), Wrespati (Kamis), Sukra (Jumat), dan Saniscara (Sabtu).

Fungsi Weton dalam Budaya Jawa

Hadirnya weton di tengah-tengah masyarakat Jawa ternyata bukan hanya dijadikan sebagai penanda hari kelahiran, Beauties. Lebih dari itu fungsi weton pada umumnya ternyata bisa dikaitkan dengan berbagai macam hal, lho. Tentunya yang masih dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Doni menjelaskan dalam aspek kehidupan masyarakat Jawa, weton bisa berupa larangan dalam melakukan sesuatu maupun saran untuk menentukan hari baik dalam suatu kegiatan tertentu. Fungsi weton sendiri dapat dikaitkan dengan keselamatan, naas, jodoh, dan berbagai hal lainnya. 

Fungsi adanya weton dalam budaya Jawa.
Mengenal weton dan cara perhitungannya dalam budaya Jawa/freepik/atlascompany

Selain itu lebih lanjut Doni mengatakan pada umumnya weton berdasarkan pada neptu. Sedangkan neptu dapat diartikan sebagai jumlah nilai hari kelahiran dan nilai pasaran yang dipercaya dapat menggambarkan sifat seseorang. Lalu bagaimanakah dengan weton jodoh?

Mengenal Weton Kecocokan Jodoh

Ragam weton yang satu ini lebih dikenal sebagai weton yang dipercayai berjodoh, Beauties. Sederhananya bisa diartikan juga sebagai weton seseorang yang cocok dengan orang lain terkait dengan urusan jodoh hingga pernikahan. Sedangkan untuk perhitungannya, ada cara tersendiri yang harus dilakukan buat menentukan weton ini.

Mengenal tentang istilah weton jodoh dalam budaya Jawa.
Mengenal weton dan cara perhitungannya dalam budaya Jawa/pexels/Rosyid Arifin

"Penentuan perjodohan dengan weton bagi masyarakat Jawa kembali pada kepercayaan mereka terkait dengan neptu (kekuatan). Ini berasal dari angka-angka yang terdapat pada hari dan pasaran weton tertentu. Masyarakat Jawa percaya adanya weton tertentu yang cocok dengan weton lainnya, begitu pula sebaliknya. Oleh karenanya, weton bisa digunakan sebagai perjodohan maupun pantangan" jelas Doni.

Nah, adakah di antara kamu yang penasaran bagaimana cara menghitung kecocokan weton pasangan? Baca lebih lanjut buat cari tahu, yuk!

Cara Menghitung Weton Kecocokan Jodoh

Perhitungan weton maupun neptu seseorang buat kecocokan dalam perjodohan atau pernikahan bisa disebut sebagai pasatoan salaki rabi, Beauties. Tapi rupanya dalam masyarakat Jawa ada beberapa pedoman buat menghitungnya. Ini seperti yang diungkap Doni kepada Beautynesia, "Pada praktiknya ada berbagai pedoman berbeda terkait dengan cara menghitung weton sebagai dasar penentuan jodoh."

Cara menghitung weton perjodohan dalam budaya Jawa.
Mengenal weton dan cara perhitungannya dalam budaya Jawa/pexels/Rangga Ispraditya

Meskipun begitu ada salah satu cara yang digunakan masyarakat Jawa dalam menentukan kecocokan dalam perjodohan melalui weton. Sebagai catatan sebelumnya, perhitungan pasatoan salaki rabi kali ini sebagai sarana untuk menambah pengetahuan saja ya, Beauties. Kalau kamu ingin benar-benar mempertimbangkan untuk perhitungan jodoh sebelum lamaran atau menikah bisa berkonsultasi langsung pada ahlinya.

Cara menghitung pasatoan salaki rabi cukup mudah buat dilakukan, Beauties. Langkah pertama simak terlebih dahulu tabel berikut ini!

Tabel hari dan pasaran untuk menghitung weton jodoh.
Mengenal weton dan cara perhitungannya dalam budaya Jawa/dokumentasi Beautynesia/Anindya Milagsita

Selanjutnya kamu harus mengetahui nilai hari dan juga nilai pasarannya. Ini dapat dilihat dari hari kelahiran kamu dan juga pasangan, ya. Jumlahkan nilai hari dan nilai pasaran kalian berdua, lalu hitung pembagian dengan angka empat dan cari sisanya. Nah, sisa dari pembagian inilah yang bisa dijadikan sebagai lambang dalam kecocokan jodoh, berdasar seni perhitungan pembagian 4.

Contoh perhitungan weton jodoh.
Mengenal weton dan cara perhitungannya dalam budaya Jawa/dokumentasi Beautynesia/Anindya Milagsita

Adapun contohnya, semisal Sinta lahir di Selasa Pon dan Rama Minggu Legi. Nilai hari dan pasaran Sinta berarti 3+7=10, lalu untuk Rama 5+5=10. Kedua hasil calon pasangan ini ditambahkan sehingga berjumlah 20. Buat cari tahu hasilnya, hitung dengan membaginya ke dalam angka 4. Lalu cari sisanya dengan melihat angka paling belakang. Angka 4 inilah yang menjadi lambang kecocokan jodoh antara Sinta dan Rama. Atau kamu juga bisa membagi dan bila hasilnya pas/bulat (20 bagi 4=5), tidak tersisa, atau bila sisanya 0, dapat dianggap sisa 4.

Adapun makna dari masing-masing sisa pembagian tadi mengutip dari Hardiatmaja, S. & Endah, K. (2009: 119) adalah sebagai berikut: (angka 1) dilambangkan sebagai gentho yang berarti tidak memiliki anak; (angka 2) dilambangkan sebagai gembili yang artinya banyak anak; (angka 3) dilambangkan sebagai sri dengan arti banyak rezekinya; dan (angka 4) dilambangkan punggel yang berarti mati satu.

Pantangan dalam Suatu Perjodohan

Bukan hanya tentang kecocokan dalam perjodohan, masyarakat Jawa juga memiliki pedoman tertentu dalam hal pantangan, Beauties. Ada berbagai pantangan dalam perjodohan yang masih dikutip dari sumber sebelumnya. Seperti perkawinan antar saudara sepupu dan perkawinan krambil sejanjang atau antara ipar dengan saudara ipar.

Pantangan dalam perjodohan di budaya Jawa.
Mengenal weton dan cara perhitungannya dalam budaya Jawa/freepik/wirestock

Selanjutnya ada juga pantangan dalam perkawinan dengan bekas mertua, tumbak-tumbakan atau perkawinan yang terjadi antara dua saudara kakak-beradik, dan yang terakhir pacar lanang yang berarti anak dari dua orang saudara sekandung laki-laki.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id